King System

King System
Episode 99



"Ternyata mereka sangat mesum seperti dugaan ku" gumam Aldi sembari mengelap pedang nya ke baju salah satu penjaga.


"Untung saja kau datang sangat cepat jika tidak aku akan di nodai oleh om om mesum" ucap murid wanita tadi.


"Siapa nama mu?" tanya Aldi sembari mengulurkan tangan ke arah murid wanita.


"Nama ku salsa" jawab salsa yang terlihat malu sembari menerima tangan Aldi lalu berdiri.


"Baiklah ayo cepat kita bakar tambang ini" ucap Aldi sembari berjalan ke arah pintu masuk tambang.


"Baiklah kita pakai jurus api secara bersamaan ke dalam tambang ingat arahkan ke dalam tambang" ucap Aldi sembari mengarahkan telapak tangannya ke pintu masuk tambang.


"Jurus api" teriak mereka.


Seketika muncul api dari tangan Aldi dan murid lainya dan api itu langsung melesat masuk ke dalam tambang.


"Kalian tetap di sini aku akan memeriksa jalan yang lain kalian jangan berhenti sampai aku memberi kan kode pada kalian apa kalian mengerti" tanya Aldi.


"Ya kami mengerti" jawab mereka.


Kemudian Aldi pun berlari sangat cepat ke arah tetua yen pergi tadi.


"Aku harap ini berhasil agar tidak ada yang terluka bahkan mati jika itu terjadi maka aku akan sangat malu jika bertemu dengan dirinya nanti" gumam Aldi sembari terus berlari.


Sementara itu di pintu masuk gua yang lain terlihat semua orang sudah siap dengan senjata mereka.


"Aaaaaaaraaaaaaa panas" teriak para bandit sembari berlari keluar.


"Bersiap bandit itu akan keluar" ucap liona.


"Crak" suara pedang yang menebas kepala.


"Aku dapat satu" ucap seorang murid sembari memegang kepala bandit yang baru ia bunuh tadi.


Lalu keluar lah ribuan bandit dari dalam tambang sembari berteriak kesakitan dan berlari sangat panik.


Tanpa di beri aba aba para murid pun langsung membunuh para bandit itu dengan sangat keji dan tiada ampun.


"Sepertinya mereka faham dengan apa yang ku maksud" gumam Aldi yang berada di belakang para murid yang sedang membantai para bandit.


"Tetua yen!" teriak Aldi sembari berlari ke arah tetua yen yang sedang berdiri menonton para murid melakukan pembantaian.


"Iya ada apa Aldi?" jawab tetua yen sekaligus bertanya.


"Sudah berapa ribu bandit yang di bunuh?" tanya Aldi.


"Kurang lebih sudah 15.000 ribu" jawab tetua yen.


"Baiklah ayo ikut aku ke pintu depan kita akan menyergap ke pintu depan aku yakin beberapa dari mereka pasti bisa menahan panas bahkan mungkin mereka bisa menahan nafas berjam jam" ucap Aldi sembari berlari ke arah pintu masuk utama ke tambang.


"Baiklah ayo aku akan ikut" jawab tetua yen sembari mengangkat Aldi dan terbang sangat cepat.


Saat di sana ia sangat terkejut karena melihat para murid telah mati menyisakan salsa sendiri yang sedang di ikat dengan pakaian robek.


Terlihat seorang pria yang sangat tinggi setinggi pohon pria itu tidak mengenakan pakaian hanya mengenakan satu kain yang menutupi ******** nya.


Pria itu sedang berdiri di hadapan salsa yang sedang terikat.


"Hei lepaskan dia dasar kau brengsek" teriak Aldi dari kejauhan.


"Ternyata dia menjadi komandan dari pasukan bandit di tempat ini" ucap tetua yen.


"Memang dia siapa?" tanya Aldi.


"Di bogong si tubuh besi dia adalah salah satu dari pemimpin bandit gunung fumi yang memiliki pangkat di bawah wata. Dia terkenal sangat mesum bahkan ia pernah memperkosa wanita satu desa secara bersamaan" jawab tetua yen.


"Ternyata kau adalah seorang bajingan!" teriak Aldi sembari melompat dan menyerang punggung bogong.


"Tang" suara pedang Aldi yang patah saat mengenai punggung bohong.


"Seberapa keras kulitnya ini" gumam Aldi sembari memandangi bogong yang sangat tinggi sembari memegang pedang yang sudah patah.


Kemudian bogong pun berbalik sembari tersenyum lebar ke arah Aldi.


"Anak muda yang bersemangat" ucap bogong.


Lalu bogong memukul Aldi.


"Gawat Aldi akan mati jika terkena serangan itu tapi aku juga tidak sebanding dengan dirinya" gumam tetua yen yang terlihat ragu.


"Buuguuugggggggggggg" suara tanah yang hancur.


"Aldiiiiiiiii!" teriak tetua yen sembari mengerahkan pedang nya kepada bogong.


Terlihat Aldi dan bogong di tutup debu yang sangat tebal.


"Kau berani menyerang murid kesayangan ku" teriak tetua yen sembari meneteskan air mata.


"Bruk" suara tubuh bogong yang jatuh.


"Apa yang terjadi?" gumam tetua yen yang terlihat sangat kebingungan karena melihat mayat bogong yang sudah jatuh dengan perut yang bolong sempurna.


"Apa kalian baik baik saja" tanya kevin yang yang tiba tiba sudah berdiri di depan mayat bogong dengan tangan yang penuh darah.


"Ketua sekte" ucap Aldi yang sedang memasang persiapan menangkis serangan dari bagong.


"Kevin bukanya kau berada di kota guang" tanya tetua yen.


"Aku merasakan firasat yang buruk oleh karena itu aku pergi ke sini" jawab kevin.


"Baiklah aku akan kembali ke sana jika ada yang menyerah tangkap mereka kita bisa menjulang mereka ke kaisar dengan harga tinggi" ucap kevin.


"Siap" jawab mereka


...****************...


Sementara itu di kota guang terlihat kevin dan para murid sedang tiarap di atas atap rumah warg dekat penginapan.


"Sepertinya para warga semua ketakutan karena para bandit aku belum melihat satu orang warga sana sekali di sini" gumam kevin.


"Kalian tolong sebarkan batu ini ke setiap gerbang hotel jangan sampai terlewat" ucap kevin sembari memberikan satu kantung penuh batu formasi yang telah di siapkan oleh kevin.


"Siap ketua" jawab mereka sembari salah satu murid menerima kantung dari kevin.


Lalu mereka pun pergi.


Beberapa menit kemudian.


"Ketua kami telah menaruh batu itu ke tempat yang kau perintahkan" Jun wang


"Baiklah sekarang kau bakar penginapan itu" ucap kevin.


"Siap ketua" jawab Jun wang.


Kemudian Jun Wang membawa beberapa murid untuk melaksanakan perintah dari kevin.


"Aku sudah membuat batu formasi perlindungan yang membuat keadaan di dalam formasi tidak akan di lihat dari luar dan yang berada di dalam tidak akan bisa keluar tanpa izin ku" gumam kevin.


"Ketua kami telah membakar penginapan itu" ucap Jun wang sembari memegang obor.


"Aktifkan formasi" ucap kevin sembari duduk sila dan ia menyatukan kedua tangannya.


Seketika muncul cahaya dari batu formasi yang telah di taruh mengelilingi penginapan hasrat. Lalu tiba tiba tempat itu menghilang saat formasi dari kevin telah jadi.


"Ketua apa yang harus kita lakukan selanjutnya" tanya Jun wang.


"Kalian cari para bandit yang berkeliaran di kota ini dan sebagian jaga di setiap gerbang jika ada bandit yang kabur maka bunuh saja mereka" jawab kevin sembari bangun dan melipat tangannya ke belakang.


...****************...


Bersambung.