
Terlihat semua orang antusias menunggu penampilan dari pangeran Razin.
"Yang mulia ku harap kau mampu membuatku mundur, aku merupakan orang terlemah di keluarga ini" ucap Las sembari tersenyum.
"Paman Las jangan mengejek ku aku akan menendang bokong burung mu itu" ucap Razin sembari tersenyum.
"Ahahahahaha.... bokong burung..!" teriak paman Bog sembari tertawa.
"Baiklah kau boleh memulai nya" ucap Las.
"Baiklah" jawab Razin.
"Aku harus menggunakan serangan yang serius paman Las berada di ranah Mahayana bintang satu, dan ia merupakan bawahan dari ayah yang telah di bekali oleh jurus-jurus yang memadai aku harus serius" gumam Razin sembari berdiri tegap serta ia menutup mata nya.
Perlahan ia menggerakkan kaki kanan nya ke depan di ikuti tangan kiri nya, gerakan nya sangat lebih layaknya aliran air yang menenangkan saat di pandang.
"Ia langsung menggunakan serangan yang kuat, ia tidak meremehkan Las" gumam Huang.
"Ia menggunakan telapak tangan Budha, jurus ini merupakan jurus tingkat surgawi merupakan jurus yang di berikan oleh yang mulia untuk di pelajari kaisar Yun Feng, kaisar Yun Feng memerlukan 2 tahun untuk mempelajari jurus ini dengan sempurna namun pangeran Razin hanya memerlukan waktu 2 bulan saja untuk mempelajari nya dengan sempurna. Jurus ini memiliki kesulitan yang sangat tinggi karena untuk mengeluarkan telapak tangan Budha harus di awali dengan gerakan yang lembut layaknya sebuah tarian yang terlihat seperti air yang mengalir terlihat natural" gumam paman Qiu.
Seketika muncul tanda tetesan air berwarna emas di dahi pangeran Razin.
Terlihat ia menarik tengah kanan nya masuk ke dalam ke samping pinggang kanan.
Seketika pangeran Razin memukul ke arah depan.
"Duaaas...!" suara hembusan angin yang sangat kencang hingga menghasilkan suara layaknya seperti bom yang meledak.
Seketika muncul sebuah bayangan aura berwarna emas berbentuk tinju ke arah Las, bayangan itu kecil hanya seukuran tangan pangeran Razin.
"Berhati-hatilah Las serangan itu dapat merontokkan bulu mu..! kau akan menjadi ayam yang botak" teriak paman bog.
Terlihat Las memasang kuda-kuda bertahan.
"Duaaaaaaar....!" suara ledakan yang sangat keras menghancurkan dinding di belakang Las menjadi debu.
Terlihat garis sepanjang 1 meter di depan kaki Las.
"Paman bukan hanya satu inci aku berhasil membuat mu mundur satu meter" ucap Razin sembari tersenyum.
"Plak...!" suara pukulan yang mengenai kepala Razin.
"Kau menghancurkan istana..!" ucap niana dengan marah setelah ia memukul kepala Razin.
"Ahahahahaha...!" tawa semua orang.
"Ibu kenapa kau memukul ku?" tanya Razin yang terlihat kebingungan sembari ia mengelus-elus kepalanya yang benjol.
"Kau telah menghancurkan istana sebanyak 27 kali kau harus di hukum, Huang bawa ia ke gua setan kau harus mendampingi nya sebelum berangkat aku ingin tembok ini telah selesai di bangun kembali jika belum kau belum boleh pergi" ucap niana sembari berjalan pergi.
"Ah sialan" ucap Razin sembari menoleh ke arah yang lainya.
Terlihat mereka telah menghilang.
"Lagi-lagi kalian meninggalkan ku" gumam Razin yang terlihat kesal.
...****************...
Sementara itu di alam atas.
Malam telah tiba terlihat Kevin, kepala keluarga Wei, Wei dong, jenderal yu Bai, Yu Zhong, dan juga Dujuan mereka tengah duduk di sekitar api unggun.
"Dalam waktu satu minggu pasukan iblis akan datang, kalian harus bersiap-siap" ucap Kevin.
"Kenapa hanya kami apa kau tidak ikut?" tanya Yu Zhong.
"Apaa...! dua orang di ranah Mahayana" teriak Dujuan yang terlihat terkejut serta ketakutan.
"Hanya itu saja, kemungkinan akan ada 12 ribu prajurit ranah kaisar, lalu 500 ranah penguatan jiwa dan raga, lalu 50 ranah silver emperor, dan 10 ranah golden emperor. Tidak banyak kalian pasti bisa mengalahkan nya, jika kalian dapat mengalahkan pasukan kerajaan iblis aku akan memberikan hadiah namun kalian di larang menggunakan prajurit yang harus bertempur adalah para jenderal seperti kalian" ucap Kevin.
"Bukan hal yang tidak mungkin untuk mengalahkan ribuan pasukan jika di batu oleh pasukan ku, namun terasa tidak mungkin jika hanya mengandalkan kami saja" ucap jenderal yu Bai.
"Apa yang tidak mungkin yu Bai kau berada di ranah Mahayana bintang dua, pemimpin keluarga Wei juga begitu lalu yu Zhong juga berada di ranah Mahayana bintang dua, Dujuan berada di ranah Mahayana bintang satu, Wei dong berada di ranah golden emperor bintang tiga apa yang membuat kalian takut dengan hanya 25 ribu pasukan" ucap Kevin.
"Apa..! 25 ribu pasukan" teriak Wei dong.
"Benar ada kurang lebih 15 ribu prajurit ranah raja, dan sisa nya ada di bawah nya. Apa kalian takut?" tanya Kevin.
"Sejauh ini belum ada yang membuat ku takut selain kehilangan istri ku" ucap yu Zhong.
"Kau mabuk?" tanya Dujuan.
"Tidak aku hanya merindukan istri ku" jawab yu Zhong.
"Santai saja mungkin dia sedang bermesraan dengan tetangga mu" ucap Dujuan.
"Berhenti membuat ku over tingking dasar sialan...!" teriak yu Zhong sembari menendang pantat Dujuan, ia terlihat sangat kesal hingga wajah nya memerah.
"Yang mulia saya tidak takut saya bersedia melaksanakan tugas ini dengan senang hati" jawab jenderal yu Bai.
"Bagaimana yang lain?" tanya Kevin.
"Kami bersedia!" jawab yang lain.
"Yu Zhong jika kau dapat menjadi yang paling banyak membunuh aku akan mengantarmu ke rumah dan akan ku berikan libur selama 7 hari" ucap Kevin.
"Benarkah?" tanya Yu Zhong yang terlihat antusias.
"Tentu saja aku tidak pernah berbohong" jawab Kevin.
"Baiklah aku akan membunuh semua prajurit iblis" ucap Yu Zhong.
"Aku tidak ingin pembangunan ini terhambat jadi lebih baik kalian menghadang mereka di jalan yang jauh dari tempat ini, aku yakin pertempuran kali ini akan menimbulkan kehancuran yang tidak sedikit" ucap Kevin sembari berdiri.
"Hadiah akan di hitung dari kepala yang kalian bawa pulang" ucap Kevin.
"Aku akan pergi beristirahat ku harap kalian bersiap-siap untuk perang nanti" ucap Kevin.
...****************...
Singkat cerita 5 hari kemudian.
Terlihat Yu Zhong tengah berdiri di atas bukit di temani yang lainya.
"Kita telah memotong jalan sejauh 25 kilometer dan kemungkinan mereka akan segera tiba di sini" ucap jenderal yu Bai yang tengah bersandar di bebatuan.
"Hei tolong biarkan aku membunuh lebih baik aku sangat merindukan istri ku" ucap yu Zhong.
"Kau tidak rindu istri mu kau hanya sedang *****" ucap Dujuan sembari tersenyum mengejek.
"Aku akan membunuh mu dasar sialan..!" teriak Yu Zhong.
"Sudah cukup mereka segera tiba" ucap jenderal yu Bai.
...****************...
Bersambung....