
"Gawat Wei dong dalam bahaya" ucap jenderal yu Bai yang seketika tersadar dengan adanya aura seorang di ranah Mahayana bintang tiga.
...****************...
Di tempat Wei dong berada.
"Sial kami salah informasi" ucap Wei dong yang terlihat pasrah dengan keadaannya.
"Bersiaplah untuk mati karena berani menentang pasukan ku hanya dengan jumlah yang sedikit, aku pastikan tubuh kalian tidak akan utuh saat di makamkan" ucap Huang Jia sembari tersenyum.
"Wei dong bertahan lah...!" teriak Dujuan yang tengah menahan serangan pedang dari 5 orang.
"Matilah anak muda" ucap Huang Jia sembari melesat ke arah Wei dong dengan sangat cepat.
"Aku bukan kaleng-kaleng" ucap Wei dong sembari menahan serangan dari Huang Jia.
"Duuuaaaar.....!" suara ledakan yang sangat keras dari serangan Huang Jian yang di tahan oleh Wei dong.
Terlihat Wei dong terpental ke tanah.
"Duaar..!" suara tanah yang hancur karena hantaman yang keras dari tubuh Wei dong.
"Kekuatan serangannya tidak dapat ku imbangi, aku terluka parah hanya dengan satu serangannya, apa aku akan mati di sini" gumam Wei dong sembari meludahkan darah nya ke samping.
Terlihat Wei dong telah terkapar di dalam lubang dengan tubuh di penuhi luka.
"Wei dong...!" teriak Dujuan yang terlihat marah.
Kemudian ia mengeluarkan roh penjaga nya.
"Badai petir....!" teriak Dujuan sembari berputar sangat cepat hingga membuat ia terlihat seperti angin topan.
"Duaar... duaaar...!" suara petir yang menyambar pasukan iblis.
petir terus bermunculan.
Dalam sekejap pasukan iblis telah habis menyisakan 5 orang di ranah golden emperor.
"Selanjutnya diri mu anak muda" ucap Huang Jia sembari terbang perlahan ke arah Dujuan.
...****************...
Sementara itu di kediaman keluarga Wei.
Terlihat Kevin tengah duduk sembari meminum teh di bawah pohon apel yang tengah berbuah lebat.
"Tuan apa kau tidak khawatir aku merasakan ada tiga aura ranah Mahayana bintang tiga, walau salah satunya memiliki aura yang kacau tapi itu juga berbahaya?" tanya sun yang tiba-tiba muncul di samping kevin.
"Jangan khawatir aku yakin mereka bisa mengalahkan pasukan iblis, mereka hanya keroco yang tidak pantas di sebut musuh, hanya ada dua orang di ranah Mahayana bintang tiga yang satunya lagi hanyalah seorang penipu, yu Bai dapat mengatasinya dengan mudah" jawab Kevin yang terlihat sangat tenang akan hal ini.
"Bukankah ini berlebihan?" tanya sun.
"Mereka memerlukan pengalaman bertarung yang banyak, dan dengan cara ini mereka dapat berkembang dengan cepat. Kau jangan khawatir mereka memiliki kekuatan di atas orang-orang di ranah mereka saat ini" jawab Kevin sembari berdiri.
"Tidakkah lebih baik jika anda pergi dan memantau pertarungan?" tanya sun.
"Untuk apa..? lagi pula mereka bukan anak-anak yang perlu di asuh, biarkan mereka merasakan rasa sakit aku ingin tidur sudah lama aku tidak tidur dengan nyenyak, mereka akan tiba dengan membawa kemenangan jangan khawatir" jawab Kevin sembari berjalan ke arah kamar miliknya.
"Hanya dalam waktu yang singkat kau telah berubah naina, aku tidak sabar ingin bertemu dengan mu dan melihat bagaimana diri mu sekarang" gumam Kevin sembari masuk ke dalam kamar, terlihat senyuman kecil terpancar dari wajah Kevin yang berseri.
...****************...
Sementara itu di medan perang.
"Duaaar....!" suara ledakan yang sangat keras membuat pepohonan rubuh dengan serentak.
"Kita bertemu lagi dasar tikus" ucap jenderal yu Bai yang tiba-tiba muncul di belakang Dujuan sembari ia menahan serangan dari Huang Jia.
"Hooooo jenderal yu Bai lama tak jumpa, sayang sekali kekuatan mu tidak bertambah aku akan membalas dendam ku kepada muuu...!" teriak Huang Jia sembari menendang jenderal yu Bai.
"Stup..!" tendangan Huang Jia di blokir jenderal yu Bai.
"Dasar tikus kotor" ucap jenderal yu Bai sembari menghantamkan kepalanya ke arah kepala Huang Jia, mengakibatkan Huang Jia terpental ke belakang.
"Diri mu naik ranah dengan cara curang secara tidak langsung ranah mu itu hanya ranah tipuan" ucap jenderal yu Bai sembari terus menyerang Huang Jia.
"Hanya aku saja yang terlihat memalukan" ucap Wei dong, ia berusaha untuk berdiri terlihat tubuh nya gemetar.
"Wei dong sembuhkan dulu luka mu, jika kau tidak kuat kau boleh pulang duluan" ucap Dujuan.
"Hehehehe...! diri ku bukan lah seorang sampah" ucap Wei dong tertawa, sembari ia berdiri bersamaan dengan itu muncul roh penjaga milik nya.
"Cepat habisi musuh di hadapan kalian lalu cepat bantu Yu Zhong dan kepala keluarga Wei!" teriak jenderal yu Bai yang tengah menahan serangan dari Huang Jia.
"Aku akan membunuh mu, lalu aku akan melahap jiwa mu dan akan ku gunakan untuk naik ranah ke ranah di atas Mahayana, aku akan pergi ke alam suci" ucap Huang Jia yang terlihat sangat bernafsu untuk memakan jenderal yu Bai.
"Dasar menjijikkan..!" teriak yu Bai sembari menghantamkan kepalanya ke kepala Huang Jia membuatnya terpental.
"Tenang saja" ucap Wei dong yang tiba-tiba telah berada di samping Dujuan.
"Baiklah mari kita lakukan serangan gabungan" ucap Wei dong.
"Apa kau baik-baik saja?" tanah Dujuan sembari menatap Wei dong.
"Tenang saja aku baik-baik saja, lebih baik kita cepat selesaikan pertarungan ini dan segera membantu kakek" jawab Wei dong.
"Baiklah mari kalahkan mereka" ucap Dujuan sembari ia memegang tangan Wei dong, terlihat senyuman yang terpancar dari wajah Dujuan.
"Badai penderitaan..!" teriak Wei dong dan Dujuan sembari mereka berputar dengan bergandengan tangan.
Mereka berputar sangat cepat hingga membuat mereka terlihat seperti angin topan.
Lalu mulailah muncul percikan petir hitam serta api di sisi angin topan itu.
Dalam sekejap angin topan itu melenyapkan sisa pasukan iblis yang berada di hadapan mereka.
...****************...
Sementara itu di tempat Yu Zhong.
"Kau lumayan kuat juga anak muda" ucap goru, tersenyum sembari ia mengarahkan gada milik nya ke arah yu Zhong.
"Kau cukup kuat, walau begitu aku pasti akan mencabut tanduk mu itu untuk di jadikan hiasan di pintu gerbang keluarga Wei" ucap Yu Zhong yang terlihat telah kelelahan, ia mengusap bibir nya yang berdarah.
"Dia memiliki kekuatan yang sangat kuat, aku tak bisa menggunakan kekuatan penghisap darah ku karena dia memiliki kekuatan yang jauh melampaui ku, aku harus tetap bersikap tenang agar tidak melakukan kesalahan yang fatal" gumam Yu Zhong.
"Dasar manusia rendahan..!" teriak goru sembari mengayunkan serangan dari arah atas kepada Yu Zhong.
Seketika muncul roh penjaga milik Yu Zhong dan membantu Yu Zhong menahan serangan dari goru.
...****************...
Bersambung....