King System

King System
Episode 291 Kemarahan



"Kalian terlalu lancang, walau dia salah namun dia juga merupakan anggota keluarga yu" ucap kaisar Ganto yang terlihat kesal.


"Maafkan kesalahan kami kaisar, namun apa yang di lakukan itu memang tidak pantas di lakukan seorang tuan muda yang seharusnya membuat hubungan yang erat seperti hubungan pertemuan bukan hubungan perbudakan" ucap Yin.


"Dia akan membalas dendam dan kemungkinan besar kekaisaran kita akan mengalami kerugian yang sangat besar, apa yang kita lakukan ini memang salah aku mengakuinya, kita harus mengorbankan nyawa agar rakyat kekaisaran timur menjadi aman" ucap yang.


"Tenang saja tuan Kevin telah datang aku yakin kita akan baik-baik saja mulai saat ini. Kita hanya perlu menahan hingga tuan Kevin memberikan isyarat kepada kita" ucap kaisar Ganto sembari berdiri.


"Yang mulia maafkan kami berdua, namun sebenarnya kami bisa mengalahkan tuan Kevin, karena tuan Kevin dan kami berada di ranah yang sama dengan mengalahkan tuan Kevin anda sebagai kaisar akan mendapatkan kedudukan yang seperti dulu di mana anda menjadi kepala dari kekaisaran bukan bawahan" ucap yang


"Kalian memang berada di ranah yang sama dengan tuan Kevin, namun pemahaman, cara berfikir, serta teknik dan kemampuan milik tuan Kevin berada di atas kalian. Aku hanya merasa setiap apa yang di lakukan olehnya itu telah di rencanakan dia itu sempurna untuk menjadi seorang pemimpin lebih dari aku" ucap kaisar Ganto.


"Aku tidak mempercayai itu karena aku merasakan bahwa kami bisa membunuhnya hanya dalam tiga gerakan" ucap Yin.


"Kita tidak boleh meremehkan lawan, meski aku ingin memiliki posisi seperti kaisar yang lainya, namun posisi ku saat ini tidak buruk mereka memperlakukan ku dengan hormat, tidak seperti Zhang yu" jawab kaisar Ganto sembari berjalan pergi dari ruangan tersebut.


"Andai saja anda mengerti yang mulia, kami telah hidup sejak kakek anda masih hidup. Di saat itu kami telah menjadi penjaga pribadi kaisar di masa itu kami melihat bahwa kakek anda sangat di hormati di dunia ini" ucap yang.


"Itu memang benar, kakek ku sangat di hormati namun aku bukan kakek ku aku hanya kaisar biasa namun aku tidak ingin mendapatkan rasa hormat seperti yang di berikan oleh kakek. Aku hanya ingin hidup dengan damai hanya itu yang ku inginkan" ucap kaisar Ganto.


"Aku mengerti kalian ingin aku mendapatkan apa yang di dapatkan kakek, namun aku tidak menginginkan nya bahkan aku tidak menginginkan kedudukan ku sekarang ini, andai aku memiliki saudara aku pasti memberikan kedudukan ku padanya. Saat ini aku telah berumur 59 tahun dan aku hanya memiliki satu putri istri ku meninggal saat melahirkannya dan aku tidak memiliki niat untuk menikah lagi" gumam kaisar Ganto sembari berjalan di lorong yang memiliki pencahayaan yang redup.


"Aku tidak mengerti kenapa kebanyakan orang sangat tergila-gila akan kekuasaan, aku telah menjadi kaisar semenjak umur 10 tahun ayah meninggal karena di bunuh oleh keluarga yu karena membantah perintah. Ibu juga ikut di bunuh karena berkorban agar aku tetap hidup. Aku memiliki dendam yang sangat besar kepada keluarga yu namun dendam ini tidak cukup kuat untuk ku melawan kepada tuan Kevin karena dia memperlakukan ku dengan sangat baik berbeda dengan Zhang yu" gumam kaisar Ganto sembari membuka pintu.


...****************...


Sementara itu di tempat Kevin.


Kota Samanda di depan rumah Yu Zhong.


Terlihat Yu Zhong tengah berbaring di bawah pohon ia menggunakan paha wan wan sebagai bantal.


Wan wan mengelus kepala Yu Zhong sembari menyanyi sangat merdu.


Seketika terlihat Kevin, Dujuan, Wei dong, Wei an muncul di dekat tempat Yu Zhong dan wan wan yang tengah bermesraan.


"Pemandangan ini... membuat ku merasa menderita" ucap Dujuan sembari jongkok membelakangi yu Zhong sembari memainkan tanah menggunakan ranting.


"Itu juga menyiksa ku, kita memiliki nasib yang sama" ucap Wei dong sembari jongkok di samping Dujuan sembari menangis.


"Wah mereka terlihat serasi, Soo sweat. Aku ingin seperti mereka aku ingin menikah kaka" teriak Wei an yang terlihat sangat bahagia hingga pipinya memerah, ia berputar putar dan melompat.


"Yu Zhong cepat ikut aku ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu" ucap Kevin sembari berjalan masuk ke rumah Yu Zhong sembari melipat tangannya ke belakang.


"Sayang aku pergi sebentar aku akan segera kembali saat telah selesai" ucap Yu Zhong sembari memegang pipi wan wan, lalu ia mengecup kening wan wan.


Di dalam rumah Yu Zhong.


Terlihat Kevin dan Yu Zhong tengah duduk berhadapan.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Yu Zhong.


"Kau telah mengetahuinya jika aku akan pergi ke kediaman keluarga wei untuk membatu Wei dong" ucap Kevin.


"Aku mengetahui hal itu lalu?" jawab Yu Zhong sekaligus bertanya.


"Aku ingin mengajak mu, namun aku tidak memaksa kau bisa tetap tinggal di sini atau ikut pergi bersama ku. Aku merasa tidak tega jika memaksa mu ikut dan meninggalkan istri mu" ucap Kevin sembari memunculkan secangkir kopi.


"Aku mengerti, namun aku telah berjanji untuk selalu mengikuti mu aku dan istri ku masih bisa bersama nanti semakin cepat kau menyelesaikan misi mu maka semakin baik, aku akan ikut dengan mu ke kediaman keluarga Wei" jawab Yu Zhong.


"Baiklah aku akan memberikan waktu satu malam untuk mu membuat keturunan, kita akan berangkat besok" ucap Kevin sembari berdiri.


"Tunggu sekarang masih pagi, bisakah kau membuat penghalang suara di rumah ku, aku ingin melakukan itu sekarang" ucap Yu Zhong sembari tersenyum malu.


...****************...


Saat siang hari..


Di bawah pohon yang rindang terlihat Kevin tengah duduk sembari menikmati teh.


"Anak-anak dalam hidup ini kepintaran bukan segalanya, di dalam hidup yang terpenting adalah sifat yang baik. Jangan kalian berharap menjadi orang yang pintar berharap lah menjadi orang yang benar" ucap Kevin.


"Tuan kenapa begitu?" tanya seorang anak perempuan.


"Pintar itu akan kalah dengan orang yang benar, Jika ingin berkultivasi kalian harus memiliki tiga sifat agar tidak menjadi orang yang salah. Baik, rendah hati, dan penolong. Kenapa kalian harus memiliki sifat-sifat itu" ucap Kevin.


"Agar tidak menjadi kultivator jahat" jawab seluruh anak-anak di sana.


"Baiklah sekarang kalian boleh pulang, lain kali aku akan mengajari kalian untuk berkultivasi dan juga mengajari kalian bertarung" ucap Kevin sembari berdiri.


Di ikuti oleh anak-anak lalu anak-anak itu pun bubar.


"Kak tuan Kevin memiliki sifat yang baik dan juga sangat lembut saat berada di depan anak-anak aku mulai menyukainya" ucap Wei an yang tengah duduk di bawah pohon sembari mengamati Kevin.


"Adik tuan Kevin memiliki banyak rahasia, aku tau dia memiliki sifat yang lembut bukan hanya kepada anak-anak dia juga menghormati orang yang lebih tua. Namun ia menyembunyikan sesuatu yang sangat mengerikan dalam diri nya, jika sesuatu itu keluar maka dunia ini akan berada di dalam kehancuran" ucap Wei dong.


"Apa yang kau maksud aku tidak mengerti, aku tau tuan Kevin berada di ranah Mahayana bintang tiga, namun dengan ramahnya itu ia tak akan bisa menghancurkan dunia ini" ucap Wei an yang terlihat kebingungan.


"Jangan selalu mengukur kekuatan dengan ranah yang di miliki seseorang, kau mengetahuinya jika aku bisa mengalahkan orang yang berada di atas ranah ku saat ini" ucap Wei an.


"Jadi tuan kevin memiliki kekuatan di atas ranah Mahayana bintang tiga?" tanya Wei an.


"Bisa jadi" jawab Wei dong.


"Kalian tidak mengetahui nya, saat ini Kevin hanya menurunkan kuktivasinya aku bertemu dengannya sebelum ia menurunkan kuktivasinya, bahkan aku tidak bisa menahan aura yang ia keluarkan walau hanya sedikit. Kekuatan yang ia miliki tidak bisa di ukur dia bahkan bisa membuat gempa dan dia bisa melakukan apapun hanya dengan kehendak nya" ucap Dujuan.


"Semengerikan itu" ucap Wei an.


"Bukan hal yang tidak mungkin jika Kevin menghancurkan dunia ini, bahkan tanpa bergerak ia bisa melakukan itu hanya dengan keinginan nya saja. Selain itu tubuh nya tidak bisa di tembus layaknya pelindung absolute" ucap Dujuan.


"selain kekuatannya yang mengerikan keterampilan dan pengetahuan yang ia miliki juga mengerikan. Otak nya itu seperti perpustakaan yang tak terbatas, dia bisa menciptakan pelindung yang sangat kuat bahkan ia memberikan satu penjaga ranah Mahayana untuk menjaga ibu ku, kalian melihat guru di kota ini, guru itu juga berada di ranah Mahayana jika kalian tidak tahu" ucap Dujuan.


"Aku naik ke ranah golden emperor bintang dua hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, bahkan yu Zhong hanya berlatih satu hari ia naik ke ranah Mahayana" ucap Dujuan.


"Apa kecepatan berlatih yang sangat mengerikan, apa kau serius?" ucap Wei dong yang terlihat sangat terkejut.


"Aku tidak bercanda" ucap Dujuan.


"Aku bahkan tidak mengetahui jika diri ku berasal dari keluarga yu, aku membangkitkan roh penjaga naga hitam dan roh penjaga itu ingin mengambil alih tubuh ku, namun tiba-tiba tuan Kevin muncul dengan tubuh yang bersinar semakin lama semakin besar, hingga di mana aku terlihat seperti butiran debu jika di bandingkan dengan ukuran tubuh nya" ucap Dujuan.


"Dan naga hitam itu mengatakan sebuah kata yang mengandung dewa, tapi aku tidak mengingatnya" ucap Dujuan.


"Hei apa yang kalian lakukan di sini, seharusnya kalian berlatih atau membantu warga" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul di belakang Dujuan.


"Aaaaaaaa....!" teriak mereka semua yang terlihat sangat terkejut karena Kevin yang tiba-tiba muncul.


"Berhentilah mengejutkan orang lain, jantung kami bisa copot jika terus seperti ini!" teriak Dujuan yang terlihat sangat kesal.


"Seharusnya kalian waspada musuh bisa datang dari arah manapun dan di saat apapun" ucap Kevin.


"Kalian harus menjadi lebih waspada jangan lengah, musuh ada di mana-mana" ucap Kevin.


...****************...


Bersambung