King System

King System
Episode 218 Dewa petir



"Siapa kau..!" teriak paman Qiu yang tiba-tiba melompat menjauh dari orang yang memiliki tubuh putih bercahaya tanpa mengenakan apapun serta memiliki tubuh yang sangat besar melebihi ukuran tubuh Rin dan Ron.


"Tidak buruk sebagai keturunan ku" ucap pria tersebut sembari tertawa dan tersenyum ke arah paman Qiu yang terlihat sangat serius.


"Tuan jangan gegabah, dia memiliki kekuatan yang tak bisa kita kawan, bahkan jika aku dan Rin bekerja sama bahkan kami tidak bisa menyentuhnya" ucap Ron sembari memegang sabit hitam miliknya.


"Tidak ku duga ternyata aku bertemu dengan Rin dan Ron yang sangat terkenal sebagai pembasmi pasukan dewa dan Dimon Selayar" ucap pria itu sembari menatap tajam ke arah Rin dan Ron.


"Ron cepat lepaskan aku agar kita bisa bersatu untuk mengalahkan orang ini" ucap Rin sembari menatap tajam ke arah pria tersebut.


"Hhohohoho..! kalian ingin mengalahkan ku, itu mustahil saat ini aku menggunakan roh kekuatan ku untuk menghubungi keturunan ku karena dunia atas telah di segel" ucap pria itu.


"Dunia atas..? apa maksud mu dunia putih?" tanya Ron.


"Tepat sekali, aku berasal dari dunia putih" jawab pria itu sembari tersenyum.


"Aku tidak ingin berlama-lama di sini, cucu ku aku hanya ingin memberikan kekuatan ku pada mu, terserah apa yang ingin kau lakukan dengan kekuatan ini tapi yang penting aku telah melakukan kewajiban ku sebagai kakek buyut mu" ucap pria itu sembari menyentuh kepala paman Qiu.


Dan seketika tubuh paman Qiu berubah menjadi seperti pria itu namun tubuh paman Qiu berwarna ungu.


"Kalian tak perlu kenal aku, tapi kalian harus mengetahui nama ku, perkenalkan nama ku Raiden aku salah satu dari tujuh penguasa khayangan!" teriak Raiden sembari berputar seperti angin topan dan perlahan mulai dari kakinya menghilang.


"Huh apa yang terjadi" ucap paman Qiu yang tiba-tiba bangun ke dunia nyata.


"Akhirnya kau bangun" ucap paman Bog yang terlihat sangat senang dan bahagia.


"Tunggu sejak kapan kau memiliki tato petir di dahi mu?" tanya Putih.


"Haha tato petir?" ucap paman Qiu sembari meraba dahinya dengan wajah kebingungan.


"Apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang itu" gumam paman Qiu sembari melihat ke arah gelas berisi air dan ia melihat bayangannya dari sana.


"Raiden, siapa dia" gumam paman Qiu yang terlihat bingung bercampur panik.


"Apa Qiu sudah bangun?" tanya Huang sembari masuk ke dalam tenda.


"Sudah, tapi dia terlihat seperti orang yang ketakutan setelah melihat sesuatu yang mengerikan" jawab paman Bog sembari memakan apel.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Huang sembari memegang pundak paman Qiu.


"Aku baik-baik saja" jawab paman Qiu.


"Baiklah, lebih baik kita tinggalkan dia sendiri agar bisa istirahat dengan maksimal agar bisa melanjutkan perjalanan besok" ucap Huang sembari keluar dari tenda.


"Baiklah, Bog aku mendengar kalau puding buatan Jingmi sangat enak, aku ingin mencobanya tapi selalu tidak kebagian. Ayo minta dia untuk membuatkan kita puding" ucap Putih sembari keluar tenda.


"Baiklah, aku juga penasaran dengan rasanya" jawab paman Bog sembari keluar dari tenda.


...****************...


Di dalam alam bawah sadar paman Qiu.


"Apa kau mendengar apa yang ia katakan?" tanya Ron yang terlihat panik.


"Iya dia adalah Raiden raja dari kelompok petir di khayangan" jawab Rin.


"Aku mengetahui itu, tapi siapa yang bisa membuat segel yang menyegel tiga dunia, bahkan dewa khayangan, dan juga dewa iblis tidak bisa melakuakan itu" ucap Ron yang terlihat kebingungan.


"Apa jangan-jangan leluhur dunia abu-abu masih hidup" ucap Rin.


"Itu tidak mungkin, bukanya dia telah mati di bunuh leluhur iblis dan leluhur dewa" ucap Ron.


"Lalu siapa yang mampu melakukan itu jika buka leluhur, apa ada orang ke empat yang di ciptakan saat penciptaan awal!" teriak Rin yang terlihat panik.


"Kau ingat apa yang kita baca di ruang rahasia leluhur iblis" tanya Ron.


"Maksud mu ramalan perang akhir".


...****************...


Di tempat Las.


"Cepat ceritakan apa yang terjadi saat aku tidak ada?" ucap Las sembari melepaskan ikatan yang mengikat tangan serta kaki Himawari.


"Aku juga tidak tau, saat aku bangun aku sudah melihat satu pria besar yang memakai topeng, dan tiba-tiba dia mengikat ku" jawab Himawari.


"Apa dia melukai mu?" tanya Las.


"Tidak, dia hanya mengikat ku dan setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi karena mata, mulut, serta telinga ku di tutup menggunakan kain" jawab Himawari yang terlihat kesal.


"Sepertinya kita harus tinggal di sini sampai teman-teman ku kembali" ucap Las sembari berdiri.


"Memang mereka pergi ke mana?" tanya Himawari.


"Aku juga tidak tau tapi kemungkinan mereka pergi ke kota berikutnya, tapi aku tidak tau nama dari kota itu. tapi Josua pernah mengatakan kalau kota itu adalah kota militer kerajaan ini" jawab Las sembari merobohkan pohon.


"Apa maksud mu mereka pergi ke kota samurai" ucap Himawari.


"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya memang mereka pergi ke sana" jawab Las sembari memotong daun daun pohon yang ia tebang.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Himawari.


"Aku sedang membuat tenda" jawab Las sembari terus memotong daun daun.


"Apa itu tenda?" tanya Himawari.


"Tenda adalah tempat pelindung yang terdiri dari lembaran kain atau bahan lainnya menutupi yang melekat pada kerangka tiang atau menempel pada tali pendukung. ... Tenda banyak digunakan oleh tentara maupun sebagai tempat penampungan korban bencana alam dan secara umum tenda digunakan untuk tujuan rekreasi." jawab Las.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan" ucap Himawari.


"Bisa di katakan apa yang ku buat ini adalah tempat berlindung dari hujan, atau juga bisa di sebut rumah" jawab Las.


"Siapa yang mengajari mu semua ini?" tanya Himawari.


"Aku di ajari oleh yang mulia kaisar Kevin" jawab Las sembari memotong batang kayu menggunakan pedang.


"Memang tuan mu itu bisa melakukan apa saja?" tanya Himawari.


"Beliau bisa memasak, menempa, merakit senjata, membuat obat, melatih orang, membuat strategi perang, membangun kekaisaran, dan dia juga bisa melakukan semua hal" jawab Las sembari menyusun kayu yang telah ia potong.


"Kau beruntung memiliki raja yang mandiri seperti itu, sebenarnya aku sangat membenci raja ku, karena ia memiliki sifat yang sangat keras dan juga disiplin. Bahkan anak di umur satu tahun saja sudah di wajibkan makan menggunakan sumpit jika tidak dia akan di bunuh" ucap Himawari yang terlihat sangat sedih.


"Ya siapa suruh kau tinggal di kerajaan ini, bukanya tempat ini terlalu ketat seperti pakaian mu" ucap Las.


"Apa masalahnya dengan pakaian ku, dasar kau mesum!" teriak Himawari sembari melempar Las menggunakan ranting.


"Apa kau kita semua wanita itu menyukai menggunakan kimono" ucap Himawari sembari menutupi tubuhnya menggunakan tangan.


"Kimono apa itu..? aku tidak peduli, lebih baik kau gunakan jubah ku agar tidak dingin" ucap Las sembari melempar jubah bulu yang besar yang ia keluarkan dari cincin ruang, lalu ia melemparnya ke arah Himawari.


"Tubuh mu itu bagaikan permata, jangan kau umbar-umbar bagaikan itu tidak berharga. Seharunya kau menjaganya agar pria lain tidak melihat nya karena itu milik suami mu, dan hanya di yang boleh melihat nya" ucap Las sembari menaruh daun di atas atap saung yang telah ia buat dalam sekejap.


"Aku tidak menyukai wanita seperti itu, aku tidak membencinya tapi hanya tidak suka melihat wanita yang memperlihatkan belahan dada, serta paha mereka" ucap Las.


"Apa saat kita menikah kau tidak membiarkan aku melayani lelaki lain demi kekuasaan?" tanya Himawari.


"Ibu ku selalu di perlakuan seperti itu, dan aku takut aku juga di perlakukan seperti ibu jika menikah dengan lelaki makanya aku mengatakan kalau aku menyukai wanita" ucap Himawari.


"Sepertinya Las hampir berhasil mengambil hati Himawari" gumam Qi yu sembari memantau mereka dari kejauhan.


"Cinta adalah perasaan yang tidak bisa di jelaskan, cinta artinya memberi saat kita merasa senang saat memberi sesuatu kepada orang yang kita cintai maka itu tandanya cinta, aku belum memiliki perasaan itu terhadap mu tapi aku akan berusaha untuk mencintai mu. Aku dapat berjanji kalau aku tak akan meninggalkan mu dan aku berjanji akan selalu setia dengan mu. Maka terimalah aku menjadi calon suami mu" ucap Las sembari berlutut di hadapan Himawari lalu ia memegang tangan Himawari.


"Modus" ucap Himawari sembari menepis lalu ia pergi.


"Aku tidak memerlukan kata-kata aku memerlukan perbuatan" ucap Himawari sembari berjalan meninggalkan Las.


"Aku hampir berhasil mengambil hatinya, tapi ini akan menjadi sangat sulit" gumam Las sembari berjalan mengikuti Himawari


...****************...


Bersambung.


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


pengumpulan Qi


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar