King System

King System
Episode 254 beraninya kau



Terlihat seorang wanita yang di kawal ratusan prajurit memecut Dujuan. Namun pecut itu tidak mengenai Dujuan.


"Siapa dia?" tanya Kevin.


"Salam tuan putri" ucap Dujuan sembari berlutut di ikuti seluruh bawahnya.


"Jadi dia tuan putri yang sering ia bicarakan. Dia terlihat arogan, mungkin karena dia masih berumur 15 tahun. Aku akan membunuhnya karena hidupnya hanya akan menjadi beban di masyarakat" gumam Kevin.


"Kalian terlambat, aku memberikan kalian. waktu satu jam. Tapi kalian baru tiba setelah tiga jam. Aku tidak akan memberikan kalian bayaran" ucap putri Guen.


"Tuan putri kami terlibat sedikit bentrok dengan seseorang. Selain itu Monata kalkuan sangat sudah untuk di tangkap mereka memiliki kecepatan yang tidak bisa kami imbangi" ucap Dujuan.


"Aku tidak peduli dengan alasan kalian..! kalian telah terlambat aku tidak akan membayar kalian. Cepat pergi dari hadapan ku tinggalkan lima kalkuan itu!" teriak putri Guen.


"Berdiri, dia tidak pantas mendapatkan kepatuhan mu. Bahkan dia tidak pantas menjadi pelayan ku" ucap Kevin sembari mengangkat tubuh Dujuan.


"Siap kau...! beraninya menghina ku" teriak putri Guen sembari memecut Kevin.


Terlihat saat pecut itu hampir mengenai Kevin tiba-tiba ujung dari pecut itu berbalik ke arah Putri Guen mengakibatkan bola matanya pecah.


Seketika darah mengucur dari mata putri Guen.


"Mata ku....!" teriak putri Guen sembari menangis, ia terlihat sangat kesakitan bahkan ia berguling-guling di tanah tanpa henti sembari terus berteriak" bunuh...! bunuh..! orang itu...!"


Terlihat bawahan Dujuan berlarian karena takut terkena masalah. Dan kini hanya tinggal Kevin dan juga Dujuan.


Terlihat semua pengawal putri Guen berlari ke arah Kevin sembari mengarahkan senjata mereka.


"Kumpulan seluruh aura milik mu ke bagian paru-paru" ucap Kevin.


Tiba-tiba waktu menjadi lambang.


"Jika kau merasa sudah cukup maka berteriak lah sekuat mungkin" ucap Kevin.


"Dasar kalian sampah...!" teriak Dujuan sangat keras hingga menimbulkan gelombang angin yang sangat kuat dari mulutnya.


Gelombang angin itu membubarkan membuat semua pengawal putri Guen beterbangan tak karuan.


"Selamat kau telah menguasai auman singa, jika kau telah berada di tingkat penguasaan mutlak maka kau akan bisa menguasai seperti aku" ucap Kevin.


"Pecah" ucap Kevin


Tiba-tiba tanah menjadi retak saat Kevin mengatakan itu.


"Kau akan memiliki kekuatan seperti ini Jika sudah menguasai jurus auman singa hingga tingkat penguasaan mutlak" ucap Kevin.


"Cepat ayo kita pergi ke istana. Bawa anak kecil itu jangan obati biarkan dia merasakan kesakitan" ucap Kevin sembari berjalan menuju istana yang sangat besar berada di pusat kota.


"Sebenarnya kekuatan yang di hasilkan akan lebih besar, bahkan dengan jurus ini aku bisa membuat satu galaxy saling bertabrakan hanya dengan satu kata" gumam Kevin.


"Kevin apa yang akan terjadi kepada kita. Aku akan bertanggung jawab lebih baik kau pergi aku akan melindungi mu" ucap Dujuan sembari mengangkat putri Guen yang telah pingsan.


"Hal ini tidak pantas untuk di sebut masalah untuk kita. Yang terkena masalah itu mereka bukan kita aku telah berjanji akan membawa mu dan ibu mu pergi dan aku pasti akan menepati itu kau jangan khawatir" jawab Kevin, tiba-tiba gerobak yang mengangkat kalkuan berjalan sendiri mengikuti Kevin dan juga Dujuan.


"Baiklah aku tidak akan mengkhawatirkan tentang hal ini jika kau mengatakan itu. Lagi pula sekarang aku tidak memiliki minat untuk berhubungan dengan kerajaan suan" ucap Dujuan.


"Untuk apa tetap bertahan di tempat orang yang tidak menginginkan mu, itu hanya akan membuat mu sakit dan membuat orang bahagia hidup jangan kau buat seperti teater di mana kita harus selalu berputar-putar sebagai orang lain dan melupakan siapa kita" ucap Kevin.


"Kau akan lebih bahagia jika ikut bersama ku daripada berada di kerajaan sampah ini" ucap Kevin.


...****************...


Singkat cerita di dalam aula.


Terlihat Kevin dan Dujuan tengah berdiri di tengah-tengah orang yang duduk di atas kursi yang besar.


Di bagian tengah terdapat singgasana yang di duduki oleh raja.


Di bagian kir dan Kanaan terdapat masing-masing tiga kursi sebagai tempat duduk para mentri dan petinggi lainya sepeti jenderal, atau yang lainya.


"Kita berkumpul di sini untuk merundingkan hukuman untuk mereka berdua, mereka telah melukai kata tuan putri Guen mengakibatkan bola mata beliau pecah" ucap seorang kakek tua yang berdiri di samping raja.


"Melukai, menghina anggota kerajaan atau keluarga kerajaan akan di hukum mati. Mereka akan di hukum mati kita akan merundingkan mereka harus mati dengan cara apa" ucap kakek itu.


"Aku memberi saran lebih baik kita cincang daging mereka dan berikan kepada anjing milik kita" ucap seorang kakek tua botak kecil seperti Goblin.


"Lebih baik di gantung!"


"Mereka harus tersiksa lebih baik kita goreng hidup-hidup saja"


"Kita buat mereka menjadi sasaran hidup atau samsak hidup untuk para prajurit baru"


"Kita tenggelamkan saja mereka ke dalam air agar mereka mati dengan perlahan dan tersiksa"


"Kiya masukan ke dalam lava saja"


"Kita buat mereka meminum besi panas"


"Diam..! dia juga seorang pangeran, tidak ada hukum yang menyatakan kalau seorang pangeran tidak di izinkan untuk melukai pangeran atau putri yang lain. Kalian membicarakan hukuman mati, apa kalian Suma bodoh" ucap seorang kakek yang sangat tua.


"Dia adalah anak seorang penghianat!"


"Dia tidak pantas di sebut pangeran, dia adalah anak yang kotor"


"Dia hanyalah keturunan dari seorang lacur dia itu anak haram!"


"Berhenti memanggil nenek ku sebagai lacur...!Ayah ku bukan seorang penghianat, kalian itu yang penghianat dasar tua bangka tidak tau diri. Kalian adalah koruptor sampah tidak berguna!" teriak Dujuan di ikuti kumpulan aura putih yang menyelimuti Dujuan mengakibatkan angin, serta hujan yang sangat deras.


"Akhirnya dia akan bangkit" gumam Kevin.


Terlihat semuanya terkejut kecuali Kevin ia terlihat santai meski ia berada di samping Dujuan yang mulai melayang, matanya berubah menjadi putih.


Perlahan aura yang awalnya berwarna putih kini berubah menjadi hitam.


"Naga petir hitam, jenis petir terkuat di atas petir ungu. Semakin gelap warna petir maka semakin kuat" gumam Kevin sembari tersenyum.


Perlahan rambut Dujuan yang awalnya berwarna hitam perlahan mulai berubah menjadi putih mulai dari ujung.


"Kalian sedang menyaksikan seorang keturunan keluarga yu bergaris darah murni tengah membangkitkan roh penjaga nya. Kalian yang menghina dia sebagai anak penghianat. Wanita yang kalian hina lacur ternyata wanita yang terhormat lebih dari kalian!" ucap Kevin suara Kevin menggelegar satu kota membuat semuanya ketakutan.


"Sangat indah, aku sangat menyukai pemandangan ini ku harap hal ini akan terus terjadi"


...****************...


Bersambung.