
"Hei aku tidak bodoh, di sini siapa yang paling suka makan?" tanya Huang.
"Putih dan juga Bog" jawab Mugi.
"Putih memiliki insting yang kuat dan dia juga bisa langsung tau jika makana yang ia makan mengandung racun sedangkan Bog dia kebal karena setiap hari ia meminum satu tetes jenis racun setiap hari" ucap Huang.
"Jadi maksud mu kita menggunakan Putih dan Bog sebagai kelinci percobaan, dan kebetulan mereka setiap makan pasti duluan" ucap Riyan.
"Aku lelah, bukannya besok kau ingin bertemu dengan walikota sebaiknya kau menyiapkan apa yang harus di siapkan daripada kita membicarakan orang lain" ucap Tiger sembari berjalan pergi.
"Aku melupakan hal itu, aku duluan" ucap Huang sembari berjalan pergi.
...****************...
Keesokan harinya terlihat paman Qiu sedang berlatih di halaman dekat kolam ikan.
"Aku hanya ingin fokus ke kecepatan" gumam paman Qiu yang tengah berdiri tegak sembari mengangkat beban.
Terlihat keringat yang terus bercucuran keluar dari tubuh paman Qiu.
"Qiu aku akan pergi ke tempat walikota, kau pergi ke pasar untuk mencari informasi yang lebih detail soal raja Bull" ucap Huang sembari berjalan ke arah paman Qiu.
"Dan juga sebisa mungkin cari pembeli yang mau barang kita, karena sayang jika itu semua di buang" ucap Huang.
"Untuk apa membuang barang-barang yang masih bagus itu?" tanya paman Qiu yang kini tengah pull up di atas pohon.
"Ya karena kita tidak memiliki ruang yang cukup di dalam kapal" jawab Huang.
"Bukanya kita masing-masing memiliki cincin ruang" ucap paman Qiu.
"Oh iya aku melupakan soal ini, tapi kau harus tetap mencari pembeli agar kita mendapat uang dan kita bisa membantu keuangan kekaisaran yang mana akan mempermudah jalan yang mulia di masa depan" ucap Huang.
"Baiklah aku akan segera pergi ke pasar, demi tuan muda" ucap paman Qiu yang tiba-tiba salto dan berdiri.
"Setiap mendengar nama yang mulia pasti dia sangat bersemangat" gumam Huang sembari memandangi paman Qiu yang tengah berlari ke dalam penginapan.
"Tuan Huang, kita siap untuk pergi ke kediaman walikota" ucap Joni yang datang bersama Jhon dan Justin.
"Baiklah ayo kita pergi ke sana" ucap Huang.
"Baiklah mari ikuti saya" jawab Joni sembari menunduk.
Kemudian mereka pun pergi berjalan.
...****************...
Di kamar paman Qiu.
"Aku siap untuk pergi ke pasar" gumam paman Qiu sembari berjalan ke luar kamarnya.
"Clik" suara paman Qiu yang membuka pintu.
"Brak" suara Jingmi yang menabrak paman Qiu.
"Sebenarnya apa sih masalah mu..? kenapa kau selalu menabrak ku" tanya paman Qiu sembari membantu Jingmi berdiri.
"Maafkan saya, saya tidak sengaja karena terlalu terburu-buru jadi tidak melihat jalan" jawab Jingmi sembari berdiri.
"Lain kali kau harus hati-hati karena jika kau menabrak orang lain kemungkinan kau akan kena masalah besar, mungkin yang terburuk kau akan di paska melayani orang karena kau memiliki wajah yang sangat cantik" ucap paman Qiu.
"Maafkan saya, saya akan berusaha agar lebih hati-hati di masa depan nanti" ucap Jingmi.
"Hei Qiu ayo cepat kita pergi ke pasar!" ucap paman Bog yang berdiri di belakang paman Qiu di temani yang lainya.
"Ayo kita harus segera pergi supaya urusan ini cepat selesai" ucap Mugi.
"Baiklah, Jingmi apa kau mau ikut dengan ku pergi ke pasar?" tanya paman Qiu.
"Baiklah saya akan ikut" jawab Jingmi.
"Lagipula aku bosan jika hanya berada di tempat ini" gumam Jingmi.
"Baiklah ayo kita pergi" ucap paman Qiu.
...****************...
Di kediaman walikota atau kantor walikota.
Terlihat Huang sedang duduk di kursi.
"Orang ini sangat lama, aku sudah menunggu hampir setengah jam" gumam Huang sembari memperhatikan sekitar.
"Jika di lihat dari dekorasi kantornya, aku dapat memastikan kalau walikota adalah seorang yang tinggi, kekar, dan juga keras" gumam Huang.
"Maaf sudah menunggu lama" terdengar suara bersamaan dengan pintu yang terbuka.
Seketika Huang menatap ke arah pintu.
Terlihat seorang pria yang memiliki tubuh bulat, pendek dan juga memiliki suara yang lucu.
"Tunggu dia mirip seperti Kinder Joy namun memiliki kumis, aku mengingatnya saat aku melihat makanan yang di makan pangeran Razin" gumam Huang sembari menahan tawa.
Kemudian pria bulat itu berjalan ke arah kursi mewah yang berada di depan Huang.
"Hukh... hukh... permisi bisakah kau menolong ku?" ucap pria tadi yang tengah berusaha menaiki kursi yang tinggi.
"Oh...! baiklah aku akan membantu" jawab Huang sembari berdiri dan berjalan ke arah pria tadi, lalu ia membantu untuk duduk di atas kursinya.
"Terima kasih.. kau boleh kembali ke tempat duduk mu" ucap pria itu.
"Perkenalkan nama ku mister egg, aku adalah walikota di tempat ini. Ada perlu apa kau mencari ku?" tanya pria tadi alias mister egg.
"Aku ingin minta surat rekomendasi bertemu dengan raja Bull" jawab Huang.
"Aku baru mengetahui semalam Jiak ingin masuk ke ibukota memerlukan surat rekomendasi atau surat izin masuk yang di berikan oleh walikota tempat ia berada" gumam Huang.
"Aku tidak bisa memberikan itu karena aku tidak tau niat asli mu" jawab mister egg.
"Aku adalah seorang pedagang yang berasal dari tempat yang jauh, dan aku pernah mendengar kalau kota Huantian adalah kota gladiator. Dan mereka memerlukan pasokan senjata" jawab Huang.
"Jadi kau ingin menjual senjata ke ibukota?" tanya mister egg.
"Aku bukan hanya menjual senjata, tapi aku juga menjual padi, gandum, bahan obat, serta ramuan" jawab Huang.
"Aku ingin lihat Sempel dari barang-barang mu" ucap mister egg.
"Baiklah saya akan menunjukan ya kepada anda" jawab Huang sembari memegang cincin ruang miliknya.
Dia ia mengeluarkan semua Sempel barang.
"Pedang ini menakjubkan, dia kokoh dan sangat tajam berapa harga yang kau berikan untuk pedang ini?" tanya mister egg sembari memegang pedang.
"Pedang ini adalah pedang tingkat rendah namun memiliki kekuatan yang sama denan tingkat tinggi, pedang ini di buat oleh penempa terbaik di kerajaan saya, pedang ini tidak akan berkarat walau di cuci dengan air garam sekalipun. Pedang ini saya beri harga sama dengan pedang tingkat rendah namun di tambah satu koin emas" jawab Huang.
"Jadi maksud mu pedang ini memiliki harga 15 koin emas?" tanya mister egg.
"Ya anda benar" jawab Huang.
"Untuk pedang yang memiliki kualitas tinggi dengan harga murah ini adalah barang yang sangat bagus, baiklah aku penasaran dengan ramuan ini" ucap mister egg sembari memegang ramuan penyembuh tingkat rendah.
"Ramuan ini dapat menyembuhkan luka dengan sangat cepat atau bisa di bilang juga dengan instan" ucap Huang.
Beberapa saat kemudian setelah Huang menjelaskan.
"Jadi apa anda bersedia memberikan surat izin dan juga rekomendasi?" tanya Huang.
"Aku datang bersama 15 orang dan juga 500 pasukan, Jiak di tambah dengan ku maka kami ada 516 orang" jawab Huang.
"Baiklah aku hanya perlu membuat surat izin pedagang, jadi aku tidak perlu membuat surat izin untuk masing-masing untuk kalian" ucap mister egg.
"Baiklah saya tidak keberatan" jawab Huang.
"Siapa nama pemimpin mu?" tanya mister egg.
"Yang mulia agung Kevin yu" jawab Huang.
"Apa kau yakin?" tanya mister egg.
"Sudah ku duga keramahan ini mencurigakan" ucap Huang sembari berdiri.
"Kau berada di wilayah raja Bull dan sekarang pemimpin mu adalah raja Bull, jadi semua barang yang kau miliki kini menjadi milik raja Bull termasuk kapal yang kau miliki" ucap mister egg.
"Terima kasih Joni karena telah melaporkan semuanya" ucap mister egg
****************
Bersambung.Bersambung.
****************
****************
****************
ranah di novel King system.
penguatan tubuh
pengumpulan Qi
kesatria
prajurit
master
grand master
guru
tetua
raja
kaisar
penguatan jiwa dan roh
silver emperor
golden emperor
mahayana.
silver immortal
golden immortal
diamond immortal.
Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.
Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.
manusia
immortal
dewa
Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.
Ranah fana
Manusia fana
Penguatan tubuh
Penyempurnaan jiwa dan roh
Ranah immortal.
Immortal
Pengaturan enam Indra
Penyempurnaan raga
Ranah dewa
1.Dewa
2.Dewa perak
3.Dewa emas
setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.
Tingkatan ranah kultivasi jiwa.
Jiwa baru
jiwa menyatu
jiwa ahli
jiwa raja
jiwa kaisar