
"Tidak aku ingin menunggu kak Leonel di sini" jawab Eira yang tiba tiba murung.
"Memang Leonel itu seperti apa?" tanya kevin.
"Saat baru pertama Eira di masukan ke kam budak ada seorang penjaga yang ingin memukul Eira tapi tiba tiba kak Leonel melawan penjaga itu dan semenjak itu kami menjadi dekat. Eira selalu tidur di samping kak Leonel karena di sana hangat dan kak Leonel akan memeluk Eira, Dan juga kak Leonel sangat baik kepada semua orang di sana" jawab Eira.
"Jadi begitu" gumam kevin.
"Eira apa menurut mu aku adalah orang yang baik" tanya kevin.
"Kau adalah orang yang baik kepada teman, keluarga, dan rakyat mu tapi kau sangat jahat untuk musuh mu" jawab Eira.
"Tunggu apa" gumam kevin yang tiba tiba berhenti.
"Jangan terkejut phoenix es memiliki mata yang istimewa karena bisa melihat niat seseorang dan juga bisa merasakan perasaan orang yang berada di dekat nya" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Kak kevin pasti kamu sedang kesepian karena ada seseorang yang pergi selain itu kau juga sering merasa gelisah dengan tanggung jawab besar yang kau miliki" ucap Eira sembari memeluk kepala kevin.
"Itu benar apa kau mau tau siapa orang yang pergi dari ku" ucap kevin sembari turun ke bawah menuju menara aklemis yang merupakan bangunan paling tinggi dan paling megah melebihi istana kota.
"Memang dia siapa?" jawab Eira sembari bertanya.
"Dia baik, pengertian, cantik, peduli dengan semua orang bahkan dengan musuh nya sekali pun, pintar memasak, dia itu bagaikan seseorang paling sempurna di alam semesta ini. Dan dia telah pergi entah kemana" ucap kevin sembari berdiri di atas atap.
"Hihihihihihih" suara Eira yang tiba tiba menangis.
"Kenapa kau menangis?" tanya kevin.
[Tuan Eira adalah anak dari dua burung suci yaitu phoenix dan cenderawasih hitam. Dia memiliki kekuatan meramal yang kuat dan sangat cocok sebagai pendamping mu di masa depan.]
"Apa maksud mu pendamping memang kau kira aku pedopil" gumam kevin.
[Tuan bisa menjadikan dia teman, adik angkat, atau bahkan menjadikannya anak angkat. Dan selama ada System tuan akan selalu di hukum jika melakukan hal menjijikkan seperti itu.]
"Baiklah aku sudah berprasangka buruk pada mu maaf kan aku" gumam kevin.
"Eira ama yang kau lihat?" tanya kevin.
"Eira melihat ada banyak mayat perang di mana mana darah mengalir hingga membuat sebuah lautan yang terus terisi, Teriakan, penderitaan semua terjadi saat itu. Dan Eira melihat seorang laki-laki memakai mahkota kaisar, baju zirah mewah dan mahal serta milyaran pasukan di belakangnya. Ia sedang memangku seseorang sembari menangis hingga mengabaikan empat pedang yang menusuk punggung nya" jawab Eira.
"Apa maksud dari ini" gumam kevin.
"Eira takut" ucap Eira.
"Jangan takut aku akan mencegah hal itu terjadi aku janji" ucap kevin sembari menurunkan Eira dari pundaknya dan ia memeluknya.
"Aku benar benar bingung maksud dari apa yang di katakan Eira" gumam kevin.
...****************...
Di dalam fikiran kevin.
"Sepertinya perang itu semakin dekat" ucap kakek yu.
"Aku juga sangat yakin ayah karena sudah muncul tiga tanda dari 12 tanda yang tertulis di atas batu kuno" ucap golden yu.
"Kita hanya harus mempersiapkan kevin untuk masa depan" ucap kakek yu.
...****************...
"Pruk prok prok" suara tepuk tangan para warga yang senang melihat kevin telah sadar.
"Eira besok aku akan membawa mu bertemu Leonel" ucap kevin.
"Apa benarkah" ucap Eira yang tiba tiba terlihat sangat bahagia.
Kemudian kevin pun terjun ke bawah.
"Tap" suara kaki kevin yang menyentuh Tanah sangat lembut.
"Eira aku akan pergi sebentar kau bermain bersama mereka ya" ucap kevin sembari mengelus rambut Eira dan tersenyum.
"Baiklah" jawab Eira sembari tersenyum.
"Apa kalian baik baik saja" ucap kevin bertanya pada warga kota guang.
"Kami baik baik saja tapi seharusnya kami yang bertanya begitu" ucap salah satu warga.
"Hahahaha aku baik baik saja kemarin hanya kehausan tenaga" ucap kevin sembari tertawa.
"Baiklah mulai sekarang tempat ini sudah aman dan ku harap kalian akan hidup bahagia mulai sekarang, jika ada masalah maka beritahu aku terlebih dahulu dan aku berjanji pada kalian aku akan membantu apapun konsekuensi nya" ucap kevin.
"Tenang saja tuan kami pasti akan melawan orang orang jahat di masa depan" ucap warga tadi.
"Baiklah aku akan pergi untuk memerikan bagian depan" ucap kevin sembari terbang.
...****************...
Saat di benteng terlihat tetua Yo dan tetua yen sedang mengawasi para murid menumpuk mayat.
"Apa yang akan kita lakukan kepada mereka" tanya tetua Yo.
"aku juga tidak tau lebih baik kita menunggu keputusan dari ketua kevin" jawab tetua yen.
"Berapa banyak bandit yang kalian tawan" tanya kevin yang baru sampai.
"Kami menatap 4532 bandit dan dua orang jenderal yang menyerahkan diri" jawab tetua yen.
"Jadi begitu. Tolong beritahu para murid untuk bersiap siap kita akan pulang besok. Mayat mayat ini biar aku yang urus kalian telah lelah berperang kemarin jadi lebih baik beristirahat" ucap kevin.
"Baiklah" jawab mereka.
kemudian kevin melompat ke arah tumpukan mayat yang menggunung bahkan hampir melebihi tinggi benteng.
"Kakek apa kalian ada saran untuk para mayat ini" tanya kevin.
"Lebih baik kau kubur saja mereka, karena yang bersalah itu jiwa mereka bukan tubuhnya" ucap golden yu.
"Baiklah jika itu saran dari mu kek" ucap kevin.
"Seribu pedang" ucap kevin.
Lalu ia pergi ke sebuah halaman kosong dekat di hutan untuk menggali.
...****************...
Sore harinya terlihat kevin sedang duduk di sebuah batu sembari melihat kuburan para bandit.
"Aku harap kalian menyesal" gumam kevin yang terlihat sangat sangat kotor bahkan rambutnya yang berwarna putih perak berubah menjadi coklat.
"Sudah sore sekarang waktunya pulang dan mandi kemudian tidur" ucap kevin sembari terbang ke arah benteng.
...****************...
Saat malam tiba terlihat jalan jalan kota guang sangat terang dan meriah. Di alun alun kevin dan para murid serta tetua dan guru sedang makan seperti biasanya.
"Apa kau menyukai makannya?" tanya kevin yang duduk di samping Eira.
"Ini sangat enak aku belum pernah memakan daging seumur hidup hingga kali ini" jawab Eira.
"Maka mulai sekarang kau akan selalu memakan daging setiap saat jika kau mau" ucap kevin.
"Kevin kapan kita pergi ke istana kekaisaran" tanya tetua yen yang berada di samping Eira.
"Kita akan pergi lusa" jawab kevin.
...****************...