
"Itu adalah kebiasaan dan juga hobi ku, memang apa masalahnya aku bahkan tidak menggoda maupun melakukan sesuatu yang keterlaluan. Dia bersikap seperti orang yang hidup di dalam cerita dongeng" ucap ratu Sintia dengan wajah kesal.
"Dik aku tau apa yang kau lakukan di wilayah ku, kau sering sekali berpura-pura menjadi seorang yang di culik aku juga heran, namun apa yang kau lakukan ini salah kau membuat orang lain mengharapkan sesuatu" ucap raja Bull.
"Kami tidak mengharapkan dia menjadi pacar atau yang lainnya kami hanya kecewa ia mengarang cerita soal ia di culik. Kami merasa di bohongi" ucap paman Bog yang terlihat marah.
"Baiklah aku minta maaf aku akan menandatangani perjanjian dengan kalian, cepat berikan pada ku kontrak nya" ucap ratu Sintia.
"Kau menganggap kami ini seperti badut yang selalu ingin berperan di depan mu, kami tidak peduli lagi kau hanya menguasai satu benua jika kau memberontak kami akan memenggal kepala mu aku tidak peduli akan hal itu karena kau tidak mempedulikan perasaan putra ku" ucap Qi yu sembari berjalan pergi.
"Padahal kami ini ingin memberikan kalian pertolongan dan perlindungan dari serangan alam atas karena tuan kami berasal dari salah satu dari empat keluarga besar. Di saat hal buruk terjadi jangan harap kami akan membantu mu" ucap Chen yu sembari pergi mengikuti Qi yu.
"Untuk apa kita bertahan di kota ini ayo kita berangkat menemui kaisar Yun Feng" ucap Huang sembari berjalan.
"Bermain dengan kepercayaan orang lain. Dia adalah wanita terburuk yang pernah aku temui seumur hidup" ucap Riyan sembari berjalan pergi.
"Apa kau akan tetap tinggal di sana raja Bull?" tanya Leonel.
"Aku akan ikut dengan kalian, aku minta maaf atas kesalahan adik ku aku memang kakak yang tidak berguna" jawab raja Bull yang terlihat sedih.
"Aku tidak mengetahui cerita tentang kalian, dan aku tidak bisa menilai kau Kaka yang baik atau yang buruk, namun yang pasti adalah adik mu yang buruk" ucap Leonel.
"Dasar kalian rakyat jelata mempermalukan ku..! penjaga bunuh semua orang itu aku ingin melihat kepala mereka tergantung di depan pintu!" teriak ratu Sintia sembari menunjuk ke arah rombongan Qi yu dan yang lainya.
"Bod*h..! kenapa kau melakukan ini, Kaka tertua saja sampai menjadi seperti itu apa kau cari mati!" teriak raja Bull.
"Mereka telah menghina ku ratu yang memiliki darah suci dari kaisar Yun Feng, mereka hanya rakyat jelata dan mereka tidak terima ku permainkan maka mereka harus di hukum mati" ucap ratu Sintia dengan nada tinggi.
"Aku sudah memperingati mu kau telah melakukan sesuatu yang benar-benar akan mencelakakan diri mu dan juga kerajaan mu ini" ucap raja Bull sembari menunjuk ke arah ratu Sintia.
"Walikota Sakamoto apa kau ingin bergabung dengan kami, jika iya maka bunuh semua penjaga di tempat ini sisakan wanita itu kami akan menunggu di kapal setelah kau kembali kita akan berlayar" ucap Chen yu.
"Baiklah tolong jaga putra ku aku akan melakukan perintah kalian dengan cepat" jawab Walikota Sakamoto.
Sementara itu di tempat paman Qiu di atas dek kapal, terlihat ia tengah duduk termenung sembari memandangi matahari terbenam.
"Apakah ini yang namanya kecewa, aku sudah memberikan harapan yang besar terhadap dia namun ternyata aku hanyalah candaan baginya, apa yang harus aku lakukan aku merasa sangat marah dan juga hampa" gumam paman Qiu sembari melempar batu ke laut hingga memantul beberapa kali.
"Pendekar sejati tidak akan menunjukan perasaannya, dalam hidup ku hanya ada bertarung, wanita adalah racun harta adalah penyakit dan, kekuasaan adalah senjata yang akan melukai diri sendiri, tiga hal ini akan memberikan kesenangan hingga aku akan menjadi gila dan menjadi orang yang jahat" gumam paman Qiu.
"Paman aku tau apa yang kau rasakan sekarang" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul di samping paman Qiu.
"Tuan!" ucap paman Qiu yang terlihat terkejut.
"Namun pemikiran mu itu harus di ubah, wanita adalah mawar yang dapat melukai kita saat kita tidak hati-hati menjaganya, harta seperti makanan yang akan terus kita butuhkan, kekuasaan adalah kekuatan yang kita miliki untuk melindungi keluarga" ucap Kevin.
"Tuan aku hanya merasa kecewa dengan seseorang" ucap paman Qiu.
"Aku mengerti" jawab paman Qiu sembari menundukan kepala.
"Suatu saat paman akan menemukan wanita dan paman akan merasakan perasaan yang sangat nyaman, segera berangkat ke benua utama aku menunggu kalian di sana" ucap Kevin yang perlahan menghilang dari jubah ke seluruh badan.
"Qiu kau berbicara dengan siapa?" tanya Qi yu.
"Tuan muda datang dan menyuruh kita untuk segera berangkat ia merindukan kita" jawab paman Qiu.
"Baiklah kita akan segera berangkat" ucap Qi yu.
"Maaf aku agak lama" ucap walikota Sakamoto yang baru mendarat dengan tubuh yang di penuhi oleh darah.
"Iyuuuhh..!" ucap semua orang sembari menutup hidung dan menjauh dari walikota Sakamoto.
"Cepat pergi mandi, darah ular dangat bau aku ingin muntah" ucap putih.
"Baiklah aku akan segera pergi mandi" jawab walikota Sakamoto.
...****************...
Di tempat ratu Sintia.
Terlihat ia duduk bengong dengan mata melotot memandangi tumpukan mayat prajurit yang menggunung sangat tinggi hingga menyentuh langit-langit.
"Hanya satu orang.. dapat meratakan prajurit ku dalam sekejap... aku mempermainkannya orang yang salah" ucap ratu Sintia dengan terbata-bata.
"Apa yang harus aku katakan saat bertemu leluhur kalau ia tau aku telah membuat kerajaan hancur karena hobi ku" ucap ratu Sintia yang terlihat ketakutan hingga tubuhnya gemetaran.
...****************...
Di sebuah kota yang sangat ramai, terang menderang terlihat sedang ada festival di kota tersebut.
"Ini hanya desa tuan, kota hanya berada di tengah di tempat pagoda surgawi berada. Kota pelabuhan ada di dekat sini" ucap raja Yun yang, yang terlihat berjalan bersama Kevin dan juga raja Ezraj.
"Bagus di sini sangat damai lebih damai dari kota mu yang kacau, baru datang kami telah di sambut dengan hotel yang menggunakan ilusi" ucap Ezraj yang berjalan sembari memakan makanan dan terlihat ia nampak lebih muda keriput di wajah serta jenggot dan kumis mulai berkurang, kini ia terlihat seperti pria paruh baya di bandingkan kakek-kakek.
Dan terlihat rambut Kevin ada yang berwarna merah di satu bagian ya itu di depan namun hanya sedikit.
...****************...
Bersambung..
Maaf udah lama gk up.
Oh iya maaf buat aang karena gua keterlaluan