
Di alun alun kota terlihat Kevin dan yang lainya sedang berkumpul.
"Jadi apa kalian melihat ada pergerakan dari kekaisaran Sulan?" tanya Kevin.
"Kekaisaran Sulan hanya berdiam diri mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Dan saat kami hampir tiba kami melihat ratusan ribu pasukan dari kekaisaran Gong yang di mimpin oleh kaisar Sun yun sendiri. Aku melihat ada dua silver emperor yang berada di belakang kaisar Sun Yun serta puluhan ranah kaisar. Perkiraan ku mereka akan tiba di kota dua hari lagi jika di lihat dari kecepatan pergerakan mereka" jawab Qi yu.
"Bagaimana Budi apa kau membawa sebuah berita?" tanya Kevin.
"Tuan saya mendapatkan kabar kalau baru baru ini ada ribuan ras baru yang memiliki campuran ikan. Mereka semua pergi ke ibu kota kekaisaran Sulan" jawab Budi.
"Jadi begitu" ucap kevin.
"Sekarang aku hanya memiliki beberapa ratus pasukan mayat hidup. Saat perang melawan kaisar sun Yun nanti aku akan mengubah seluruh pasukannya menjadi mayat hidup" gumam Kevin.
"Tunggu campuran ikan. Jangan jangan mereka adalah ras siluman ikan" ucap Chen yu.
"Apa itu benar bukanya mereka telah menghilang saat klan Tokor di musnahkan" ucap Bogu yu.
"Tunggu saat ada penyebaran virus di kota ku.. orang yang menyebar virus itu berteriak klan Tokor akan bangkit sebelum aku membunuh nya" ucap kaisar Turgut.
"Sepertinya klan kematian itu benar benar akan bangkit" ucap kaisar Junet.
"Kalian benar klan Tokor akan segera bangkit oleh karena itu aku membuat kota guang mengapung di udara. Saat ini kita harus memperkuat diri dan pasukan" ucap Kevin.
"Kau benar jika saja kau tidak melakukan itu maka klan Tokor bisa membuat portal dari air di kota mu" ucap Tenggor.
"Untuk saat ini aku meminta kaisar Turgut dan junet untuk mengambil seluruh harta kalian. Agar aku bisa membuat beberapa pulau terapung lagi untuk warga serta pasukan kita" ucap Kevin.
"Memang diri mu memerlukan berapa banyak harta untuk membuat kota Guang mengapung" tanya kaisar Junet.
"Aku perlu 50.000 kristal sihir tingkat tinggi" jawab Kevin.
"Aku memiliki 500.000 kristal sihir dan aku akan memberikan itu semua pada mu" ucap kaisar Turgut.
"Kalian ambil saja dulu uang kalian. Aku akan menunggu sembari melatih para prajurit karena musuh kita sangat kuat" ucap Kevin.
"Baiklah aku akan pergi sekarang" ucap kaisar Junet.
"Qi yu dan Chen yu kalian kawal kaisar Turgut dan kaisar Junet untuk pergi. Aku takut saat di jalan kalian akan di sergap oleh para ras siluman ikan itu" ucap Kevin.
"Siap" jawab Qi yu dan Chen yu secara bersamaan.
"Las kau ikut aku. Tetua Yen tolong kau siapkan kamar untuk Tenggor dan Budi serta Las" ucap Kevin.
"Siap ketua sekte. Mari ikut aku kemarin aku telah menyiapkan kamar untuk kalian" ucap tetua Yen.
Kemudian mereka pun bubar.
...****************...
"Tuan kita akan pergi ke mana" tanya Las sembari berjalan mengikuti Kevin.
"Aku akan menumbuhkan sayap mu lagi" jawab kevin sembari jalan dengan tangan di lipat kebelakang.
"Bukanya ini tidak mungkin" ucap Las.
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kecuali ada dua tuhan" ucap Kevin sembari mempercepat langkahnya.
Kemudian mereka berhenti di sebuah gubuk kayu yang sangat tua dan hampir roboh.
"Buka" ucap Kevin seketika pintu gubuk itu pun terbuka dan anehnya di dalam gubuk itu terlihat sebuah altar yang di kelilingi parit yang berisi air berwarna hijau.
"Ini tidak mungkin bukanya itu adalah altar pembangkit ras Kaja" gumam Las dengan wajah terkejut.
"Kau jangan terkejut, cepat masuk" ucap Kevin sembari masuk ke dalam gubuk di ikuti oleh Las.
"Tunggu bukanya untuk melakukan upacara pembangkitan di perlukan darah dari Kaja suci" ucap Las.
"Cepat kau duduk" ucap Kevin.
"Baiklah" jawab Las sembari berjalan dan duduk di tengah altar.
"Apa kau akan selalu setia pada ku saat kau menumbuhkan sayap baru" tanya Kevin sembari memegang sebuah kantung.
"Tentu saja aku berjanji pada langit dan bumi kalau aku akan tetap setia pada mu bahkan jika aku memiliki anak aku akan membuat mereka setia pada mu hingga keturunan ku yang terakhir" ucap Las sembari membuat sayatan di bagian pergelangan tangannya.
Saat darah Las jatuh ke atas altar seketika altar itu mengeluarkan huruf-huruf aksara yang aneh berwarna putih bercahaya.
"Mulai sekarang aku mengangkat mu menjadi jenderal angkatan udara yang akan melindungi kawasan ku dari udara dan juga kau dan keturunan mu akan menjaga keturunan ku hingga akhir hayat mereka" ucap Kevin sembari membakar kantung yang ada di tangannya.
Lalu Kevin pun berjalan ke dalam altar.
Tiba tiba Kevin membuat sayatan di dahi Las dan ia meneteskan darahnya serta cairan merah yang keluar dari kantung saat terbakar.
Seketika mata Las langsung bercahaya dan secara perlahan keluar sebuah tonjolan di punggung nya.
Dan dalam sekejap tumbuh sayap burung merpati berwarna putih perak dengan campuran emas di beberapa helai bulunya.
"Ras suci Kaja telah terlahir!.." teriak Kevin sembari menatap langit dan meregangkan kedua tangannya.
...****************...
Singkat cerita saat malam hari terlihat Kevin sedang merokok di atas atap sembari ngopi.
"Aku berhasil membangkitkan legenda ras suci Kaja" ucap Kevin sembari tersenyum ke langit dengan sedikit tertawa.
Tiba tiba muncul sebuah mahkluk air berbentuk setengah manusia di depan Kevin.
"Apa yang kau ingin kan?" tanya Kevin yang terlihat santai.
"Jenderal belius meminta kau untuk menyerah dan jadilah bawahan jenderal belius yang mulia" ucap mahkluk itu.
"Hahahaha.... Memang siapa jenderal belius itu?.." tanya Kevin.
"Dia adalah jenderal klan Tokor yang paling mulia dan kuat yang berada di ranah mahayana. Kau seharusnya gentar saat mendengar namanya" ucap mahkluk itu.
"Hahaha... aku harus takut mendengar nama dari seekor ikan yang biasanya ku makan" ucap Kevin sembari tertawa.
"Apa kau berani menghina jenderal belius yang mulia dan perkasa!.." Teriak mahluk itu.
"Banyak omong" ucap Kevin yang tiba tiba duduk dengan wajah serius yang terlihat sangat mengerikan.
Seketika mahkluk itu meleleh.
"Ada ada saja ikan ingin membuat ku takut" ucap Kevin sembari menyalakan rokok dan ia turun ke bawah.
...****************...
Sementara itu di aula kekaisaran Sulan terlihat jenderal belius sedang duduk di atas singgasana kaisar Harald. Serta terlihat kaisar Harald sedang bersujud di hadapan jenderal belius.
"Uhuk uhuk uhuk" suara seorang kakek tua yang tengah batuk darah.
"Apa yang terjadi pada mu tetua blong?" tanya jenderal belius dengan wajah marah.
"Orang itu memiliki kekuatan serta jiwa di atas kita semua" ucap kakek itu dan seketika ia mati.
...****************...
Bersambung