
Di saat siang hari terlihat semua orang sedang duduk berkumpul di alun alun kota. Terlihat hidangan hidangan yang sangat banyak berjejer hingga terlihat seperti ada acara pernikahan.
"Makanan ini sangat enak" ucap kevin sembari mengunyah makanan.
"Benar makanan ini memang sangat enak" ucap tetua yen.
Tiba tiba ada seorang warga yang datang menuangkan arak ke gelas kosong yang berada tepat di depan kevin.
"Apa yang kau tuangkan" tanya kevin.
"Ini adalah arak terbaik buatan kota ini" jawab warga desa tersebut.
"Aku tidak mau tolong buang" ucap kevin.
"Kenapa bukanya tuan masih muda dan bukanya kebanyakan tuan muda menyukai arak, sake atau minuman memabukkan lainya" ucap warga desa itu.
"Aku memang tidak suka karena minuman ini adalah akar dari setiap kejahatan" jawab kevin.
"Kenapa bisa begitu" tanya tetua yen.
"Saat kita mabuk kita tidak akan sadar diri. Dan dalam keadaan itu kita bisa saja memperkosa orang, memukul orang, mencuri, bahkan kita juga bisa membunuh orang yang tak bersalah hanya karena minuman ini" ucap kevin dengan nada tinggi sembari menujukan kendi arak tadi.
"Oleh karena itu mulai sekarang di sekte Red fiyer aku melarang adanya minuman, makanan, dan apapun itu yang memabukkan jika ada seorang murid yang ketahuan meminum atau memakan benda tadi maka aku sendiri yang akan mencambuknya sebanyak 80 kali" ucap kevin.
"Prok prok prok" suara tepuk tangan yang meriah.
Tiba tiba kevin melempar kendi tersebut ke langit dan ia membakarnya mengakibatkan sebuah ledakan kecil yang terlihat seperti kembang api.
Lalu mereka pun melanjutkan makan.
Setelah makan mereka pun melanjutkan memasang tombak di bawah parit.
"Tetua yen tolong kau buat atau cari sebuah wadah air yang sangat besar" ucap kevin sembari menancapkan tombak ke tanah.
"Memang untuk apa" tanya tetua yen.
"Tujuan utama ku adalah mengurangi pasukan wata jadi aku akan mengisi wadah itu menggunakan minyak tanah. Setelah mayat mayat menutupi ujung tombak maka kita akan menuangkan minyak tersebut dan membakar prajurit wata" jawab kevin sembari menepuk pundak tetua yen.
"Baiklah aku akan mencarinya" ucap tetua yen.
Setelah itu kevin pun melanjutkan pekerjaan nya dan tetua yen pun pergi mencari barang yang di minta kevin.
...****************...
Singkat cerita keesokan paginya di mana matahari masih belum muncul terlihat kevin sedang duduk di atas benteng sembari meminum secangkir kopi yang ia beli di toko System.
"Besok pagi akan menjadi hari di mana tanah akan menjadi merah, teriakan menjadi musik, membunuh menjadi kesenangan. System apa menurut mu aku akan naik ranah jika membunuh beberapa puluh orang lagi" tanya kevin sembari memandangi langit yang di penuhi bintang.
[Mungkin jika yang tuan bunuh berada di ranah petarung atau di atas nya.]
"Jadi begitu" ucap kevin setelah itu ia meminum kopi nya.
"Kini aku merasa seperti kalau hanya aku di dunia ini aku merasa kesepian. Walaupun aku belum lama pergi dari benua pinggir tapi sekarang aku sudah merindukan mereka terutama naina" ucap kevin tanpa sadar air matanya menetes.
"Andai saja waktu itu aku memiliki kekuatan yang cukup pasti sekarang aku sedang duduk berdua di sini menatap langit, Sungguh aku benar benar merasa sangat kesepian rasanya aku ingin terbang ke langit dan menjatuhkan diri ku ke tanah agar rasa sakit di hati ku ini hilang. Ingin ku meminum jutaan botol ramuan penyembuh tapi luka ini tidak akan pernah sembuh" ucap kevin sembari terus memukul dadanya.
"Aku merindukan mu!!!!!!!!!!" Teriak kevin sembari berdiri dan melempar cangkir.
"Aaaaaaaraaaaaaa aku merindukan kalian. Gusmo, naina, ayah, ibu, nenek. Aku benar benar merindukan kalian" teriak kevin sangat keras sembari menangis.
"Entah kenapa aku merasakan kalau hati ku kini terasa bolong atau ada sebuah celah yang membuat diri ku sangat sedih dan frustasi" gumam kevin.
...****************...
"Mereka akan segera datang kalian semua cepat sembunyi" ucap kevin sembari melihat menggunakan teropong.
"Mereka membawa delapan gajah dan ribuan kuda" ucap kevin.
Setelah itu para murid pin bersembunyi di tembok yang ada di atas benteng.
Tak lama kemudian wata bersama pasukannya pun datang dan mereka berhenti tengah tengah halaman luas yang berada di depan kota guang.
"Stup" suara kaki kevin yang menyentuh Tanah saat mendarat.
"Aku kevin ketua sekte Red fiyer ingin membunuh kalian" ucap kevin yang memakai mempo.
"Beraninya kau pasukan hancurkan kota itu!" Teriak wata yang duduk di atas sebuah kotak yang terlihat seperti gubuk yang berada di atas gajah.
Seketika semua pasukan wata pun menyerang.
Dan kevin pun melompat kembali ke atas benteng.
"Tunggu sedikit lagi" gumam kevin yang berdiri di atas atap menara yang berada di atas benteng.
Tiba tiba saat para prajurit wata sampai di dekat benteng tiba tiba mereka menghilang mengakibatkan 10.000 pasukan wata menghilang.
Dan sisa dari prajurit wata mulai mundur ke belakang.
"Sekarang!!" teriak kevin.
Dan dalam sekejap langit telah di penuhi oleh anak panah yang ujung nya terbakar.
"Aaaaaaaa, oookoaaa" suara teriakan para prajurit wata yang tumbang karena terkena panah yang langsung membakar tubuhnya saat anak panah menancap di tubuhnya.
"Apa yang terjadi" ucap Wata dengan wajah terkejut.
"Mundur!!!!!" teriak wata sangat keras.
"Majuuuuuuuu!!!!" Teriak kevin sembari melompat dan ia membagi tubuhnya menjadi delapan orang setiap bayangan nya berada di ranah raja bintang satu.
Kemudian para murid dan ketua pun melompat dari benteng dan mulai berperang membunuh pasukan wata yang kabur.
"Cepat kalian yang berada di atas gajah mari lawan aku" ucap tubuh kevin yang asli berada di tengah.
"Kau berani sekali!" teriak wata sembari terbang ke hadapan kevin dengan wajah merah, urat menonjol tanda kalau dia sangat marah.
Kemudian orang yang duduk di atas gajah mulai terbang ke belakang wata.
"Mereka berada di ranah kaisar bintang satu, dan wata berada di ranah kaisar bintang tiga" gumam kevin.
Kemudian ketua yen dan tetua Yo serta beberapa guru dan ketua yang berada di ranah raja pun terbang di belakang kevin.
Lalu kevin mengurangi bayangan nya menjadi lima dan masing masing bayangan berada di ranah raja bintang tiga kecuali tubuh utama kevin berada di ranah kaisar bintang dua.
"Usahakan bawa mereka hidup hidup" ucap kevin.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin kau jangan khawatir" jawab tetua yen.
"Kami ada 16 orang jika di hitung bersama dengan bayangan ku. kami harus melawan satu dari mereka dengan dua orang dari kami" gumam kevin.
...****************...
Bersambung.