
Kemudian Eira berjalan dan duduk di kursi.
"Sekarang umur Eira sudah sembilan tahun" ucap Turgut.
"Iya kakek" jawab Eira.
"Ambil ini, ini adalah hadiah dari kakek dan nenek mu" ucap Turgut sembari memberikan kalung berwarna perak dengan hiasan batu berwarna merah.
"Dulu sebelum nenek mu meninggal dia pernah berkata, berikan kalung ini kepada cucu perempuan ku yang paling berbakat dan juga paling baik. Karena kamu adalah cucu kakek yang baik dan juga berbakat maka kalung itu akan menjadi milik mu" ucap Turgut.
"Wah kalung ini terlihat sangat indah" ucap Eira sembari memandang kalung pemberian Turgut.
"Eira apa kau tidak memiliki senjata?" tanya Kevin.
"Senjata..? papa di gudang persenjataan sangat banyak dan tentu saja Eira punya karena Eira bisa mengambil dengan mudah" jawab Eira yang terlihat bingung.
"Para seniman beladiri atau kultivator pasti memiliki satu senjata atau item yang selalu di bawa dan menjadi senjata utamanya untuk melawan musuh. Senjata utama juga sering di panggil senjata utama" ucap Kevin.
"Sepertinya Eira belum memilikinya" ucap Eira.
Tiba-tiba Kevin mengeluarkan pedang berwarna biru mengkilap. Saat Kevin mengeluarkan pedang tersebut seketika keluar aura dingin dari pedang itu.
"Ini adalah pedang hati sejuk, pedang ini di buat. dari inti planet es yang di tempa selama 20.000 tahun, pedang ini memiliki masa yang sangat ringan dan juga dapat mengecil menjadi kalung. Pedang ini dapat mengeluarkan aura dingin sesuai keadaan hati pemilik. Jika pemilik sedang sedih atau marah makan pedang ini dapat mengeluarkan aura dingin. Dan ayah memberikan ini untuk mu karena ini akan sangat berguna untuk mu di masa depan" ucap Kevin sembari memegang pedang tersebut.
"Wah...!" ucap Eira sembari memegang pedang tersebut dengan mata yang bersinar.
"Baiklah, mama akan memberikan anting pemberian nenek mu" ucap niana sembari memasangkan anting berwarna emas dengan gambar mawar.
"Kakak Razin tidak memiliki apa-apa untuk di berikan kepada kakak, jadi Razin hanya bisa memberikan selamat" ucap Razin yang mulut seta tangannya telah kotor oleh bumbu makanan.
"Tidak masalah.. Terima kasih semuanya aku sangat senang mendapatkan banyak sekali hadiah dari kalian" ucap Eira sembari tersenyum.
Tiba-tiba Kevin menghilang.
...****************...
Di pantai dekat bekas ibukota kekaisaran Sulan.
"Uh, sangat sulit melewati lubang sekecil itu" ucap seorang lelaki yang memiliki tanduk di kepal, kulit berwarna biru, rambut berwarna pirang, dan terdapat beberapa tato di bagian wajahnya, serta gigi yang pajang di dan runcing.
"Tidak ini semua untuk Lord Adi" ucap lelaki itu sembari berjalan.
"Beritahu aku...! kau ingin mati dengan cara apa?" ucap Kevin yang tiba-tiba duduk di atas batu depan lelaki tadi.
"Aku tidak bisa melihat kultivasi miliknya dan dapat ku pastikan dia adalah seorang preman yang sok jagoan" gumam lelaki itu.
"Seharunya aku yang mengatakan itu" ucap lelaki itu.
"Kau di kirim oleh lord babi itu?" tanya Kevin.
"Beraninya kau mahluk sampah menghina lord Adi. Aku bisa membunuh mu hanya dengan satu jari ku saja. Kau dasar ras murahan, ras kutukan, ras paling hina di seluruh alam semesta..!" teriak lelaki itu sembari menerjang Kevin sangat cepat hingga tidak terlihat bayangannya.
"Seharunya aku yang mengatakan itu, dengan ranah mahayana kau ingin membunuh ku, walaupun itu jutaan atau triliunan orang seperti mu melawan ku, aku bisa memusnahkan kalian seperti aku meniup debu" ucap Kevin sembari menahan serangan lelaki tadi dengan jari kelingking.
"Hancur" ucap Kevin.
"Crak" suara tubuh lelaki tadi yang hancur hanya menyisakan otak sana.
Terlihat Kevin mengambil otak lelaki tadi yang berwarna hijau lalu Kevin menghancurkan otak itu.
"Kau berani mengusik wilayah ku maka kematian yang akan kau teriak" ucap Kevin sembari menatap tajam ke arah lautan.
Seketika terlihat miliaran pasukan yang mengepung benua tengah.
"Tidak ku sangka mereka memiliki seorang ahli formasi yang bisa membuka formasi tingkat sampah milik guru" gumam Kevin sembari berdiri.
"Saatnya pembantaian...!" teriak Kevin sembari tersenyum ke arah pasukan klan Tokor yang berada di hadapannya.
...****************...
Di rumah Kevin.
"Kakek ada banyak burung yang terbang di atas langit" ucap Razin sembari menunjuk ke arah langit yang telah di tutupi oleh pasukan klan Tokor.
"Gawat...! Semuanya siaga perang..!" teriak Turgut.
"Razin pergi ke dalam dan jangan pernah keluar sampai kakek atau ayah mu datang. Eira cepat bawa Razin ke dalam dan kau harus melindungi saudara dan mama mu" ucap Turgut.
"Siap kakek...!" jawab Eira sembari berlari menggendong Razin ke dalam rumah.
...****************...
Di pulau prajurit.
"Semuanya siap...! lindungi para warga, lindungi segalanya, lindungi tanah air kita...!" teriak Qi yu yang memimpin seluruh pasukan yang kini sedang berbaris menunggu perintah.
"Jumlah mereka sangat banyak" ucap Garp yang berdiri di samping Qi yu.
"Jumlah tidak menentukan kemenangan, namun yang dapat menentukan kemenangan adalah tekat yang kuat dan juga akal yang sehat" ucap Qi yu.
"Wah kata kata yang tidak berguna" ucap Tenggor yang telah berada di tubuh buatan yang memiliki ukuran yang sangat besar sebesar mobil bus.
"Qi yu amankan para warga terlebih dahulu" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Siap yang mulia" jawab Qi yu menggunakan telepati.
"Jun Wang bawa batalion mu untuk mengevakuasi warga" ucap Qi yu.
"Siap laksanakan...!" jawab Jun Wang.
Kemudian Jun Wang pun pergi.
Terlihat dari langit seorang lelaki yang menggunakan topeng yang menutupi seluruh kepalanya turun ke arah Qi yu.
"Apa kau pemimpin tempat ini?" tanya lelaki itu.
"Bukan dia, tapi aku" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul di samping lelaki itu sembari memegang kepala ras ikan.
"Beraninya kau....!" teriak lelaki itu.
"Semuanya bantai semau orang di sini...!" teriak lelaki itu.
Seketika muncul portal dari langit tepat di atas Kevin.
"Akhirnya mereka datang" gumam Kevin.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
ranah di novel King system.
penguatan tubuh
pengumpulan Qi
kesatria
prajurit
master
grand master
guru
tetua
raja
kaisar
penguatan jiwa dan roh
silver emperor
golden emperor
mahayana.
silver immortal
golden immortal
diamond immortal.
Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.
Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.
manusia
immortal
dewa
Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.
Ranah fana
Manusia fana
Penguatan tubuh
Penyempurnaan jiwa dan roh
Ranah immortal.
Immortal
Pengaturan enam Indra
Penyempurnaan raga
Ranah dewa
1.Dewa
2.Dewa perak
3.Dewa emas
setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.
Tingkatan ranah kultivasi jiwa.
Jiwa baru
jiwa menyatu
jiwa ahli
jiwa raja
jiwa kaisar