
"Bruk" suara kevin yang di tabrak.
"Aduh siap itu yang menabrak ku" ucap kevin sembari mengelus kepalanya yang terbentur karena jatuh.
"Siapa tadi yang menabrak ku" ucap kevin sembari melihat sekeliling.
"Loh kemana orang yang menabrak ku tadi. Kenapa di sini sepi" gumam kevin sembari melihat sekeliling.
"Lah kotak apa itu" gumam kevin sembari menatap tajam ke sebuah kotak yang bertuliskan tetes kan darah mu.
"Kotak ini terlihat mencurigakan tapi aku merasa tertantang untuk meneteskan darah ke kota itu" gumam kevin sembari memegang sebuah pisau di tangan kanan nya.
"Srat" suara kevin yang menggores tangan nya.
Lalu ia meneteskan darahnya ke atas kotak tersebut.
Tiba tiba kotak itu mengeluarkan asap lalu terbuka.Dan terlihat sebuah gulungan kertas yang di tengahnya terdapat cincin.
"Dari siap ini dan untuk apa" gumam kevin sembari mengambil kertas tersebut lalu ia membuka dan membaca.
(Kevin surat ini dari kakek tobi kau jangan khawatir para naga itu tidak bisa melihat tulisan ini karena yang mereka lihat hanya kertas kosong.
Aku hanya ingin memberitahu mu jika kau sudah berada di ranah immortal maka pergilah ke galaxy gumbo di sana kau harus menemui seorang lelaki bernama riki dan kau tunjukan cincin itu padanya.
Aku telah menyiapkan sesuatu untuk mu di sana.)
"Menyiapkan kan sesuatu apa itu" gumam kevin sembari memakai cincin dari kakek nya tobi.
Seketika surat yang di pegang kevin terbakar oleh api berwarna biru.
"Canggih aku bahkan tidak perlu repot repot membakar nya lagi" gumam kevin sembari memandangi kertas yang tengah terbakar dengan perlahan.
"Nak aku tidak tau siapa yang memberikan kertas jiwa pada mu tapi aku yakin dia memiliki uang yang banyak" ucap kakek yu di dalam fikiran kevin.
"Apa kakek membaca juga" tanya kevin.
"Tidak karena pengirim sudah menargetkan jiwa mu dan hanya dirimu yang bisa membaca dan orang lain hanya bisa melihat kertas kosong saja" jawab kakek yu dalam fikiran kevin.
"Oh jadi begitu memang berapa harga kertas ini" tanya kevin.
"Satu lembar kertas jiwa seharga satu koin rk" jawab kakek yu.
"Memang dengan uang itu kita bisa membeli apa" tanya kevin.
"Di alam semesta kita sudah tidak memakai koin emas di sana hanya memakai kristal sihir dan koin rk. Selain koin rk masih ada koin ra dan rs.
Satu rs\= satu miliar kristal sihir tingkat tinggi
satu ra\= 100 triliun kristal sihir tingkat tinggi
satu rk\= 1000 triliun kristal sihir tingkat tinggi.
Sepertinya orang yang mengirim surat itu adalah seorang kaisar galaxy" jawab kakek yu dalam fikiran kevin.
"Ya memang mahal karena untuk membuat kertas itu memerlukan pohon goblak yang memiliki kulit yang sangat keras bahkan seorang golden immortal perlu satu bulan untuk menebang pohon itu bahkan pohon goblak juga sangat langka karena memerlukan seratus tahun untuk tumbuh" jawab kakek yu dalam fikiran kevin.
"Jadi begitu pantas saja kertas ini sangat mahal. Oh iya apa kakek pernah mendengar tentang jenderal tobi dari kekaisaran Basman" tanya kevin sembari ia berjalan.
"Tentu saja aku tau dia adalah jenderal yang paling di segani di alam semesta. Ia pernah melawan 300.000 pasukan dari kekaisaran danluk hanya dengan membawa 10.000 pasukan saja dan yang paling hebat pasukan miliknya tidak ada yang mati. Ia sangat terkenal sering di juluki si otak emas karena semua strateginya tidak pernah gagal selain itu ia merupakan ketua dari suku monyet emas yang yang merupakan hewan tingkat surga peringkat 3 alam semesta" jawab kakek yu.
"Jadi begitu" ucap kevin.
"Kau tau ini dari siapa?" tanya kakek yu dalam fikiran kevin.
"Ini rahasia" jawab kevin sembari tersenyum.
"Baiklah jika itu adalah rahasia mu aku tidak akan bertanya lagi" ucap kakek yu dalam fikiran kevin.
...****************...
Keesokan harinya.
Terlihat semua orang sedang berkumpul di alun alun sekte Red fiyer.
"Kevin kami telah mengumpulkan informasi yang kau mau" ucap Qi yu sembari menggelar peta di meja.
"Jadi ada tiga markas yang di gunakan untuk tempat para prajurit berkumpul. Yaitu gunung fumi, kota guang, dan juga tambang kristal sihir di baisan. Mereka membagi pasukan menjadi tiga dan mereka menaruh pasukan di tempat yang mengarah ke sekte kita dan aku telah melihat pasukan mereka yang berada di gunung fumi telah bergerak ke kota guang kemarin" ucap Qi yu.
"Baiklah terima kasih dan kerja bagus" jawab kevin.
"Sekarang aku akan membagi para murid aku akan membawa setengah ke kota guang dan setengahnya kalian bawa ke tambang kristal di baisan kita akan berangkat malam ini" ucap kevin.
"Tetua yen dan tetua Yo kalian bawa kelompok 6 sampai sepuluh dan aku akan membawa kelompok satu sampai 5. Aku ingin misi ini berhasil jadi tolong arah ka ketua tim agar tidak terlalu egois atau terburu buru" ucap kevin.
"Kevin aku akan melakukan itu tapi kenapa kita tidak langsung menyergap pasukan wata yang sedang bergerak ke kota guang?" tanya tetua yen.
"Aku ingin mengambil medan yang bagus. Jika kita menyerang pasukan wata yang sedang bergerak maka otomatis pasukan yang berada di kota guang dan yang ada di tambang kristal kota baisan mereka akan waspada bahkan kemungkinan besar mereka akan mundur" jawab kevin.
"Iya aku setuju dengan strategi kevin karena kita akan kesulitan melawan pasukan wata yang sedang bergerak karena pasukan yang ia bawa itu ada 75.000 ribu pasukan yang sia bertempur dan di kota guang dan di tambang di sana ada 25.000 pasukan yang pastinya mereka sedang bersantai karena mereka yakin jika informasi penyerangan mereka tidak ada yang tahu" ucap Qi yu.
"Selain itu saat aku memantau kota dan tambang aku melihat para prajurit sedang berpesta sembari mabuk. Oleh karena itu aku setuju dengan rencana dari kevin" ucap Qi yu.
"Jadi begitu maaf kan aku karena telah meragukan strategi mu" ucap tetua yen.
"Tidak apa apa kau masih belum mengenal diriku dengan baik jadi aku memaklumi ini" jawab kevin.
"Sebenarnya selain aku ingin menguasai medan tempur aku juga ingin mencari bahan obat karena kota guang adalah tempat di mana para aklemis berkumpul. Jadi aku harus membuat rencana ku semulus mungkin agar tidak membuat keributan di sana nanti" gumam kevin.
"Baiklah aku tunggu kalian di sini nanti malam" ucap kevin.
...****************...
Bersambung.