
Saya selalu autor meminta maaf sebesar-besarnya karena novel ini akan berhenti di sini dan saya merasa sangat menyesal karena telah mengecewakan ribuan pembaca yang menantikan novel ini untuk update.
Di karenakan kendala kegiatan sekolah dan juga saya harus part time sepulang sekolah karena keuangan keluarga yang sedang memburuk.
Saya benar-benar menyesal dan meminta maaf karena mengecewakan kalian semua. Karena saya mulai melupakan nama karakter dan juga kebingungan untuk melanjutkan lebih baik saya hentikan saja novel ini.
Alhamdulillah sekarang keadaan telah membaik dan saya akan fokus lagi dalam menulis namun bukan di karya ini namun di karya yang satunya lagi yaitu teleport system.
Mohon maaf semuanya saya mengecewakan kalian.
Untuk ending novel ini sebenarnya semua yang terjadi menimpa Kevin atau Arjun hanyalah mimpi Arjun saja yang koma karena terkena ledakan saat menjalankan mimpi.
Di ending cerita Kevin mati mengorbankan diri demi keselamatan seluruh keluarga dan alam semesta...
Salam ketua sekte, salam tetua agung" ucap Huantou sembari berlutut menghadap Suantou dan juga tetua agung.
"Salam" jawab Suantou dan tetua agung bersamaan.
"Apa ada seseorang yang datang membawa token ku kemari?" tanya Huantou.
"Kau menemui orang seperti itu di mana?" tanya Suantou.
"Kakak aku menemui nya saat berkunjung di kediaman keluarga Wei sembari melakukan perjalanan mencari tabib dan Aklemis" jawab Huantou.
"Ia memiliki kekuatan yang mengerikan bahkan aku tak dapat melihat ranah nya" ucap tetua agung.
"Kepala keluarga Wei yang mengatakan jika pria tersebut telah menyembuhkannya dan juga menyelamatkan
Tak ku sangka diri mu telah pulih hanya dalam waktu beberapa hari saja, kau telah mengembangkan ingatan dan juga raga yang kau miliki, sekarang kau sudah tak terlihat seperti monster lagi namun sekarang diri mu keliatan seperti seorang pangeran dari kerajaan besar" ucap Kevin sembari menepuk pundak pria itu sembari tersenyum.
"Siapa dia tuan?" tanya sun menggunakan telepati.
"Apa...! dia Xiao Lang..? bukankah dia terlihat seperti monster sebelumnya kenapa berubah menjadi pangeran tampan seperti ini, apa anda tidak salah orang?" tanya sun yang terlihat kebingungan.
"Apa yang terjadi pada mu..? mengapa kau sering sekali bertanya akhir-akhir ini, biasanya diri mu tak pernah bertanya seperti ini hampir semua hal kau tanyakan" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Yang mulia aku hanya penasaran dan sudah sewajarnya manusia memiliki sifat penasaran yang membuat mereka selalu ingin bertanya" jawab sun.
"Memang kau manusia diri mu adalah hantu" jawab Kevin menggunakan telepati.
"Dulu nya aku juga manusia sebelum mati" jawab sun.
"Terimakasih atas kebaikan anda wahai sang penerang jalan bagi orang-orang yang tersesat" ucap Xiao Lang sembari menundukkan kepalanya sembari memejamkan mata.
"Jangan terlalu formal, mari kita kembali ke kediaman keluarga Wei" ucap Kevin sembari menepuk pundak Xiao Lang kemudian Kevin pergi.
"Baiklah yang mulia" jawab Xiao Lang sembari berjalan mengikuti Kevin sembari ia menundukkan kepalanya.
Terlihat tanah yang awalnya tandus perlahan menumbuhkan rumput dan beberapa tanaman setelah di injak oleh Xiao Lang.
"Kau bisa melihatnya, langkah kaki seorang brahmana menghidupkan kesuburan" gumam Kevin.
"Wow itu benar-benar menakjubkan, apa anda dapat melakukannya?" tanya sun.
"Tentu aku bisa" jawab Kevin sembari tersenyum.
Perlahan rerumputan, tanaman, serta pohon-pohon yang di lewati Kevin layu dan menjadi debu lalu menghilang di tiup angin.
Tiba-tiba Xiao Lang berada