
"Alam atas memiliki luas wilayah yang sangat besar melebihi alam bawah, sekitar dua sampai empat kali luas alam bawah" gumam Kevin.
"Tuan kami telah menyiapkan tempat untuk anda tidur, silahkan ikuti saya" ucap seorang wanita sembari menunjuk ke arah rumah yang sebelumnya.
"Baiklah terimakasih atas keramahan kalian, aku pasti akan membalas kebaikan kalian" jawab Kevin setelah itu ia berjalan ke rumah tersebut.
Sesampainya ia di sana ia langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
Lalu ia melihat seorang wanita yang mengenakan pakaian putih tengah duduk di atas ranjang.
"Tolong keluar aku tidak menginginkan hal ini" ucap Kevin sembari membukakan pintu lebar-lebar agar wanita itu keluar.
"Aku tidak akan berselingkuh dari niana dan juga naina. Aku akui aku memang seorang bajing*n karena menikahi niana tanpa sepengetahuan naina, namun aku juga terpaksa melakukan itu. Dan aku tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi" gumam Kevin.
Terlihat wanita itu hanya diam saja dan tidak bergerak sedikitpun.
"Baiklah aku yang akan keluar" ucap Kevin sembari keluar rumah tersebut.
Terlihat warga desa tengah berdiri berkumpul di depan rumah.
"Aku tidak menyukai cara kalian memperlakukan ku, aku akan tidur di luar saja" ucap Kevin sembari berjalan pergi.
"Tuan apa anda tidak menyukai wanita yang kami pilihkan. Dia adalah putri saya dia merupakan wanita tercantik di desa yang selalu saya sembunyikan. Sebagai tanda terimakasih saya ingin memberikan putri saya kepada anda" ucap lelaki paruh baya yang sebelumnya.
"Wanita bukan barang yang dapat di berikan sebagai hadiah. Wanita itu adalah permata yang harus di perebutkan, aku tidak menyukai hal yang seperti ini" ucap Kevin sembari berjalan.
"Tuan apa anda menyukainya laki-laki, aku ada putra yang sangat tampan!" teriak seorang ibu-ibu mengejar Kevin.
"Aku bukan seorang brengs*k seperti tuan muda yang pernah kalian temui..! aku membenci akan hal ini" teriak Kevin sangat marah membuat gempa yang merobohkan seluruh rumah para warga di desa serta membuat beberapa pohon tumbang di hutan.
Terlihat semua warga sangat ketakutan hingga mereka tiarap dengan tubuh yang gemetaran.
"Maafkan aku, ambil semua uang ini untuk membangun rumah kalian kembali" ucap Kevin sembari melempar sekantung koin emas ke arah warga.
"Aku benci dengan orang yang menganggap wanita bagaikan barang yang tidak berharga sedangkan mereka memiliki ibu yang merupakan seorang wanita" gumam Kevin sembari berjalan.
...****************...
Di sebuah kamar terlihat seorang pemuda tengah meminum arak di atas meja.
"Bruk" suara rumah pemuda itu yang hancur akibat gempa.
"Siapa yang membuat gempa berkekuatan dahsyat seperti ini" ucap pemuda itu yang tiba-tiba berada di luar rumah yang telah roboh menjadi puing-puing.
...****************...
Keesokan harinya di desa tempat Kevin berada.
Terlihat Kevin tengah berkultivasi di atas pohon .
"Aku menyesal menahan tingkat kultivasi ku saat menyebrang, aku harus mengorbankan setengah aura ku dan aku memerlukan dua hari untuk mengumpulkannya lagi" gumam Kevin sembari turun dari pohon.
"Anak dari walikota kalian akan segera datang lebih baik kalian pergi berlindung" ucap Kevin berbicara kepada seorang kakek yang lewat.
Terlihat kakek itu langsung menunduk tidak berani melihat wajah Kevin.
"Sepertinya aku telah bersikap keterlaluan kemarin, mereka bahkan tidak akan yang berani Memandang wajah ku" gumam Kevin.
Terlihat dari kejauhan puluhan orang yang tengah terbang menggunakan pedang tebang, serta terlihat dua orang yang terbang tanpa pedang memimpin puluhan orang tadi.
"Mereka telah datang" ucap Kevin.
"Tuan lebih baik anda pergi, kami tidak ingin anda terkena masalah karena kami, biarkan kami yang menanggung semua ini" ucap kakek yang berada di depan Kevin.
"Siapa yang menghajar ayah ku!" teriak seorang pemuda yang tengah terbang tanpa menggunakan pedang di sampingnya berdiri seorang pria kurus berambut hitam dengan kumis dan juga janggut yang lumayan panjang.
"Memang aku yang menghajar pria tua pincang itu, tapi akan lebih baik jika kalian turun agar memudahkan kita saat berbicara" jawab Kevin.
"Kau tidak pantas berada sejajar dengan kami, guru ku merupakan tetua ke tiga sekte Huantian, dia berada di ranah penguatan jiwa dan roh . Kau tidak pantas berdiri sejajar dengannya" ucap anak kepala desa.
"Memang apa hebatnya seorang penguatan jiwa dan roh, bahkan dia tidak pantas menjadi tukang bersih-bersih di halaman istana ku" jawab Kevin.
"Beraninya kau menghina guru ku, semuanya bunuh sampah itu!" teriak anak kepala desa.
"Ku bilang turun!" ucap Kevin bersamaan dengan itu seketika semua orang yang terbang termasuk guru dari anak walikota jatuh tiarap di tanah tidak bisa bergerak.
"Aku tidak ingin berurusan dengan kalian, namun aku tidak bisa membiarkan kejahatan tetap berjalan. Aku membenci orang yang kejam walau aku termasuk dengan orang itu, namun yang membedakannya adalah aku menggunakan sikap kejam ku kepada orang jahat bukan orang lemah" ucap Kevin sembari berjalan ke arah tetua ke tiga sekte Huantian.
"Nama mu Yuan bai, kau berumur 59 tahun memiliki dua orang putri kau menikah dengan anak dari kepala sekte sebelumnya karena kau ingin menjadi tetua" ucap Kevin sembari berjongkok di hadapan tetua ke 3 alias Yuan bai.
"Dia bukan orang sembarang, tamat riwayat ku karena kebodohan murid ku sendiri" gumam Yuan bai.
"Hei kau panggil seluruh petinggi sekte mu, aku menunggu selam 5 menit jika kau terlambat maka aku akan meratakan sekte Huantian" ucap Kevin menunjuk kepada anak kepala desa.
Tiba-tiba ia langsung terbang sangat cepat menuju arah timur.
...****************...
Di sebuah tempat di gunung terdapat sekte bernama Huantian.
"Brak..!" suara anak walikota alias Chun menabrakkan tubuhnya ke pintu aula sekte.
"Ketua sekte tolong selamatkan guru ku, dia di tahan oleh seorang yang jahat, ia mengatakan para petinggi sekte termasuk diri anda tidak datang maka ia akan meratakan sekte" teriak Chun sembari berlari mendekati singgasana ketua sekte.
"Tunjukan jalannya" terdengar suara wanita.
...****************...
Di tempat Kevin.
"Aku berniat mengambil semua harta sekte mu karena aku tidak membawa uang yang banyak saat datang ke sini" ucap Kevin yang tengah duduk sembari memegang secangkir teh.
Tiba-tiba Kevin menoleh ke arah Utara kanannya.
"Stup!" suara pedang yang mengenai wajah Kevin.
"Beraninya kau merendahkan sekte ku!" teriak seorang lelaki bertubuh besar kekar berotot, ia memakai topeng panda.
"Duh mainan anak kecil" ucap Kevin yang terlihat baik-baik saja namun pedang nya yang hancur menjadi abu.
"Siapa penempa yang membuat senjata ini, benar-benar tidak berguna" ucap Kevin sembari menendang gagang pedang dan mengenai lelaki yang memakai topeng hingga kepalnya pecah.
"Tetua song!" teriak Yuan bai.
Kemudian terlihat tiga orang lelaki yang memakai topeng yang berbeda, ada yang memakai topeng macan, kuda, dan juga gajah. Lalu terlihat seorang wanita yang mengenakan cadar berdiri di depan memimpin tiga pria tadi.
"Yo ketua sekte Huantian Luo yi" ucap Kevin sembari menatap ke arah wanita tersebut.
"Kau yang membunuh tetua song!" teriak wanita itu alias Luo yi ketua sekte Huantian.
"Aku hanya menendang gagang pedangnya dan kepalanya pecah, aku tidak tau kalau ketahanannya sangat lemah, lagi pula dia yang menyerang ku terlebih dahulu" jawab Kevin sembari menaruh cangkir teh ke atas meja.
"Beraninya kau!" ucap tetua yang memakai topeng gajah.
...****************...
Bersambung