
Kemudian kevin pun di kirim ke tempat pintu makam yan luo berada.
"Kenapa apa obor ini berwarna hijau" ucap kevin.
[Itu karena api itu sudah ter campur dengan jiwa manusia seperti api di lentera penyiksaan.]
"Oh jadi begitu memang siapa pemilik makam ini" ucap kevin sembari berjalan ke arah pintu.
[Pemilik makam ini berasal dari klan luo yang terkenal dengan kultivasi jiwa mereka.]
"Tunggu apa itu kultivasi jiwa" tanya kevin.
[Mereka adalah orang yang terus menempa jiwa mereka yang membuat jiwa mereka berkelana bahkan bisa mengambil tubuh orang lain. Saat ini kultivasi jiwa sudah sangat sedikit bahkan yang tersisa dari para kultivator jiwa hanya selembar buku yang berada di sekte pedang suci.]
"Oh jadi begitu. Kau tidak perlu melanjutkan cerita tentang yang lou lebih baik aku menyaksikan hidupnya sendiri" ucap kevin sembari memasuki pintu.
Tiba tiba semua menjadi gelap.
"Aku di mana" ucap kevin dengan suara pelan.
"Tuan muda kau telah bangun" ucap seorang kasim.
"System sekarang aku menjadi siapa" gumam kevin sembari mencoba duduk.
Terlihat System tidak merespon sedikit pun.
"Sepertinya aku harus berusaha seperti saat akan menjadi hado saat aku masih di dunia itu" gumam kevin.
"Tuan minum lah air ini" ucap kasim sembari memberikan segelas air kepada kevin.
"Terima kasih" ucap kevin sembari menerima gelas dari kasim tersebut.
"Klik" suara pintu yang di buka.
"Kau sudah bangun anak ku" ucap seorang lelaki dengan rambut panjang berwarna hitam bercampur putih uban dengan kumis yang terlihat tegak dan gagah.
"Salam kaisar" ucap kasim sembari bersujud ke arah kaisar tersebut.
"Kau boleh pergi aku ingin berbicara dengan anak ku" ucap sang kaisar yang tak lain adalah yan luo.
"Jadi dia adalah ayah ku" gumam kevin.
"yun apa kau baik baik saja" tanya kaisar yan luo.
"Iya aku baik baik saja" jawab kevin.
"Baiklah kamu harus istirahat aku janji akan mengajari mu teknik penarik jiwa dan roh saat kau sembuh" ucap kaisar yan luo sembari mengelus rambut kevin dengan wajah tersenyum.
"Baiklah ayah" jawab kevin sembari menundukan kepala.
"Baiklah ayah akan pergi. Kau istirahat lebih banyak" ucap kaisar yan luo sembari berjalan keluar.
"Sepertinya yan luo ini sangat menyayangi anak nya" gumam kevin sembari berbaring.
"Aku akan mencoba berlatih bersama dirinya" gumam kevin.
Kemudian ia pun tidur.
...****************...
Di sebuah ruangan yang gelap.
"Hehehehe ternyata dia telah datang" ucap seorang pria yang sedang duduk di depan sesajen dan sebuah mutiara besar.
"Jika tuan berkata seperti itu maka saya akan pergi memberitahu kaisar tentang ini" ucap seorang wanita yang memakai cadar yang sedang duduk di hadapan lelaki tersebut.
"Kau harus memberitahu dia soal kematian nya yang segera datang aku akan segera menyusul saat ujian anak itu selesai" ucap pria itu.
...****************...
Keesokan harinya.
Di kamar kevin.
Terlihat ia sedang bersemedi di atas kasur yang telah basah dengan keringat milik nya.
"Tuan hamba membawakan sarapan untuk anda" ucap kasim.
"Huuu" hembusan nafas kevin.
"Tolong taruh makanan nya di depan pintu saja" jawab kevin.
"Baiklah jika itu keinginan tuan hamba mohon undur diri" ucap kasim sembari bersujud di depan pintu kamar kevin.
"Sepertinya ada yang mengawasi ku" gumam kevin sembari menoleh ke arah sudut ruangan dekat dengan lemari dan pintu kamar mandi.
"Sepertinya dia adalah yan luo" gumam kevin sembari melanjutkan meditasi nya.
"Sepertinya anak ku bisa merasakan keberadaan sukma ku tanpa menggunakan kekuatan jiwa milik nya" gumam kaisar yan luo yang sedang duduk di singga sana nya.
"Sepertinya aku tubuh ku sudah pulih" gumam kevin sembari turun dari ranjang.
Kemudian kevin pun pergi untuk membersihkan diri di kamar mandi.
Setelah itu ia memakan makanan yang di bawakan kasim.
"Makanan ini lumayan enak" gumam kevin sembari makan.
"Yun apa kau sudah sembuh" ucap kaisar yan luo yang tiba tiba membuka pintu.
"Iya ayah aku sudah sembuh dan aku siap berlatih teknik penarik jiwa dan roh" jawab kevin yang terlihat sangat antusias.
"Itu masih terlalu jauh untuk belajar teknik itu yang harus kau lakukan sekarang adalah memperkuat jiwa mu agar saat diri mu menarik jiwa jiwa yang kau tarik tidak berbalik menyerang bahkan mengambil alih tubuh mu" ucap kaisar yan luo sembari duduk di ranjang.
"Jadi begitu" gumam kevin.
"Nah pakai kalung ini" ucap kaisar yan luo sembari memberikan kalung tengkorak manusia berukuran kecil berwarna hitam dengan permata berwarna merah di mata serta di dahi tengkorak tersebut.
"Terima kasih" ucap kevin sembari menerima kalung tersebut lalu ia memakainya.
"Uhuk" batuk kevin saat ia selesai memakai kalung tersebut.
"Tubuh serta jiwa ku terasa di di tekan dan di pukul menggunakan sebuah gada yang besar" gumam kevin sembari mencengkram dadanya sangat erat.
"Mulai sekarang kau harus memakai kalung itu hingga kau tidak merasakan efek penekan jiwa dari kalung tersebut" ucap kaisar yan luo.
"Baik ayah" jawab kevin dengan suara seakan ia sedang di teka atau di tindih dengan sesuatu yang sangat besar.
"Baiklah kau harus menyesuaikan diri dan besok pagi temui aku di lapangan" ucap kaisar yan luo sembari pergi keluar.
"Baiklah ayah aku akan datang besok pagi" jawab kevin.
"Dasar tua bangka sialan dia ingin menyiksa putranya sendiri" gumam kevin sembari berbaring.
"Nak aku terkesan dengan mu karena dulu saat ayah baru di pakai kan kalung itu ayah langsung muntah darah dan koma selama dua bulan. Dan dirimu hanya batuk dan hanya merasa tertekan saja" gumam kaisar yan luo sembari berjalan di lorong.
"Sungguh rasa ini sangat menyiksa ku rasanya aku ingin bunuh diri" gumam kevin sembari berguling guling di kasur.
"Kevin kau harus tahan ini adalah ujian untuk menjadi kuat" gumam kevin yang tiba tiba duduk.
"Lebih baik aku mencoba bermeditasi siapa tahu penyiksaan ini akan berkurang atau menghilang" gumam kevin sembari mengatur posisi.
...****************...
Keesokan harinya.
"Ternyata benar meditasi bisa mengurangi tekanan yang di berikan oleh kalung sialan ini" gumam kevin.
Kemudian ia pun turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan ke arah kamar mandi untuk mandi.
"Walaupun sudah berkurang tapi tekanan ini belum hilang dan tekanan ini membuat seluruh tubuh ku terasa sangat berat saat di gerakan" gumam kevin sembari mencoba berjalan normal.
"Sungguh dirimu akan menjadi seperti kakek di masa depan nanti. Kau akan melampaui ayah dan kau akan menjadi kaisar jiwa yang paling hebat dalam sejarah dunia ini" gumam kaisar yan luo yang sedang memantau kevin menggunakan rogosukmo.
...****************...
Bersambung.