King System

King System
Episode 300 pembangunan kediaman keluarga Wei 3



"Tang....!" suara besi yang beradu.


Terlihat pancaran sinar aura yang berkumpul dari tombak tetua Celi yang berbenturan dengan kaki yu Zhong.


"Stup!" tombak itu pun patah dan tergeletak di tanah, perlahan menghilang.


"Bajing*n beraninya kau..!" teriak tetua Celi yang terlihat sangat amat marah hingga membuat wajah nya berurat dan memerah.


"Tombak pembelah angin..!" teriak tetua Celi sembari mengarahkan kedua tangannya ke arah yu Zhong yang tengah tersenyum dengan sombong.


Sekejap, melesat puluhan tombak aura ke arah yu Zhong dengan kekuatan yang lebih kuat di banding tombak yang sebelumnya.


"Hanya ini saja. Sungguh lelucon" ucap Yu Zhong sembari tertawa.


Terlihat Yu Zhong menangkap satu persatu tombak yang melaju dengan sangat cepat.


"Bagaimana bisa orang itu bergerak dengan kecepatan tombak pemusnah milik tetua Celi, dia berada di ranah apa?" gumam wan Wei yang terlihat sangat terkejut.


"Wei dong kau beruntung mendapatkan perlindungan dari orang sekuat ini, aku harus membunuh mu" gumam nan Wei sembari menatap tajam ke arah Wei dong yang mencoba berdiri.


"Wei dong...! Terimalah kematian mu, tebasan es dingin..!" teriak nan Wei sembari berputar lalu menebas ke arah Wei dong.


"Pintar juga dia" gumam tetua Celi sembari terus menyerang yu Zhong dengan tombak milik nya.


Terlihat aura tebasan pedang berwarna biru di selimuti kristal es melesat sangat cepat ke arah Wei dong.


"Heheh.." tawa Wei dong sembari menyeringai.


"Nan Wei aku bukan Wei dong yang dulu lagi" ucap Wei dong sembari berputar lalu menangkis serangan nan Wei menggunakan kaki.


"Hah anak ini!.." Gumam nan Wei yang terlihat terkejut.


"Mungkin kau memiliki sedikit kemampuan karena dapat menangkis serangan ku ini, namun, kau tak akan bisa selamat dari serangan ku yang berikut nya. Pedang langit es pembeku!!" teriak nan Wei sembari terbang melesat ke arah Wei dong sembari mengatakan ujung pedangnya ke arah Wei dong.


Seketika tanah mulai membeku.


"Apa yang terjadi?" ucap prajurit yang terlihat kebingungan sembari mundur menghindari tanah yang berubah menjadi es.


Hawa mulai menjadi dingin awan berkumpul ke kediaman keluarga Wei di ikuti angin yang bertiup kencang.


"Kekuatan tubuh es suci" gumam Kevin dari kejauhan memantau keadaan Wei dong dan yu Zhong.


"Wah kau begitu kuat sekarang nan Wei" ucap Wei dong yang terlihat sangat tenang sembari ia tersenyum.


Terlihat nan Wei mengeluarkan roh penjaga milik nya yang berbentuk burung bangau berwarna putih salju dengan kepala berwana merah darah.


"Roh penjaga tingkat suci bangau binasa" ucap Kevin sembari tersenyum.


"Aku pun memiliki roh penjaga yang tak kalah hebat" ucap Wei dong sembari mengeluarkan roh penjaga milik nya.


"Roh penjaga Wei dong memiliki tingkatan legendaris, roh penjaga milik nan Wei bukan apa-apa jika di bandingkan oleh nya" gumam Kevin sembari meminum teh.


"Hanya dengan roh penjaga sampah milik keluarga kau ingin melawan ku, mimpi pedang pemisah tubuh!" teriak nan Wei sembari melesat ke arah Wei dong dengan cepat.


"Nan Wei kau terlalu meremehkan musuh mu" ucap Wei dong sembari tersenyum.


Seketika suhu menjadi normal kembali dan es mulai mencair.


"Bagaimana bisa medan es ku mencair, bahkan tetua Celi tak bisa melakukan itu dia berada di ranah apa sekarang ini, lupakan dia memiliki sedikit kemampuan karena dapat melelehkan medan es ku" gumam nan Wei yang terlihat terkejut.


"Wah dia sudah jadi babi guling" ucap sun yang muncul tiba-tiba di samping Kevin.


"Perisai pelindung!" ucap Wei dong sembari mengarahkan tangannya ke arah nan Wei yang tengah menyerang.


Seketika muncul perisai berwarna merah menahan serangan nan Wei hingga hancur.


"Tapak geprek...!" ucap Wei doang.


Seketika muncul telapak tangan berwarna merah di atas nan Wei, seketika tangan itu jatuh dengan cepat ke arah nan Wei membuatnya tak bisa menghindar.


"Duaaar..!" suara tanah yg di pukul sangat keras hingga meninggalkan bekas telapak tangan.


Perlahan telapak tangan itu menghilangkan, terlihat nan Wei telah mati seperti nyamuk yang di tepuk.


"Lumayan juga" ucap Kevin.


"Bantai sisa nya jangan biarkan ada yang tersisa...!" teriak Kevin sangat keras.


"Siaaap.....!" jawab semuanya yang berada di TKP.


"Aku salah perkiraan, ku pikir yang datang adalah keluarga Wei yang melarikan diri ternyata pengacau itu yang datang, system berapa lama lagi keluarga Wei yang kabur?" tanya Kevin sembari berjalan keluar ruangan sembari menyalakan cerutu.


"Mereka akan segera tiba dalam dua hari" jawab system.


"Baiklah lanjutkan pekerjaan seperti biasanya...!" teriak Kevin memberitahu semua orang untuk lanjut bekerja.


...****************...


Singkat cerita di saat malam hari.


Terlihat semuanya tengah berkumpul.


"Aku memiliki beberapa nasehat untuk yu Zhong dan juga Wei dong" ucap Kevin.


"Apa itu tuan?" tanya Wei dong.


"Bukan hanya untuk kalian berdua tapi untuk semua orang yang hadir di aula ini" jawab Kevin.


"Siap tuan" jawab semua orang.


"Dalam sebuah pertempuran mau itu sulit atau mudah kalian harus ingat semakin cepat kalian membunuh musuh maka bahayanya akan kecil, aku melihat pertarungan Yu Zhong dan juga Wei dong mereka bermain-main dan kelihatan meremehkan musuh, kalian telah membuat kesalahan yang fatal jika melakukan hal itu" ucap Kevin.


"Walaupun musuh kalian berada di ranah yang lebih rendah kalian tidak boleh meremehkan mereka ranah hanyalah pengelompokan tingkat kekuatan tapi tidak dapat mengukur kekuatan seseorang dengan akurat, kalian jangan ulangi kesalahan ini jika kalian bisa mengalahkan musuh dengan satu gerakan maka lakukan jangan menunda" ucap Kevin.


"Siap tuan" jawab semua orang.


"Masuk akal sepertinya aku terlalu sombong karena kekuatan ku" gumam Yu Zhong sembari meminum arak.


"Aku telah di buatkan oleh kekuatan yang ku miliki hingga menjadi sombong tuan memiliki kekuatan yang tak tertandingi namun beliau tidak sombong aku harus mencontohnya, aku harus lebih giat berlatih" gumam Wei dong.


"Untuk saat ini anggota keluarga Wei yang kabur tidak akan tiba saat ini, mereka akan tiba lusa kita memiliki waktu yang cukup untuk membuat persiapan, ku harap kalian menghadiri rapat?" ucap Kevin sekaligus bertanya.


"Tentu kami akan datang tuan" jawab kepala keluarga Wei.


...****************...


BERSAMBUNG.....