
Singkat cerita dua hari kemudian.
Di pagi hari.
Hujan turun begitu lebat.
Terlihat Kevin tengah duduk di sembari menghisap cerutu di bawah pohon.
"Hujan ini sangat deras walau kita di bawah pohon kita juga akan basah, lihat tuan Kevin duduk di bawah pohon dan seluruh tubuhnya masih kering" ucap Wei dong yang memperhatikan Kevin dari kejauhan.
"Kevin menggunakan aura untuk membuat pelindung di tubuh nya jadi ia tak akan terkena air, hanya orang yang berada di ranah tinggi yang dapat melakukan hal ini" jawab Yu Zhong yang tengah duduk di meja sembari makan.
"Mereka tiba" ucap Kevin sembari berdiri lalu berjalan ke arah rumah tempat Wei dong dan yu Zhong berada.
"Click.." suara pintu yang di buka.
"Mereka akan tiba cepat bersiap-siap" ucap Kevin sembari terus berjalan.
"Mereka..? mereka siapa..?" tanya yu Zhong yang kelihatan kebingungan.
"Anggota keluarga Wei yang kabur" jawab Kevin.
"Ooooohh aku lupa baiklah ayo Wei dong kita bersiap" ucap Yu Zhong sembari berdiri.
kemudian mereka pergi.
"Tuan mengapa kau ingin masuk dalam drama bodoh ini, bukankah kau bisa langsung menguasai dunia ini lalu pergi dari dunia dengan mudah tidak perlu seribet ini?" sun.
"Aku memang bisa melakukan itu, namun jika aku melakukan itu Razin tak akan aman saat naik ke atas, aku ingin mengumpulkan orang-orang yang dapat ku percaya dan membunuh orang-orang yang berbahaya" jawab Kevin.
"Semua ini kau lakukan untuk anak mu kau adalah ayah yang baik" ucap sun.
"Aku bukan ayah yang baik, ayah yang baik tak akan meninggalkan keluarganya hanya demi keinginan saja, aku bukan ayah yang baik tapi aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk melindungi mereka di balik tanggung jawab ku yang berat, aku akan selalu melindungi mereka" jawab Kevin.
"Kau adalah orang yang kuat karena memendam semua masalah sendiri" ucap sun.
"Aku adalah seorang pria tempat untuk berlindung adalah diri kita sendiri, kita tak boleh kelihatan lemah karena kita harus melindungi orang-orang yang kita sayangi" ucap Kevin.
"Sejak saat kau mengalahkan ku dengan mudah di dunia kekacauan di saat itu juga aku bertekad akan selalu bersama dengan mu, aku akan melindungi orang yang ingin kau lindungi dan aku akan mengorbankan nyawa ku untuk mereka jika perlu, pangeran Razin memiliki talenta dan bakat yang luar biasa dalam kurun waktu 10 tahun aku yakin dia akan memiliki kekuatan setara dengan ku" ucap sun.
"Anak ku akan memiliki kekuatan di atas kaisar dewa dia lah yang akan membawa perdamaian ke seluruh penjuru alam semesta saat ia di nobatkan seluruh alam semesta akan bersorak gembira bercampur tangis yang tak henti-hentinya" ucap Kevin.
"Para dewa telah bersikap sangat tidak adil kepada manusia dan para iblis selalu menindas kita, kita tidak boleh hanya diam dan pasrah kita harus melawan agar keturunan kita tidak merasakan apa yang kita rasakan" ucap Kevin.
...****************...
Singkat cerita saat malam hari di ruang makan yang memilik meja makan yang panjang.
Terlihat Wei dong Kevin dan yang lainya serta beberapa orang yang tak lain adalah anggota keluarga Wei yang kabur.
Kepala keluarga Wei dan juga jendral yu Bai tak nampak di jamuan itu, mereka tengah bersembunyi.
"Tak ku sangka kau dapat kita dapat selamat dari marabahaya" ucap seorang pria paruh baya memiliki kumis yang tajam berwarna merah, wajah nya sedikit keriput tatapan matanya tajam tubuh nya kurus.
"Paman Zhou dewa masih memberkati kediaman kita karena kita banyak berbuat baik kepada orang-orang" ucap Wei dong.
"Perkenalkan nama ku Yu Zhong, di samping ku adalah saudara ku Kevin" jawab yu Zhong.
"Kau adalah yu Zhong sang pembantai!" ucap Wei Zhou yang terlibat kesal sembari ia memegang gagang pedang nya yang berada di punggung nya.
"Paman tenang dulu...! dia adalah orang yang membantu ku menyelesaikan masalah" ucap Wei dong menghentikan paman nya.
"Baiklah maafkan aku saudara Zong karena lancang" ucap Wei Zhou sembari memberi salam.
"Tidak masalah aku memaklumi nya" jawab yu Zhong.
"Baiklah tanpa basa-basi lagi karena ayah telah mati karena hanya aku yang tersisa sebagai orang tua, maka aku akan mengambil alih jabatan kepala keluarga We" ucap Wei Zhou.
Seketika suasana menjadi tegang.
"Wei dong dia lah dalang di balik terjadi nya pembantai keluarga Wei, sisa keluarga Wei yang selamat telah ia bunuh hanya tersisa beberapa saja yang berada di empat perguruan yang di biarkan hidup karena ia tak bisa membunuh nya" ucap Kevin menggunakan telepati.
Terlihat empat orang bawahan Wei Zhou berdiri bersamaan sembari menarik pedang mereka.
"Keponakan ku aku ingin membiarkan mu hidup karena telah membangun kediaman keluarga kembali, bagaimana jika kau berikan adik ku Wei an menjadi budak ku maka aku akan melepaskan mu" ucap Wei Zhou sembari tersenyum dan menjilat bibir nya.
Seketika terpancar aura pembunuh yang kuat dari Wei dong.
"Dia memiliki niat pembunuh yang kuat" gumam Wei Zhou sembari menelan ludah.
"Bunuh semuanya biarkan keponakan ku hidup" ucap Wei Zhou sembari tersenyum.
"Empat orang ini berada di ranah gold immortal bintang dua" gumam Kevin.
"Paman ku pikir kau tak akan setidak tau malu ini, ternyata aku salah karena kau yang terlalu cepat ingin mati maka aku akan melayani nya" ucap Wei dong sembari berdiri.
"Gold immortal bintang tiga sejak kapan ia menjadi sekuat ini" gumam Wei Zhou yang terlihat terkejut.
"Sering...!" suara tebasan pedang.
Seketika empat bawahan Wei Zhou mati dengan kepala yang terputus.
"Penjaga itu..! berada di ranah Mahayana" gumam Wei Zhou sembari menatap penjaga yang berada di pintu dengan ketakutan.
"Empat orang dari kerajaan iblis mati dalam sekejap aku harus kabur dan segera melapor ke pada yang mulia ratu" gumam Wei Zhuo.
"Paman... awalnya aku tidak ingin membunuh mu, namun karena kau telah berniat buruk kepada adik ku, aku tak akan mengampuni mu..!" ucap Wei dong dengan nada yang terus meninggi sembari ia berjalan ke arah Wei Zhou.
"Keponakan ku... tolong maafkan aku ingat aku adalah paman mu aku mengurus mu saat kau kecil dulu" ucap Wei Zhou sembari mundur perlahan dengan ketakutan.
"Aku harus menjauh agar bisa menggunakan jimat teleportasi dan pergi menghadap yang mulia ratu" gumam Wei Zhou sembari memegang bagian belakang tubuh nya.
"Scark....!" suara tangan Wei Zhou yang terputus akibat serangan Wei dong yang tiba-tiba.
"Tangan kuuuuuuu........!" teriak Wei Zhou...
...****************...
Bersambung..