
Keesokan harinya mereka pun sampai di kerajaan endul.
"Apa seluruh kerajaan ini memiliki budak terbanyak" tanya Kevin sembari berjalan memasuki gerbang kota maja yang merupakan ibu kota kerajaan endul.
"Aku juga heran tapi 75 persen penjualan budak benua ini berasal dari kerajaan endul" jawab Qi yu.
"Jadi begitu sepertinya kita harus menemui raja kerajaan endul untuk membeli semua budak milik nya" ucap Kevin.
"Aku memiliki sedikit pertemanan dengan raja kerajaan endul. Namanya Asep dia adalah seorang barbarian sejati dia berada di ranah penguatan jiwa dan roh" jawab Qi yu.
"Terus kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya" ucap Kevin.
"Aku lupa baiklah sekarang akan ku panggil dia. Asep cepat keluar dasar jomblo abadi!!!" Teriak Qi yu sangat keras hingga membuat para warga dan turis terkejut.
"Lebih baik kita menemui nya di istana bukan begini caranya" ucap Kevin yang terlihat malu.
"Tenang saja jika tidak begini maka dia tak akan pernah keluar" jawab Qi yu sembari tersenyum.
Terlihat dari langit seorang pria yang terjun ke arah Kevin dan Qi yu.
"Duaaar" suara tanah yang retak akibat hantaman dari kaki lelaki yang terjun tadi.
"Berhentilah memanggilku jomblo abadi dasar kau tua bangka" ucap seorang lelaki dengan rambut dan rewok berwarna putih terlihat tato bersimbol aneh di perut hingga tangannya dan lelaki itu adalah Asep.
"Lama tak jumpa jomdi" ucap Qi yu sembari memeluk Asep.
"Sekali kau menyebutku seperti itu maka akan ku sebarkan tentang apa yang terjadi di hutan itu" ucap Asep.
"Baiklah maaf maaf tolong jangan baperan aku cuma bercanda" ucap Qi yu yang tiba tiba mundur dengan wajah panik.
"Cepat beritahu apa yang kau mau?" tanya Asep sembari mengelap palu.
"Jadi begini tuan muda ingin melakukan bisnis dengan mu" jawab Qi yu.
"Siapa yang kau sebut tuan muda apa dia yang terlihat seperti seorang banci yang lemah" ucap Asep sembari mengarahkan palunya ke leher Kevin.
"Jaga kata kata mu. Aku tau hubungan kita baik tapi jika kau berani menghina tuan ku maka akan ku penggal kepala mu" ucap Qi yu yang tiba tiba mengarahkan pedang ke leher Asep sembari menatap tajam penuh kemarahan.
"Sudah kalian jangan bertengkar. Lebih baik kita langsung ke intinya" ucap Kevin sembari menurunkan palu yang di lehernya serta pedang yang berada di leher Asep.
"Sepertinya dia memang tuan muda yang sering di ceritakan oleh Qi yu dulu. Lebih baik aku meminta maaf" gumam Asep yang terlihat panik.
"Maafkan aku mati biar ku antar ke istana ku" ucap Asep sembari berjalan ke arah istana.
"Baiklah ayo ke sana" ucap Kevin sembari berjalan mengikuti Asep.
"Huh baiklah" jawab Qi yu sembari memasukan pedangnya kembali ke dalam sarung pedang.
"Sebenarnya siapa orang ini yang membeli ku dan juga untuk apa" gumam ras Kaja sembari mengikuti Kevin.
...****************...
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sitana.
"Tolong siapkan makanan di meja makan" ucap Asep memberitahu pelayan yang berada di samping nya.
"Ayo pergi ke taman sembari menunggu makanan siap" ucap Asep.
"Aku akan mengikuti mu karena ini adalah istana mu" jawab kevin.
Kemudian mereka pun duduk di sebuah gazebo atau saung yang berada di tengah kolam ikan dengan bunga teratai sebega hiasan.
"Sebenarnya istri ku yang meminta ini mau tidak mau aku harus menurutinya" jawab Asep sembari meminum bir di gelas kayu.
"Sejak kapan kau menikah kenapa kau tidak mengundang ku" tanya Qi yu.
"Untuk apa aku mengundang pengacau seperti mu. Lagi pula aku telah menikah selama dua puluh tahun dan sekarang aku sudah memiliki tiga orang anak" jawab Asep.
"Benarkah mana mereka aku ingin bertemu dengan mereka" ucap Qi yu.
"Mereka akan segera datang membawakan minuman kalian" jawab Asep.
"Baiklah kita langsung mulai saja pada intinya. Aku ingin membeli semua budak di kerajaan mu" ucap Kevin dengan wajah serius.
"Apa kau bercanda. Lagi pula untuk apa anda membeli budak sebanyak itu" tanya Asep.
"Sebenarnya kami sedang berperang dengan kekaisar sun Yun dan mereka akan segera menyerang kota Guang yang sekarang adalah kota ku. Oleh karena itu aku ingin mencari pasukan untuk melawan mereka" jawab kevin.
"Apa berani sekali kaisar bajingan itu memang ada permasalahan apa antara kalian berdua" tanya Qi yu.
"Sebenarnya aku menipunya" jawab kevin sembari tertawa.
"Pantas saja kaisar itu ingin membunuh mu memang kau menipu apa" tanya Asep.
"Aku menipu agar bisa mendapatkan sertifikat kota Guang dengan menjual 4000 lebih tawanan perang yang ku bawa dan juga dua botol ramuan yang bisa menyembuhkan penyakit fisik. Namun 4000 tawanan itu hanya sebuah boneka yang mana akan meledak saat aku pergi. Selain itu aku membunuh keponakannya dan juga sahabatnya denderal yang" jawab kevin.
"Ya sebenarnya yang kau lakukan tidak sepenuhnya salah" ucap Asep.
Terlihat tiga orang laki laki yang sedang membantu seorang wanita berjalan menggunakan tongkat.
"Ayo ibu sebentar lagi kita sampai" ucap seorang anak seumuran Eira.
"Itu dia anak anak serta istri ku" ucap Asep sembari menghampiri merka dan menggendong istrinya yang sebelumnya memakai tongkat.
"Perkenalkan ini adalah istri ku namanya Sifa" ucap Asep sembari membantu Sifa duduk di samping nya.
"Dan yang ini adalah putra tertua ku namanya Ujang umurnya 17 tahun" ucap Asep sembari memegang pundak Ujang yang sedang menaruh minuman.
"Dan yang di sampingnya adalah anak ke dua ku namanya Tatang umurnya 10 tahun" ucap Asep sembari menunjuk Tatang.
"Dan yang terakhir namnay Udin dia adalah anak ketiga ku dia berumur 8 tahun" ucap Asep sembari menunjuk ke arah Udin.
"Aku belum memperkenalkan nama ku. Nama ku Kevin yu umur ku 18 tahun" ucap Kevin sembari berdiri.
"Nama ku Qi yu umurku 123 tahun" ucap Qi yu.
"Maaf aku adalah budak tuan Kevin nama ku Las aku merupakan keturunan ras Kaja terakhir dan aku berumur 28 tahun namun aku telah cacat" ucap Las.
"Mulai sekarang kau bukan budak tapi kau adalah teman ku atau prajurit ku. Selama aku yang membeli mu maka aku akan membebaskan mu dari gelar budak" ucap Kevin sembari menepuk pundak Las.
"Tak ku sangka tuan muda masih berumur 18 tahun" gumam Asep sembari menelan ludah.
"Apa yang terjadi pada istri mu apa dia memang sudah tua" tanya Kevin sembari duduk kembali.
"Aku juga tidak tau semenjak Udin lahir tiba tiba Sifa mulai menua dengan cepat padahal umurnya masih 44 tahun" jawab Asep yang terlihat sedih.
"Beri dia ini. Dia telah di racuni saat mengandung Udin tapi racun itu hanya menyerang Sifa jadi undin bisa selamat karena dia memiliki tubuh istimewa" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung.