King System

King System
Episode 186



"Aku akan pergi melatih Eira di gunung" gumam Kevin.


...****************...


Singkat cerita setahun kemudian.


"Duaaaaar.....!" suara ledakan dari arah gunung di daratan.


Terlihat cahaya putih dari arah tengah gunung.


"Eira telah naik ranah ke ranah jenderal" gumam Turgut yang tengah melatih prajurit sembari memandangi cahaya tersebut.


"Wah putri sangat berbakat, ia bisa naik ke ranah jenderal hanya dalam waktu setahun saja" ucap Las di pulau pengerajin dan ia sedang berdiri di atas layar kapal yang sangat besar.


"Ini juga berkat yang mulia karena beliau yang melatih Eira selama setahun ini" ucap Leonel yang tengah memasang kain untuk layar.


"Iya itu memang tidak bisa di pungkiri, semenjak yang mulia kembali semuanya menjadi mudah dan juga lebih menyenangkan" ucap Las.


"Berhentilah berbicara dan cepat bekerja" ucap Leonel sembari memalu.


"Baiklah- baiklah" jawab Las dan ia pun melanjutkan pekerjannya.


...****************...


Sementara itu di tempat Kevin.


"Kerja bagus Eira, papa bangga pada mu" ucap Kevin sembari memeluk Eira.


"Iya ayah, Eira juga sangat senangBu karena bisa naik ranah ke ranah jenderal hanya dalam waktu satu tahun saja yang mana yang lainya memerlukan waktu yang lama. Ternyata Eira adalah seorang yang sangat berbakat" ucap Eira.


"Ayah melihat ada kesombongan dari diri mu Eira. Sekarang kau memang sangat berbakat tapi jangan pernah kau merendahkan orang lain, kini kau kuat tapi jika tiba-tiba kau menjadi lemah mereka yang kau remehkan akan membalas perbuatan mu. Ingat di atas langit masih ada langit" ucap Kevin sembari berlutut di hadapan Eira dan memegang pundaknya.


"Kesombongan seperti kita sedang bermain dengan api, saat api masih kecil itu akan menyenangkan, namun saat sudah membesar itu akan membakar segalanya. Oleh karena itu jangan lah kau sombong walaupun kau memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain" ucap Kevin sembari mengelus wajah Eira sembari tersenyum.


"Maafkan aku ayah" ucap Eira sembari menundukan kepala dengan wajah sedih.


(Sekarang anak anak Kevin manggil Kevin ayah karena kedengarannya Anek kalau di panggil papa menurut ku.)


"Berbahagialah kau memang anak yang berbakat dan ayah sangat bangga pada mu. Ayo kita pulang dan minta mama mu untuk membuat makanan kesukaan mu" ucap Kevin sembari mengandeng tangan Eira keluar dari gua tempat Eira berlatih selama satu tahun.


...****************...


Di istana Kevin.


Jadi istana Kevin yu besar banget tapi dia tinggal di rumah dekat istana dan istananya tidak terpakai hanya jadi hiasan saja.


"Clik" suara pintu yang di buka.


"Mama.. Razin. Eira pulang" ucap Eira sembari membuka pintu.


"Kaka..!" teriak Razin sembari berlari ke arah Eira sangat cepat dan memeluknya.


"Wah anak mama sudah pulang" ucap niana sembari berjalan mendekati Eira.


"Wah sekarang Eira memiliki kekuatan di atas mama, Eira sangat cerdas dan hebat" ucap niana sembari memeluk Eira.


"Tentu saja siapa dulu ayahnya" ucap Kevin sembari berjalan masuk sambil merokok.


"Ayah...!" teriak Razin sembari memeluk kaki Kevin.


"Kemarilah anak tampan ku" ucap Kevin sembari menggendong Razin.


"Apa yang telah kau pelajari selam satu tahun ini?" tanya Kevin.


"Razin telah memahami teknik pedang naga api, teknik memanah cahaya, dan juga teknik pertahanan kura-kura" jawab Razin.


"Mama Eira ingin makan ayam bakar dan juga ayam goreng" ucap Eira.


"Baiklah mama akan segera memasaknya, Eira pergilah mandi dan setelah mandi makanan akan siap" jawab niana.


"Baik mama" jawab Eira.


Singkat cerita setelah makana jadi.


Di meja makan.


"Klic" suara pintu terbuka.


"Wah makanannya terlihat enak" ucap Turgut sembari masuk ke dalam rumah.


"Kakek, ayo makan bersama, sudah lama kakek tidak pulang" ucap Razin.


(Jadi Turgut tinggal sama niana dan Kevin ya)


"Baiklah" jawab Turgut sembari berjalan ke arah meja makan.


"Apa yang kau lakukan hingga tidak pulang?" tanya Kevin.


"Ya aku melatih para prajurit" jawab Turgut.


"Seharusnya kalian membuat jadwal. Agar kalian memiliki waktu untuk berlatih, aku belum melihat perkembangan dari kalian sama sekali" ucap Kevin.


"Tenang saja sekarang para prajurit kini bisa berlatih sendiri dan kami hanya tinggal mengawasi" ucap Turgut.


"Ya terserah pada kalian yang penting kalian jangan melupakan latihan karena kau harus ingat diri mu adalah Holy Elder yang mana akan memimpin kekaisaran saat diri ku tidak ada. Jika diri mu tidak berkembang bagaimana cara kau mempertahankan kekaisaran ini?" ucap Kevin.


"Baiklah aku akan mulai fokus berlatih mulai dari sekarang" jawab Turgut.


"Dia adalah ayah mertua mu jangan bersikap seperti itu, kau harus memberikan keringanan" ucap niana sembari menaruh makan di piring Turgut.


"Niana ini memang kesalahan ayah, kau jangan khawatir Kevin hanya menjalankan kewajibannya sebagai kaisar" ucap Turgut.


"Tapikan seharusnya dia bersikap lebih lembut karena ayah sudah tua" ucap niana.


"Niana Qi yu bahkan telah berumur ratusan tahun dan jika kau mengatakan itu berarti Qi yu yang lebih berhak atas hal ini" ucap Turgut.


"Razin buat pengalihan" bisik Kevin di telinga Razin.


"Mama yang cantik Razin lapar, kapan Kaka selesai" ucap Razin.


"Sabar kakak mu akan segera selesai sayang" jawab niana.


"Aku sudah selesai" ucap Eira sembari berjalan ke arah meja makan.


"Selamat untuk mu Eira. Kakek sangat senang dan bangga dengan mu" ucap Turgut sembari tersenyum.


"Terima kasih kakek" jawab Eira sembari tersenyum dan berjalan.


"Cepat kak, Razin sudah lapar" ucap Razin.


"Sabar" ucap niana.


"Kapan kau akan melatih Razin?" tanya Turgut.


"Berarti masih lama" ucap Turgut.


"Tidak itu tak akan lama karena dia adalah anak ku" ucap Kevin


...****************...


Bersambung.


...****************...


...****************...


...****************...


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


pengumpulan Qi


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar