King System

King System
Episode 234 raja Doren



"Kenapa bisa ada lelaki sepertinya di dunia ini" ucap Leonel yang berusaha menjauh dari sudake.


"Kita hampir sampai, aku dapat melihat kota di depan kita" ucap Chen yu.


"Ku harap kalian menjaga sikap di sana karena ibu kota memiliki peraturan yang sangat ketat. Bahkan jika ada yang buang angin sembarang akan di hukum kebiri" ucap walikota Sakamoto.


"Apa hanya buang angin ******** di potong..! sepertinya aku harus memotong kepala raja Doren" ucap Tenggor sembari mengeluarkan sebuah pisau dari cincin ruang.


"Walau dia terkenal sangat ketat tapi harus kalian ketahui dia sangat di cintai rakyatnya. Jika kalian melakuakan sesuatu yang bodoh aku dapat memastikan seluruh rakyat benua ini akan melakukan ritual mat" ucap walikota Sakamoto.


"Apa itu ritual Mat?" tanya Qi yu.


"Ritual Mat adalah ritual bunuh diri masal, kata Mat di ambil dari kata mati. Dan ritual ini akan menciptakan seekor monster yang memiliki kekuatan di atas ranah mahayana. Tugas monster itu adalah menjaga benua. Dan benua yang melakukan ritual ini akan menjadi tanah tandus kematian" jawab walikota Sakamoto.


"Sifat dasar yang di miliki setiap warga yaitu sifat dendam yang mendarah daging kami dapatkan dari leluhur kami yang di hianati oleh tiga benua pada awal masa kekacauan di mana tiga dunia di segel" ucap walikota Sakamoto.


"Sebelum yang mulia kaisar Yun Feng datang dan membuat kami berdamai. Kami selalu berperang setiap saat tanpa henti dan yang paling kuat di dunia adalah benua kami. Karena raja kami berada di ranah puncak mahayana" ucap sudake.


"Namun kejayaan itu hanya bertahan selama lima tahun dan kami jatuh dalam sekejap menjadi benua terlemah. Ini semua karena sifat licik dari tiga benua yang menggunakan cara curang untuk meracuni rakyat dan terpaksa untuk menyelamatkan jutaan orang raja kami menyerahkan nyawa sebagai gantinya tiga benua memberikan obat penawar" ucap walikota Sakamoto.


"Eksekusi di lakukan di ibu kota dan di hadiri oleh seluruh petinggi di dunia ini" ucap sudake yang terlihat sedih.


"Untuk mengenang jasa beliau kami membuat patung tanpa kepala namun memiliki postur dan senjata yang sama persis yang di gunakan raja. Kalian dapat melihat patung itu di alun-alun kerajaan" ucap walikota Sakamoto sembari menundukan kepala.


"Kenapa kalian tidak memasang wajah beliau?" tanya Qi yu.


"Ini dilakukan untuk melindungi keturunan dari raja agar tidak ada yang dapat mengenali keturunan langsung dari beliau" jawab walikota Sakamoto sembari memegang kalung emas.


"Dan kau adalah keturunan dari orang itu" ucap Bogu yu yang tiba-tiba bangun.


Seketika semua orang menoleh ke arah Bogu yu.


...****************...


Sementara itu di kekaisaran Indo atau benua tengah.


"Yang mulia akan segera kembali dalam waktu dua bulan..! kita harus memberikan kejutan untuknya agar ia menjadi senang" teriak Turgut yang berada di pulau prajurit dan terlihat jutaan prajurit tengah berbaris dengan


"Kalian telah bekerja keras selama satu bulan aku sangat menghargai kerja kalian selama ini dan aku memberikan kalian libur selama seminggu. Ku harap kalian akan menjadi lebih semangat lagi saat kita bertemu di minggu depan" ucap Junet.


"Siap holy Elder!" jawab semua prajurit sembari memberi hormat kenapa Junet dan juga Turgut.


"Baiklah kalian boleh Bubar" ucap Turgut.


"Kakek..!" teriak Razin sembari berlari ke arah Turgut.


"Hei apa yang kau lakukan di sini. Di sini membosankan lebih baik kau berada di istana saja" jawab Turgut sembari berlutut dan memeluk Razin sembari tersenyum.


"Razin merindukan ayah mana ayah akan pulang?" tanya Razin yang di gendong oleh Turgut.


"Ayah mu akan segera kembali. Razin harus bersabar Razin harus yakin bahwa bisa bertemu lagi dengan ayah mu" jawab Turgut sembari berjalan.


"Kakek Junet" ucap Eira yang berjalan perlahan ke arah Junet.


"Bolehkan anda mengajari saya bagaiman membaca huruf kuno benua tengah. Aku ingin membaca catatan kuno" ucap Eira.


"Tentu saja mari kita pergi ke bawah pohon agar lebih nyaman belajar" ucap Junet sembari tersenyum.


...****************...


Di istana Kevin.


"Tuan aku tidak dapat memutuskan apapun karena yang berkuasa di sini adalah suami ku bukan aku" ucap niana yang tengah duduk di singgasana Kevin ia menggantikan kedudukan Kevin sementara Kevin pergi.


"Namun yang mulia ratu. perusahaan saya memiliki reputasi yang sangat terkenal di benua ini tolong izinkan saya menjual anggur ke setiap kota di benua" ucap seorang kakek yang memiliki mata picek dan kumis putih melingkar.


"Apa kau buta hingga tidak bisa membaca undang-undang serta peraturan mutlak di kekaisarannya indo" ucap niana yang terlihat marah.


"Tapi kaisar sudah tidak kembali selama satu bulan apa anda yakin bahwa kaisar masih hidup" ucap pria itu sembari bangun tegap yang awalnya ia berlutut.


"Apa kau telah memiliki keberanian yang tinggi hingga kau berani mengatakan itu apa kau tidak takut aku menghukum mu" ucap niana yang terlihat sangat marah.


"Aku telah bekerja sama dengan empat pengusaha besar benua untuk menguasai kekaisaran. Dan kami memiliki tentara yang memadai lebih dari satu juta pasukan. Dan aku bisa membunuh kalian semua terutama anak mu" ucap pria itu sembari tersenyum.


"Setelah itu aku akan bermain dengan mu hingga puas" ucap pria itu sembari menjilat lidahnya.


"Crak" suara lidah pria itu yang di potong.


"Maaf ratu saya sun ketua tim bayangan" ucap sun yang kini tengah berlutut sembari memegang lidah pria tadi.


Tiba-tiba rombongan pria tadi mati satu persatu dengan kepala dan tubuh yang terpisah.


"Knyapa kaus beradas dis sinik" ucap pria itu yang terdengar tidak jelas.


(Translate kenapa kau berada di sini)


"Orang yang akan mati tidak perlu banyak bicara" ucap sun sembari mengikat kepala pria itu dengan sekejap lalu ia menyeret lelaki itu ke luar istana.


"Kau telah melakukan kesalahan yang besar, aku telah mengetahui semua yang kalian rencanakan. Kami adalah pasukan tersembunyi yang berada di balik layar panggung. Kami di latih untuk membunuh orang seperti kalian" ucap sun.


Sekejap muncul tiga orang di belakang sun yang tengah menggeret tiga pengusaha yang ingin memberontak.


"Bakar seluruh pasukan mereka aku ingin mereka menjadi abu dalam dua jam jika gagal maka bakar diri kalian bersama mereka" ucap sun sembari menoleh ke kanan.


"Siap jenderal"


"Kalian hanya mengetahui kalau prajurit kekaisaran Indo hanya tinggal ratusan ribu karena mati saat perang besar. Namun kalian salah bahkan tidak ada satupun pasukan yang mati saat perang itu" ucap sun.


Kemudian empat orang itu di gantung di atas gerbang masuk istana.


...****************...


Bersambung


mampir ke novel baru