King System

King System
Episode 210 perjalanan paman Qiu 5



"Apa kau yakin mengatakan itu?" tanya Huang sembari menaikan kakinya ke atas meja.


"Ku beri peringatan, jauhkan kaki busuk mu itu mayat hidup!" ucap mister egg sembari tersenyum dengan mengerikan.


"Apa maksudmu?" tanya Huang.


"Kau adalah mayat hidup yang di bangkitkan" jawab mister egg.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika mengetahui aku adalah mayat hidup?" tanya Huang sembari menatap dengan marah ke arah Joni yang tengah mengintip dari balik pintu.


"Aku akan mencuri mu dan menjadikan mu mayat hidup ku!" teriak mister egg sembari memegang kepal Huang dengan ekspresi pesikopat.


"Hehehe... kau tidak bisa melakukan itu karena ilmu yang di miliki tuan ku lebih tinggi dari mu" ucap Huang sembari tersenyum ke arah mister egg.


"Ku beri satu kesempatan, minta ampun atau ku jadikan jiwa mu sebagai budak Huang!" terdengar suara Kevin sangat keras, bahkan semua orang di benua itu dapat mendengat suara Kevin.


...****************...


"Suara tuan muda" ucap paman Qiu sembari berbalik melihat awan yang tiba-tiba mendung.


"Kau benar ini suara yang mulia" ucap Riyan.


"Tuan muda sedang melakukan pesan suara, dan kemungkinan tuan tidak bisa melihat kita. Sepertinya ada yang mengganggu nya" ucap paman Qiu sembari memegang seember paha ayam.


...****************...


"Kau mendengar itu, bahkan jika raja mu datang ke sini dapat ku pastikan benua ini akan mengalami banjir darah" ucap Huang sembari tersenyum.


"Huh bagaiman bisa?" ucap mister egg sembari tiba-tiba melompat ke belakang.


"Joni..! kau memberikan berita palsu, kau mengatakan jika mereka tidak memiliki orang yang kuat!" teriak mister egg sembari melempar gelas ke pintu.


"Huang kau pukul kepal telur itu lalu kau masukan jimat yang berada di kantung mu. Kau harus melakukan ini dengan cepat karena kau tidak akan bisa mengalahkan master necromen" ucap Kevin menggunakan telepati.


"Aku tidak bisa teleportasi ke sana, karena aku sedang mager" ucap Kevin menggunakan telepati.


"Yang mulia anda istirahat saja ini adalah tugas saya sebagai budak anda, saya pastikan telur itu akan mati" ucap Huang.


Tiba-tiba paman Qiu telah berada di belakang mister egg.


"Stup... grak" suara kepala mister egg yang di pukul Huang hingga membuat kepalanya berkubang.


"Kau menemukan ku" ucap seekor monster yang memilik tubuh seperti otak dengan lendir di sekujur tubuhnya.


Mahkluk itu tersenyum ke arah Huang dengan sangat mengerikan.


"Sudah ku katakan buat telur itu lengah terlebih dahulu, karena jika tidak kau yang akan mati" ucap Kevin menggunakan telepati.


"Duak...!" suara kepala Huang yang di pukul menggunakan bangku oleh Joni.


"Apa yang terjadi padanya?" gumam Huang sembari menatap ke arah mata Joni yang kini berubah menjadi putih keseluruhannya.


Terlihat kulit Joni berubah menjadi hijau dengan urat-urat yang menonjol berwarna hitam.


"Cepat kau mundur pergi ke tempat yang jauh dari kota itu, karena kota itu adalah place milik telur itu" ucap Kevin menggunakan telepati.


(Place itu adalah tempat di mana master golden emperor berkuasa di mana hanya bisa di dapatkan jika memiliki unsur kekuatan yang sama dengan kultivator tersebut. Contoh kultivator elemen api akan mendapatkan place tempat yang panas seperti gunung berapi atau kawah lava dan lain-lain. Dan pemilik place ini merupakan penguasa mutlak dari tanah itu. Jadi tidak ada yang bisa memerintah atau mengatur tanah tersebut kecuali dengan seizin pemilik place.)


"Kau kini telah menginjak tanah kematian, yang mana dapat menimbulkan halusinasi dan juga penurunan kekuatan yang mana tidak akan kalian sadari, sekarang ke keluar datai ruangan itu lalu kau cari yang lainya dan pergi ke gunung. Aku hanya akan memberitahu hal ini saja dan sisanya adalah ujian kalian" ucap Kevin menggunakan telepati.


...****************...


Sementara itu di tempat paman Qiu dan yang lainya.


"Crak" suara kepala yang terpengal dari badannya.


"Apa yang harus kita lakukan...! mayat hidup ini kebal percuma kita membunuh mereka, mereka akan melakukan regenerasi dan mulai menyerang kita kembali!" teriak paman Qiu yang tengah berbaris membentuk lingkaran dengan yang lainya.


"Mereka mirip seperti prajurit yang di hidupkan yang mulia saat perang!" teriak Don sembari menusuk mayat hidup.


"Mereka berbeda!" teriak paman Bog.


"Apa bedanya!" teriak Tiger.


"Prajurit yang di bangkitkan yang mulia tampan dan juga gagah, sedangkan mereka sangat menjijikan, dan juga mereka itu lemah berbeda dengan mayat hidup yang di bangkitkan yang mulia" teriak Mugi.


"Apa kami boleh membantu?" tanya Jhon.


"Kau tetap di dalam, jika tidak kau akan mati kehabisan tenaga" jawab Riyan.


"Baiklah jika itu adalah keputusan kalian" jawab Jhon.


"Bruk..!" suara rumah-rumah yang tiba-tiba roboh.


Seketika semua orang menoleh ke arah rumah-rumah tersebut.


"Cepat lari, kita harus keluar dari kota ini untuk memulihkan energi, sebisa mungkin jangan gunakan Qi kalian karena akan membuat energi kita di serap lebih cepat!" teriak Huang yang tiba-tiba berlari dari arah rumah-rumah yang roboh itu.


Seketika semuanya pun berlari.


"Jangan katakan apapun" ucap paman Qiu sembari menggendong Jingmi di atas pundak sembari berlari.


"Kita harus pergi ke gunung itu!" teriak Huang sembari menunjuk ke arah gunung yang besar.


"Kalian tidak akan bisa kabur dari place ku!" teriak mister egg yang kini memiliki tubuh sangat besar dengan anggota tubuh terbuat dari mayat hidup.


"Lari ada telur yang bisa bicara!" teriak paman Qiu sembari berkati menambah kecepatan hingga menyusul Huang.


"Hei telur itu bisa kita makan!" teriak putih.


"Ku jamin kau tidak akan makan selama seminggu jika melihat apa yang berada di dalma telur itu!" teriak Huang.


Terlihat mereka hampir sampai di pintu gerbang.


Tiba-tiba paman Qiu berhenti.


"Jangan ada yang maju..!" teriak paman Qiu sembari melihat ke bawah tanah.


"Apa yang terjadi..? kenapa kau berhenti berlari?" tanya Huang sembari berhenti tepat di belakang paman Qiu.


"Kita akan mati jika melompat, aku bisa merasakan tarikan yang kuat dari lubang di depan kita" jawab paman Qiu sembari mundur perlahan.


"Jingmi apa kau baik-baik saja?" tanya paman Qiu.


"Dia tidak sadarkan diri karena kehabisan tenaga" ucap Huang sembari memegang kepala Jingmi.


"Apa yang terjadi?" tanya paman Bog dan yang lainya saat tiba di sana.


"Di depan kita ada lubang yang mana memilih daya hisap tinggi" jawab Huang.


"Hahaha mana ada yang begitu" ucap paman Bog sembari melempar mayat hidup ke arah lubang tersebut.


"Club" suara monster belut besar yang memakan mayat hidup itu.


"Huh!" teriak semua orang sembari jatuh tersungkur kebelakang.


"Monster itu sangat besar" ucap paman Bog.


"Untung saja kau melempar mayat hidup itu, jika tidak kita semua akan mati hanya dengan sekali ngap saja" ucap putih yang terlihat panik sembari memegangi dadanya.


"Apa saja yang di berikan oleh tuan muda?" tanya paman Qiu sembari berdiri dan menghadap mister egg yang terlihat masih jauh.


"Beliau mengatakan kita harus pergi ke gunung itu" jawab Huang sembari berdiri.


(Qiu yu mode serius on)


"Kalian melompat, aku akan menahan tekanan yang berada di sini" ucap Huang sembari menyayat jarinya dan ia membuat garis di dahinya menggunakan darahnya.


"Saat kalian telah tiba di sana kalian harus segera mengambil meriam dan juga bom" ucap paman Qiu.


"Jika kau dalam masalah yang mendesak hingga mengancam nyawa mu maka masukan batu ini ke dalam telur itu" ucap Huang.


"Tunggu apa kalian tidak khawatir dengan keadaan Qiu?" tanya Jhon dan Justin.


"Untuk apa kami khawatir dengan ya. Kau ikut saja dan jangan merendahkan kemampuan Qiu saat mode serius" ucap paman Bog sembari menepuk pundak Jhon dan Justin.


Kemudian paman Qiu mengeluarkan Roh penjaga miliknya mengakibatkan aura di sekita mereka berubah, yang awalnya memilik aura hitam pekat kini berubah menjadi putih menyejukkan.


"Wah... kau sangat keren" ucap paman Bog.


"Jangan menggoda ku, aku hanya bisa menahan ini selama beberapa detik saja" ucap paman Qiu dengan suara seperti tercekik.


Terlihat urat-urat mulai menonjol di sekujur tubuh paman Qiu.


"Jangan anggap ini seperti permainan, kita kini benar-benar berada di dalam bahaya" ucap Huang sembari mengendong Jingmi.


Kemudian merek pun melompati lubang itu dengan sangat cepat bahkan tidak bisa di lihat oleh mata.


"Woi hati-hati jangan sampai di makan belut" teriak paman Bog sembari melempat kepala paman Qiu menggunakan batu.


"Kahirnya kita keluar dari sana" ucap Huang.


"Bagaiman dengan keadaan Qiu?" tanya Jhon.


"Kau tenang saja, jika soal bersembunyi Qiu itu adalah orang terbaik di antara kami dan mungkin di seluruh dunia dialah yang terbaik" ucap putih.


"Selain pandai bersembunyi, dia juga merupakan orang paling cepat di antara kami, bukanya kau tadi melihat dia membalap Huang dengan sangat mudah sedangkan mereka memiliki perbedaan ranah" ucap Riyan.


...****************...


Bersambung.


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


pengumpulan Qi


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar