
"Aku ingin kau memodifikasi tubuh mayat hidup ku agar terlihat lebih sempurna aku tidak ingin anak-anak menjadi takut saat belajar buat dia setampan mungkin" ucap Kevin sembari masuk ke dalam kamarnya.
...****************...
Keesokan harinya.
Terlihat Kevin, Yu Zhong, dan juga Dujuan tengah berkumpul bersama para warga yang ingin berpamitan.
"Aku akan pergi namun tidak tau kapan akan kembali, keamanan kalian telah terjamin karena Kevin telah membuat pelindung untuk kota ini. Fasilitas umum telah di bangun mata pencaharian telah kalian dapatkan. Aku hanya ingin memberitahukan jika kalian harus tetap rukun masalah yang paling berbahaya adalah masalah internal jika kalian berkelahi maka kota kita akan hancur" ucap Yu Zhong.
"Aku hanya ingin mengatakan jangan sampai kalian melakukan perbuatan jahat Kembali, di luar kota Samanda kebanyakan dari kalian adalah seorang penjahat yang di incar berbagai kerajaan dan berbagai kota. Namun aku memandang kalian sebagai rakyat biasa jika kalian melakukan kejahatan di dalam kota ini maka tanah ku ini yang akan langsung membunuh kalian" ucap Kevin.
"Jak aku menitipkan kota ini kepada mu, kau harus memimpin kota ini dengan baik selama aku pergi kau jangan biarkan orang lain mengacaukan kota ini" ucap Yu Zhong.
"Walau aku tidak berguna dalam tim tapi aku juga memiliki beberapa nasihat untuk kalian, jangan makan terlalu banyak" ucap Dujuan.
"Stup!" suara kepala Dujuan yang di pukul oleh yu Zhong.
"Bodoh bahkan dari mereka ada yang tidak bisa makan. Nasehat mu itu tidak berguna dasar kau bocah gendeng" ucap yu Zhong menggunakan telepati.
"Maaf kan aku, aku tidak mengetahuinya lagi pula mereka terlihat sehat dan beberapa ada yang gendut. Aku tidak mengetahuinya maaf kan aku" jawab Dujuan menggunakan telepati sembari memegangi kepalanya.
"Ambil lah satu orang satu biji batu sihir tingkat rendah, anggap saja itu sebagai model kalian untuk memukai bisnis atau yang lainya. Setelahnya kalian harus mengumpulkan uang sendiri" ucap Kevin sembari menaruh sekantung besar batu sihir tingkat rendah di hadapan seluruh warga.
"Kami akan segera berangkat, Jak bagikan kepada yang lain setiap orang mendapat 1 aku telah menghitungnya. Jika kalian ada yang curang maka kalian akan langsung mati" ucap Kevin.
"Saya akan membagikannya dengan merata anda jangan khawatir tuan Kevin" jawab Jak.
"Baiklah kami pergi terlebih dahulu" ucap Kevin.
"Selamat jalan tuan Yu Zhong, tuan Kevin, dan tuan Dujuan!" teriak para warga sembari menunduk ke arah Kevin dan yang lainya.
"System kirim kami ke dalam ibu kota kekaisaran kirim kami ke tempat yang berada dekat dengan penginapan" gumam Kevin.
"Teleportasi ke ibu kota kekaisaran timur muncul di depan hotel bunga tulip" ucap system.
Terlihat Kevin, Dujuan, dan juga yu Zhong menghilang dalam sekejap.
...****************...
Di sebuah kota yang sangat amat besar setara dengan satu negara, kota tersebut terbagi menjadi 4, warna bangunan dan model nya berbeda, ada yang berwarna hijau, biru, merah, dan putih.
Terlihat Kevin, Dujuan, dan Yu Zhong muncul di depan penginapan yang megah dan besar.
"Gunakan topeng yang ku buatkan Yu Zhong, wajah mu akan berubah saat menggunakan itu kah jangan khawatir jika ketahuan" ucap Kevin.
"Baiklah aku kan memakainya" jawab Yu Zhong sembari memakai topeng transparan.
Seketika wajah Yu Zhong berubah saat ia memakai topeng yang di katakan Kevin. Wajah Yu Zhong menjadi sangat tampan dan sulit untuk di kenali.
"System apa arti dari empat warna berbeda itu?" gumam Kevin sembari berjalan.
"Ibu kota kekaisaran di bagi menjadi empat tempat, bagian merah adalah tempat tinggal para bangsawan, warna kuning adalah prajurit dan pegawai memerintahkan lainya, hijau adalah tempat untuk peradangan seperti pasar, penginapan, tempat lainnya. Dan warna putih adalah tempat untuk rakyat biasa" jawab System.
"Jadi begitu, aku berpikir jika perbedaan warna hanya karena ingin memperindah kota saja" gumam Kevin.
Sesampainya mereka ke meja resepsionis.
"Berapa harga kamar di penginapan ini?" tanya Kevin.
"Melihatnya mereka berasal dari desa, pria yang berbicara ini kelihatannya adalah pemimpin ia menggunakan jubah yang terbuat dari bulu, lalu pakaian berwarna putih dan emas. Namun pakaian itu tidak memiliki mereka pakaian ternama. Rambutnya berwarna putih perak tidak mungkin jika ia berasal dari keluarga yu dan dia bersaudara dengan lelaki di belakang nya. Mereka hanya seorang penipu yang ingin mengambil keuntungan" gunakan resepsionis wanita yang di ajak Kevin berbicara.
"Nona apa kau mendengar ku?" tanya Kevin sedikit tersenyum.
"Sebelum mengetahui harga kamar di sini anda harus melihat dan mengukur apa yang anda akan cukup!" jawab resepsionis dengan nada sombong.
"Kau menghina kami tidak mampu" ucap Yu Zhong yang terlihat marah.
"Uang yang kami bawa cukup" jawab Kevin sembari menahan yu Zhong yang maju.
"Harga untuk kandang kuda 250 koin emas permalam. Dan kelihatannya hanya itu yang dapat kalian bayar" jawab resepsionis.
"Wanita ini belum pernah di tampar menggunakan uang segepok. Aku harus memberi ia pelajaran" ucap Yu Zhong sembari menarik lengan baju nya ke atas dengan wajah marah.
"Permisi, ada masalah apa di sini?" tanya seorang pemuda tampan memiliki tinggi sama dengan Kevin namun memilik postur tubuh lebih besar. Lelaki itu memiliki rambut berwarna merah dengan kulit yang kecoklatan.
"Orang-orang ini ingin menyewa kamar namun tidak sanggup membayarnya, aku hanya terbaik hari menawarkan kandang kuda kepada mereka" jawab resepsionis.
"Baiklah ayo kita pergi, sepertinya kita tidak di izinkan berada di sini. Kita cari penginapan yang lain" ucap Kevin sembari berjalan pergi.
"Kaka apa yang terjadi?" tanya seorang wanita mendatangi lelaki yang sebelumnya.
"Bukan hal yang penting, penginapan ini hanya akan hancur karena resepsionis bodoh ini yang menyinggung orang yang salah" jawab pria sebelumnya.
"Memang apa salah nya dia hanya pemuda miskin biasa?" tanya resepsionis yang terlihat kesal.
"Kau telah bermain dengan keturunan murni keluarga yu, aura naga yang di pancarkan pria yang kau ajak bicara bahkan lebih kental jika di bandingkan dengan aura milik tuan muda Zhang yu" jawab pria tersebut.
"Aku bahkan tidak akan sanggup menerima satu jurus darinya" ucap pria tersebut.
"Tidak mungkin kak kau adalah Wei dong tuan muda paling berbakat keluarga Wei. Kau telah berada di ranah golden emperor bintang satu. Bagaimana mungkin kau bisa kalah telak dari orang itu"
...****************...
Bersambung...