
"Aku tidak mengira bila pertemuan kita akan secepat ini" gumam Kevin.
"Itu tidak mungkin, seluruh keluarga yu memiliki rambut berwarna putih namun rambut ku berwarna hitam. Aku tidak akan percaya bulan mu!" ucap Dujuan sembari menodongkan pedang ke arah Kevin.
"Yang memiliki darah naga adalah nenek mu bukan kakek mu, fisik mu akan mirip dengan kakek mu namun bagian dalam akan mirip dengan nenek mu. Kau hanya harus membangkitkan roh penjaga mu maka rambut mu akan berubah menjadi perak seperti ku" ucap Kevin sembari menepuk pundak Dujuan.
"Tank!" suara pedang Dujuan yang patah saat ia menebas leher Kevin.
"Jika saja kau bukan saudara ku maka aku sudah pasti akan membunuh mu" ucap Kevin sembari menatap wajah Dujuan dengan serius.
Seketika pohon di sekitar Kevin hingga radius 50 meter semua roboh dengan bersamaan.
"Ku peringatkan jangan pancing emosi ku" ucap Kevin yang tiba-tiba terlihat sangat marah.
Seketika terdengar suara hentakan kaki dari monster-monster yang berlari ke arah Kevin.
"Kau ingin berapa monster kalkuan. anggap saja sebagai hadiah pertemuan kita sebagai saudara" ucap Kevin.
...****************...
Singkat cerita.
Terlihat Kevin dan Dujuan tengah berjalan bersama. di depan lima gerobak yang membawa kalkuan yang berukuran lumayan besar hampir menyamai gajah.
"Sepertinya kakek memiliki anak dari wanita lain, aku juga bingung tapi aku merasakan kedekatan seperti kami adalah sepupu" gumam Kevin.
"Aku lupa bernama siapa nama mu?" tanya Dujuan.
"Nama ku Kevin yu, kita belum pernah bertemu bahkan aku baru saja tiba di dunia ini" jawab kevin.
"Aku masih bingung bagaimana bisa aku adalah tuan muda keluarga yu, aku bahkan memiliki bakat yang biasa seperti orang-orang pada biasanya" ucap Dujuan.
"Aku juga bukan keturunan asli, hanya ibu ku saja yang memiliki darah murni keluarga yu. Sebelum aku membangkitkan roh penjaga ku rambut ku juga berwarna hitam. dan berubah putih saat roh penjaga ku muncul" jawab Kevin.
"Aku akan mengajak mu kembali ke keluarga yu, namun sebelum kita pergi aku ingin membereskan masalah mu serta membalas dendam atas kematian ayah serta nenek mu" ucap Kevin sembari menepuk pundak Dujuan.
"Aku harus memanggil mu apa tuan atau yang lainya?" tanya Dujuan.
"Panggil saja aku Kevin" jawab Kevin.
"Tunggu jika aku pergi lalu bagaiman dengan batalion ku, bagaiman dengan ibu. Ibu di hukum dan ia kini tengah berperang dengan kerajaan Sundang sejak ayah di hukum mati. Aku akan pergi dengan mu jika kau membawa ibu ku juga" ucap Dujuan.
"Itu terserah pada mu aku hanya akan mengajak mu saja kembali ke keluarga yu. Aku juga memerlukan pemandu karena sebelum aku pulang ke keluarga yu aku ingin berkeliling terlebih dahulu" ucap Kevin.
"Aku juga ingin menguasai dunia ini, jadi keliling ku akan membuat kekacauan yang besar di alam atas ini" gumam Kevin sembari mengepalkan tangannya.
"Kerajaan suan memiliki berapa kota?" tanya Kevin.
"Kerajaan suan adalah kerajaan kecil hanya memiliki 10 kota awalnya ada 17 namun telah di kuasai oleh kerajaan Sundang. ibu ku berada di ranah golden emperor bintang satu oleh karena itu ia di kirim ke bagian perbatasan paling rawan terkena serangan. Aku sangat merindukan nya terakhir kali aku melihatnya saat berumur 5 tahun" jawab Dujuan.
"Kerajaan suan akan segera hancur bukan?" tanya Kevin.
"Kau benar, paman ku adalah seorang yang setalah selain itu ia juga kejam dan tidak peduli akan rakyatnya. Dia hanya memperdulikan keluarga nya saja. Gaji para mentri saja tidak lebih besar dari gaji penjaga di kerajaan lain dan hal ini memungkinkan para pejabat untuk melakukan korupsi. Penghasilan kerajaan semakin menurun namun pengeluarannya selalu besar di tiap tahunnya" jawab Dujuan.
"Apa kau tertarik menjadi seorang raja?" tanya Kevin.
"Aku tidak tertarik sedikit pun untuk menjadi seorang raja, karena menurutku itu adalah tanggung jawab yang besar dan aku tidak akan bisa untuk memukul nya" jawab Dujuan.
"Itu adalah pilihan yang bagus. seorang raja atau pemimpin adalah jabatan yang sangat tinggi walau kau di layani, di sanjung, di hormati. Namun itu semua tak akan pernah membuat ku bahagia karena tangung jawab nya sangat besar" ucap Kevin.
...****************...
Singkat cerita sesampainya mereka di kota. Terlihat Kevin dan Dujuan di tahan oleh penjaga.
"Apa yang kau bawa?" tanya sang penjaga.
"Aku membawa burung kalkuan pesanan tuan putri, cepat biarkan kami lewat" jawab Dujuan.
"Baiklah kau boleh lewat tapi tinggalkan satu burung kalkuan untuk kami, anggap saja yang rokok" ucap penjaga.
"Kau anak baru?" tanya Dujuan.
"Tidak aku sudah lama menjadi penjaga" jawab penjaga itu ia terlihat panik.
"Aku adalah komandan militer, kau ingin bermain dengan ku. Aku tidak memiliki waktu untuk mengurus sampah seperti mu" ucap Dujuan sembari menunjukkan token berwarna perak bergambar tiga pedang yang tertancap di atas batu
"Saat masih di dalam pelatihan, pelatih memberitahu token pangkat militer terbagi menjadi tiga perunggu, perak, dan juga emas. semakin sedikit pedang yang tertancap di batu maka semakin tinggi pangkat nya" gumam sang penjaga.
"Yo kita jalan semua, kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk berurusan dengan sampah korup ini" ucap Dujuan sembari berjalan masuk di ikuti yang lainya.
"Ternyata memang separah ini, bahkan penjaga yang baru bertugas saja berani untuk berbuat seperti ini. Tapi aku tidak peduli yang penting Dujuan dan ibunya aman itu sudah cukup untuk ku" gumam Kevin.
"Di kota ini semuanya kaya" ucap Kevin.
"Kau benar, karena mereka semua adalah bawahan dari donju seorang pengusaha yang sebenarnya adalah penguasa kerajaan ini. Bahkan raja saja berada di bawahnya" jawab Dujuan.
"Sangat kacau lebih baik kita cepat-cepat pergi dari kerajaan ini. Jika aku membantu aku hanya akan menghabiskan waktu terlalu lama dan hal itu akan berakibat fatal untuk dunia ini. Paling lama aku hanya bisa berada di tempat ini mungkin 10 tahun" gumam Kevin.
Kota yang di masuki Kevin terlihat sangat moderen, semua rumah di buat menggunakan batu bata, semua atap rumah berwarna merah. Selain itu terlihat hiasan-hiasannya yang terlihat mahal karena kebanyakan terbuat dari emas dan juga permata yang indah.
"Berapa gaji perbulan mu?" tanya Kevin.
"Aku di gaji 500 koin emas perbulan" jawab Dujuan.
"Bahkan gaji pembantu di istana ku 20 ribu koin emas" gumam Kevin.
"Apa itu alasan mu tidak memakai perhiasan serta barang-barang yang mewah" tanya Kevin.
"Iya lagi pula untuk apa memiliki barang-barang mewah jika hidup kita menderita. Saat ini aku sedang menabung untuk membeli pedang tingkat atas" jawab Dujuan.
"Dalam waktu singkat aku bahkan bisa menghasilkan ratusan juta koin emas. Dia sangat miskin dan aku merasa iba kepadanya" gumam Kevin.
"Memang berapa harga pedang tingkat tinggi?" tanya Kevin.
"10 ribu koin emas, aku telah menabung selama 5 tahun dan jika aku berhasil memberikan kalkuan ini maka tuan putri akan memberikan ku imbalan sebesar 200 koin emas dan itu cukup untuk ku membeli pedang tingkat tinggi" jawab Dujuan.
"Pedang mu sebelumnya berada di tingkat apa?"tanya Kevin.
"Itu berada di tingkat tinggi hadiah dari ibu yang ia kirimkan di hati ulang tahun ku yang ke 10" jawab Dujuan.
"Apa kau merasa senang dengan semua ini?" tanya Kevin.
"Tentu saja lagi pula apa alasan ku untuk membenci keadaan ini. Apa yang terjadi sudah di takdirkan" jawab Dujuan.
"Kita adalah kultivator dan apa yang kita lakukan ini sudah menentang takdir. Tujuan kultivasi adalah menjadi mahkluk abadi. Kita harus melawan takdir bukan patuh kepadanya" ucap Kevin.
"Aku akan membantu mu agar menjadi kuat, aku akan memberikan fasilitas kultivasi yang bahkan tuan muda keluarga yu tidak mendapatkan nya. Aku berjanji kepada mu dalam waktu dua bulan kau akan berada di ranah mahayana" ucap Kevin sembari merangkul Dujuan.
"Walau kita baru bertemu beberapa jam tapi aku yakin kau akan membantu ku karena aku dapat merasakan ketulusan serta niat dari kata-kata yang kau ucapkan" ucap Dujuan.
"Baiklah ambil ini, aku tidak memiliki banyak uang jadi ku hanya memberikan mu 20 juta koin emas, anggap saja itu bayaran untuk mu karena kau akan menjadi pemandu ku" ucap Kevin sembari memberikan kantung penyimpanan yang berisi koin emas.
"20 juta.... aku bahkan belum pernah melihat uang sebanyak satu juta. Tapi sekarang aku memegang 20 juta tangan ku tidak bisa di gerakan" ucap Dujuan yang terlihat sangat terkejut hingga tangannya gemetaran saat ia memegang uang tersebut.
"Ayolah itu hanya 20 juta. Bahkan uang sebanyak itu tidak cukup untuk hidup selama sebulan" ucap Kevin sembari lanjut berjalan.
"Aku bahkan sebulan hanya mengeluarkan 50 koin emas dan makanan yang ku makan sudah termasuk layak dan lezat. Kau makan apa sampai 20 juta tidak cukup untuk sebulan?" tanya Dujuan.
"Hidup ku selalu bergerak layaknya angin, aku selaku tinggal di hotel dan biaya hotel biasanya 1juta permalam, dan itu mungkin jadi masalahnya" jawab Kevin.
"Apa kau gila. Bukanya hotel paling mahal hanya 200 koin emas permalam. Apa kau pergi ke hotel bintang 10?" tanya Dujuan.
"Aku tidak tau. Lebih baik kau jalan lebih cepat aku ingin memakan buah. Tapi sebelum membeli buah kita selesaikan dulu masalah ini" ucap Kevin sembari menarik Dujuan.
"Baiklah-baiklah maafkan aku, aku akan jalan lebih cepat lagi" jawab Dujuan.
"Aku akan membalas kebaikan ini bahkan. dengan nyawa ku sendiri. Bahkan sepupu ku yang lain tidak pernah memandang ku kayaknya seperti manusia. namun diri mu memperlakukan aku layaknya saudara" gumam Dujuan.
"Stuck!" suara pecut.
...****************...
Bersambung.
Nama:Dujuan sun
Umur:21 tahun
Ranah: penguatan jiwa dan roh bintang dua
Status: sepupu Kevin