King System

King System
Episode 228 Raja Bull



"Obat ini tidak bisa menjamin kalau anak mu akan sembuh, karena obat ini hanya bisa menyembuhkan luka yang masih baru bukan cacat sejak lahir, lebih baik kau menemui kaisar Kevin bersama kami nanti" ucap Chen yu.


"Aku merasa tidak pantas menemui kaisar kalian karena aku hanya anak haram yang tidak di anggap oleh ayah ku sendiri, aku akan berhenti untuk mencari obat anak ku dan fokus menguatkan diri agar bisa membantu kalian jika ada perlu" jawab walikota Sakamoto yang terlihat sedih.


"Tuan Kevin tidak memandang orang lain dari penampilan atau status yang dimiliki orang tersebut, asal kau tau aku dan juga Leonel adalah mantan budak yang ia beli dan sekarang bukan hanya di berikan gaji kami di berikan semua kebutuhan, dia tidak sombong seperti para pemimpin lainya" ucap Las.


"Aku jamin tuan pasti akan menyembuhkan putra mu" ucap Chen yu sembari memegang pundak walikota Sakamoto.


"Terimakasih karena telah memberikan semangat, mari datang ke istana ku, aku akan menandatangani kontrak yang kalian ajukan, aku berjanji tidak akan menyerang kekaisaran kalian selagi kalau tidak menyerang kekaisaran ku, walau aku di perintahkan oleh kaisar sekalipun aku tidak akan melakukanya" ucap walikota Sakamoto sembari berdiri dan merapikan pakaian milik nya.


"Loh kalian barus selesai bertarung" ucap Bogu yu yang datang sembari memegang sate bertusuk-tusuk.


...****************...


Singkat cerita satu bulan kemudian.


Di sebuah kerajaan di tengah gurun pasir yang sangat panas dan juga sangat kering.


Terlihat segerombolan orang tengah berjalan, mereka mengenakan penutup kepala seperti imamah atau sorban namun para lelaki di sana tidak menggunakan pakaian alias telanjang dada.


"Akhirnya kita sampai" ucap Qi yu yang memimpin yang lainya di depan.


"Aku sangat lelah berjalan selama tujuh hari tanpa henti" ucap Justin yang terjatuh di pasir dengan posisi tengkurap.


"Aku sangat haus" ucap Jhon sembari menjatuhkan dirinya di atas tubuh Justin.


"Uhk.. dasar kau sialan cepat turun dari tubuh ku, aku merasa ingin mati kau memikiki berat badan yang jauh melampaui ku!" teriak Justin sembari meronta-ronta.


"Hei jangan bercanda hari sangat terik dan panas, lebih baik menyimpan tenaga untuk berjalan ke kota" ucap Huang sembari menarik tangan Jhon agar ia berdiri meninggalkan Justin yang tepar.


"Aku belum sempat menanyakan soal Jingmi, memang dia pergi ke mana?" tanya paman Bog.


"Dia hanya mengatakan kalau ingin pulang sendiri, dan aku tidak bisa melakukan apapun karena itu keputusan yang ia buat tanpa tekanan dari orang lain dan aku hanya bisa mengiyakan" jawab paman Qiu.


"Ya kau benar kita tidak memiliki hak untuk mengaturnya, dan lebih baik kita fokus pada tujuan awal kita yaitu menemui raja Bull" ucap paman Bog sembari merangkul paman Qiu serta terlihat senyuman dari wajah paman Bog.


"Apa kau mencintai Jingmi?" tanya putih.


"Tidak aku hanya peduli padanya karena aku kasihan melihat ia di kejar oleh banyak penculik. Dan saat kita akan pergi ke kota batu aku mencarinya karena merasa kasihan jika ia akan di tangkap oleh para pencuri" jawab paman Qiu sembari menghela nafas.


"Memang siapa itu Jingmi?" tanya seorang lelaki yang sangat gendut dan tinggi, tingginya kurang lebih empat meter, ia memiliki suara yang bulat seperti Doraemon.


"Emon, banyak hal yang sebaiknya tidak kau ketahui, karena ini bersifat pribadi dan juga ini merupakan rahasia, lebih baik kau mengurus urusan mu sendiri" jawab paman Qiu sembari mempercepat jalannya.


"Hei kau curang bukanya kita sudah sepakat untuk tidak menggunakan kekuatan terbang karena yang lainya tidak bisa melakukan itu" ucap Huang yang terlihat kesal.


"Orang yang mengajukan tantangan telah melanggar berarti kita tidak perlu mengikutinya lagi, aku duluan semuanya kalian berjuang agar menjadi kuat" ucap Putih sembari tersenyum dan setelah itu ia menghilang.


"Aku juga duluan" ucap paman Bog kemudian menghilang


"Aku juga duluan" ucap Don kemudian menghilang.


"Jika kau ingin duluan tidak apa-apa, aku yang akan menemani yang lainya aku takut mereka akan melakukan hal-hal yang dapat merugikan kita, lebih baik kau bawa Emon karena dia yang tau banyak soal ibu kota benua gomu" ucap Mugi yang terlihat santai sembari melipat tangannya dan berjalan dengan santai dan terlihat sangat keren.


"Baiklah aku titip Justin dan juga Jhon dengan mu, ayo empat murid ku kita pergi ke kota" jawab Huang sembari terbang dan memegang pundak Emon.


Seketika Huang, Emon, dan juga empat penjaga menghilang dalam sekejap.


"Kalian tidak bisa terbang dengan kami karena kalian sedang lemah, makanya aku memilih untuk menemani kalian berjalan" ucap Mugi.


"Memang apa masalahnya, bukanya kita hanya terbang seperti biasa?" tanya Jhon yang berjalan dengan lemas.


"Kami para kultivator ranah mahayana bisa terbang dengan kecepatan cahaya dan dengan fisik yang kalian miliki kecepatan itu akan merusak tubuh kalian menjadi hancur" jawab Mugi.


"Kita masih berada di ranah kaisar dan kita memiliki celah kultivasi yang sangat jauh, mereka memiliki kekuatan fisik yang gila oleh karena itu tubuh mereka dapat menahan kecepatan cahaya" ucap Justin.


"Kalian memiliki potensi yang besar untuk menjadi kultivator yang hebat, kalian hanya memerlukan latihan dan juga semangat untuk menjadi kultivasi yang hebat" ucap Mugi.


"Kami tidak akan bisa mencapai ranah mahayana" ucap Justin.


"Kenapa kau menyerah sebelum mencoba, apa kalian takut mati terlebih dahulu sebelum mencapai ranah mahayana, asal kau tau aku hanya memerlukan waktu 4 tahun untuk naik ranah ke ranah mahayana dari tanah kaisar" ucap Mugi sembari berhenti.


"Bagaimana kau bisa mencapai impian jika diri telah menyerah sebelum memulai, mimpi akan terkejar jika kita bergerak dan berusaha bukan hanga malas-malasan lalu menghayal kota telah menggapainya" ucap Mugi sembari memegang pundak Justin.


"Di luar sana banyak orang hang ingin naik ranah ke tanah Mahayana namun hanya sedikit saja yang dapat menggapai mimpi tersebut, dan orang yang menggapai mimpi itu adalah orang yang berusaha dan pantang menyerah" ucap Mugi.


Terlihat Justin menunduk.


"Saat kau sedang bermalas-malasan kau harus ingat jutaan saingan mu sedang berlatih dengan keras, kau telah di berikan berkah yang melimpah dari Tuhan dan kau harus menggunakannya dengan bijak dan benar" ucap Tiger.


"Malas adalah hawa ***** dan hawa ***** itu buruk, asal kau tau musuh kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri" ucap Mugi.


...****************...