King System

King System
peningkatan sekte 4



"Plak" suara wajah belia yang di tampar liona.


"Cuih dasar tidak tau diri. Sekarang coba kau lihat sekeliling mu coba kau perhatikan. Lagi pula paman mu hanya seorang guru" ucap liona sembari meludahi wajah belia.


"Kau berani sekali meludahi wajah ku dasar kau anak jenderal cacat" ucap belia sembari menatap tajam ke arah liona.


"Duak duak" suara wajah belia yang di pukul oleh liona.


Terlihat liona terus memukul wajah belia sampai tidak memiliki rupa.


"Dah cukup lebih baik kita bawa kepalanya ke pada ketua" ucap Jun wang sembari memegang pundak liona.


"Baiklah kalian bawa mayat sampah itu aku merasa jijik melihat dirinya" ucap liona sembari berjalan dengan raut wajah kesal.


"Aldi cepat bawa di aku baru habis mandi jadi tidak ingin baju ku kotor oleh darahnya" ucap Jun wang sembari berjalan meninggalkann Aldi dengan terburu buru.


"Ya sudah aku akan membawa nya" jawab Aldi sembari tersenyum.


...****************...


Sementara di rumah kevin.


Terlihat kevin sedang melihat peta benua tengah.


"Hmm tidak ku sangka ternyata benua tengah sangat luas" gumam kevin.


(Jadi benua tengah di bagi menjadi empat kekaisaran yang saling berperang.


Saat ini kevin berada di kekaisaran gong yang berada di timur. Kekaisaran gong memiliki 67 bawahan kerajaan yang sangat setia.


Di kekaisaran gong terdapat 18 sekte.)


"Saat ini aku berada di kerajaan Qian yang terkenal dengan rumah bordir yang sangat banyak. Dan sekte Red fiyer menjadi sekte terlemah yang akan segera di bubar kan oleh raja jika belum meningkat sampai pertandingan tingkat sekte 5 bulan lagi" ucap kevin.


"Hmm apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat sekte ini maju dalam waktu beberapa bulan" gumam kevin sembari berbaring di atas kasur.


"Kenapa kau tidak membuat pil meningkat saha" ucap Red dalam fikiran kevin.


"Hmm pil bagaiman cara membuatnya" gumam kevin.


[Apa tuan ingin membeli job master alkimia dengan harga 200 kristal sihir]


"Loh kok tambah mahal bukanya biasanya hanya puluhan ribu coin jiwa saja" ucap kevin.


[Job master alkimia itu sangat mahal karena salah satu Job tingkat atas. Di dunia ini setiap master alkimia selalu di hormati bahkan kaisar sekalipun.]


"Kek apa kau bisa melakukan alkimia" tanya kevin.


"Aku tidak bisa tapi White bisa. Dulu dua sangat terkenal karena dia bisa membuat pil tingkat tinggi dengan mudah dan cepat" jawab Red dalam fikiran kevin.


"Baiklah aku membeli job itu. Huh padahal biasanya job itu gratis tapi kenapa aku di suruh bayar dengan harga ratusan juta koin emas" gumam kevin.


[Mentranfer job memerlukan 2 hari]


"Ini memerlukan waktu yang lama" gumam kevin sembari bangun dan duduk bersila.


...****************...


Keesokan harinya.


Terlihat gamal dan para tetua sedang berkumpul di halaman yang di penuhi oleh tumpukan peti yang setinggi rumah.


"Apa yang akan kita lakukan kepada harta rampasan ini" ucap gamal yang sembari melipat tangan dan bersandar di pohon.


"Bagaiman jika kita bagikan saja harta rampasan ini" ucap tetua dyo.


"Apa kau ingin menjadi abu" ucap tetua yo.


"Bagaiman jika kita membunuh dia saja. Gamal apa kau akan ikut seharusnya kau marah karena jabatan yang di turun kan oleh kakek buyut mu tiba tiba di ambil oleh orang lain" ucap tetua dyo.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu" ucap tetua yen sembari berjalan pergi.


"Aku juga tidak ikut" ucap tetua yo sembari berjalan mengikuti yen.


Dan akhirnya di sana tersisa 5 tetua dan gamal.


"Coba kau bayangkan dengan harta rampasan ini. Aku yakin kau pasti bisa meningkatkan sekte ini dengan mudah" ucap tetua dyo sembari berjalan mendekati gamal.


"Maaf aku tidak akan melakukan itu" ucap gamal.


"Tapi coba kau lihat baru saja dia datang beberapa hari yang lalu dan ia sudah membuat masalah. Dan apa kau lupa tentang gong dang yang berada di ranah kaisar. Lebih baik kita kirim kepala kevin kepada nya agar ia tidak membalas kepada kita" ucap dyo.


"Itu benar jika gong dang datang sekte ini akan hancur. Lebih baik aku memberikan kepala kevin kepada gong dang agar ia mau melepaskan kami" gumam gamal.


"Tapi masalahnya kita harus membunuhnya bagaiman caranya agar kita berhasil tanpa terluka" tanya gamal.


"Kau tenang saja aku akan menyewa pembunuh bayaran. Tapi kita memerlukan 25 ribu koin emas untuk menyewa pembunuh tingkat elit" ucap tetua yo sembari mengelus peti.


"Kau tenang saja cepat kau sewa pembunuh bayaran tingkat master dengan harta rampasan ini" ucap gamal sembari menujuk ke arah peti emas.


"Baiklah aku akan melakukan itu" jawab tetua dyo.


"Dan kalian sisanya carilah tanaman Black blood" ucap gamal.


(Black blood adalah tanaman racun yang sangat mematikan.)


"Siap tuan" jawab mereka.


"Lihat saja kau telah mengambil sesuatu yang paling berharga dari ku. Kau akan mati" ucap gamal sembari memandang langit.


...****************...


Sementara itu di kamar Jun wang.


"Ah aku lelah" ucap Jun wang sembari berbaring di kasur.


"Bluk" suara pintu yang terbuka.


"Aldi bagaiman apa kau mendapat hadiah itu" tanya Jun wang.


"Tidak bukanya kau bilang jika tidak boleh menerima hadiah dari ketua" jawab Aldi sembari berjalan ke ranjang nya yang berada di samping Jun wang.


"Terus tadi kau taruh ke mana mayat jalang itu?" tanya Jun wang.


"Pada awalnya aku ingin memberikan mayat itu kepada ketua tapi karena di jalan aku melihat serigala yang kelaparan. Jadi aku memotong tangan belia lalu ku berikan kepada serigala tersebut tapi tanpa di duga puluhan serigala tiba tiba muncul. Karena aku kasihan pada segerombolan serigala itu jadi aku memotong tubuh belia dan aku bagikan kepada para serigala" jawab Aldi sembari meminum air.


"Ya wanita itu memang pantas menerima itu. Oh iya aku pernah mendengar jika belia mengunakan darah anak anak untuk mempercantik dirinya" ucap Jun wang.


"Aku tidak tau tapi aku pernah mendengar rumor jika belia menjadi sangat agresif kepada lelaki tampan dan ia selalu meniduri laki laki yang menurutnya tampan hingga mati" ucap Aldi sembari berbaring di kasur.


"Itu hal yang tidak mungkin lagi pula belia tidak pernah mendekati ku" ucap Jun wang.


"Ya mungkin karena dirimu jelek" jawab Aldi.


"Ya mungkin saja karena itu. Tapi menurut ku kau lebih jelek" ucap Jun wang.


"Dor dor" suara pintu kamar Aldi dan Jun wang yang di gedor


...****************...


Bersambung.