King System

King System
Episode 269 penyergapan markas OTM



Serentak sisa pasukan OTM yang siaga mati dengan luka tembak yang tepat berada di dahi.


"Riyan datang ke sini, kita akan masuk bersama, semuanya berkumpul" ucap seorang pria yang memiliki suara yang familiar, pria itu menggunakan helem militer dan juga masker yang menutupi seluruh wajahnya.


Pria itu melompat dari atas pohon, ia berjalan ke arah mayat pasukan OTM sembari merogoh kantong celana miliknya.


Lalu ia mengeluarkan sebuah pulpen yang mengeluarkan cahaya saat ia tekan, dan ternyata pulpen itu adalah kamera.


"Lapor komandan sebagai besar pasukan OTM adalah para warga asli kedudukan tanah ini, namun aku masih yakin pemimpin mereka bukan asli tanah ini" ucap pria itu.


"Tap..!" suara hentakan kaki seseorang yang baru mendarat.


"Ketua informasi apa yang berhasil kau dapat?" tanya pria yang baru datang alias lelaki yang menggunakan sniper, ia bernama Riyan.


"Mereka adalah warga yang terkena doktrin jika tidak ada negara kita di dalam pikiran mereka hanya ada tanah ini. Memang kesalahan pemerintah kita sejak awal, karena dari puluhan provinsi, provinsi ini menjadi yang paling terlantarkan" jawab pria sebelumnya sembari meraba tubuh salah satu mayat.


"Bruuuum...!" suara kendaraan yang terdengar mendekati mereka.


"Ketua kau pasti mendengar nya" ucap Riyan sembari berbalik dan mulai membidik.


"Itu mereka, aku meminta mereka membawa amunisi dan juga beberapa bom" ucap pria tadi.


"Mereka sangat ceroboh dengan melakukan hal ini mereka akan menarik perhatian dan hak tersebut dapat membawa kita ke dalam bahaya" ucap Riyan.


"Itu tujuan ku" ucap pria tadi.


"Bos Arjun..! Riyan...! kami telah tiba!" teriak seseorang yang terdengar seperti anak kecil.


"Aku telah mendapatkan informasi saat mampir ke warung di desa dekat sini. Ada hal menarik yang mereka sembunyikan selama ratusan tahun" ucap Arjun alias pria sebelumnya.


"Apa maksud mu ketua?" tanya Riyan.


"Gua ini adalah istana peninggalan suku kuno yang di gadang-gadang tempat para dewa naik ke alamnya" jawab Arjun.


"di jaman moderen ini..? apa kau masih percaya takhayul seperti itu" tanya Riyan.


"Kau harus memahami apa yang ku ucapkan, sesuatu bisa di bilang tidak ada jika dia ada" ucap Arjun.


"Kau selalu mengeluarkan Kalimat yang membingungkan kau terdengar seperti kakek ku saja, hal itu tidak keren sobat" ucap Riyan.


"Saat jaman berlalu dan semua berubah, bukan berarti masa lalu menghilang, ilmu yang ingin ku pelajari tidak bisa di pahami dengan logika, karena logika adalah hambatan, saat kau melampaui nya kau akan mengerti jika semua yang terjadi di dunia ini itu ajaib" jawab Arjun.


"Ketua berhentilah menceritakan hal seperti itu kau terdengar seperti seorang dukun, lebih baik kau bercerita tentang superhero seperti Superman, Batman, Robin, atau yang lainya. Kau terdengar seperti kakek-kakek padahal umur mu masih sangat muda" ucap Riyan.


Terlihat mobil jip bercorak loreng hijau, hitam, dan juga putih.


"Kita siap-siap untuk bergerak ke dalam jangan buang-buang waktu terlalu banyak di luar. Kemungkinan besar di dalam ada sandera" ucap Arjun sembari berjalan memasuki gua.


"Bos tunggu kami!" teriak seorang anak remaja yang keluar dari dalam mobil jip tersebut.


"Kita akan melakukan penyergapan, kenapa kau maminta ku untuk membawa peralatan ku?" tanya remaja tersebut.


"Jangan banyak tanya lebih baik ikuti instruksi dari kapten saja" ucap seorang pria yang memiliki tubuh yang besar, kulit hitam dan wajah yang terlihat seperti orang Papua. Pria itu berbicara sembari berjalan turun dari mobil jip sembari membawa sebuah koper besar.


"Eka apa kau membawa yang ku minta?" tanya Arjun sembari berhenti dan berbalik.


"Kapten aku telah membawa semua yang anda minta, semua tipe bom, dan juga alat penjinak" jawab pria hitam tadi alias Eka.


"Baiklah kita siap untuk masuk, Satya kau harus berada di luar dan retas semua system keamanan yang berada di dalam gua jika kau mendapatkan informasi maka kau harus segera memberitahukan diri ku" ucap Arjun.


"Kalian semua harus tetap berada di belakang ku, jangan sampai tersesat" ucap Arjun sembari ia memasang amunisi di senjatanya.


Kemudian mereka berlari masuk ke dalam gua.


"Lakukan secepat mungkin jika ada musuh segera bunuh" ucap Arjun sembari berlari dalam kegelapan.


...****************...


Beberapa jam kemudian.


"Kita masuk ke dalam sebuah labirin, kita telah berlari selama satu jam namun kita tidak menemukan titik ujung seperti yang di beritahu oleh komandan" ucap Arjun yang kini tengah duduk di sudut tembok yang memiliki cahaya senter.


"Ketua lebih baik kau menghubungi Satya" ucap Riyan yang duduk di samping Arjun.


"Itu benar kapten, lebih baik kau menghubungi Satya ia akan mencarikan kita informasi" ucap Eka.


"Aku juga ingin melakukan itu sejak kita masuk, namun saat kita masuk semua alat komunikasi kita terganggu, aku merasakan jika ada gelombang energi yang kuat gelombang itu dapat menghambat sinyal radio dan sebagainya" ucap Arjun.


"Duak..!" suara Eka yang memukul tanah.


"Jangan gerakan tangan mu" ucap Arjun yang tiba-tiba menahan tangan Eka yang masih menempel di tanah.


Kemudian Arjun mengarahkan senternya ke arah tangan Eka yang masih ia tahan.


"Tangan mu menyentuh jebakan, Riyan mundur" ucap Arjun.


"Clik!" suara sebuah tombol yang tidak sengaja di injak oleh Riyan.


Tiba-tiba muncul api yang berasal dari obor-obor yang terletak di dinding gua, semua obor menyala secara bergantian.


Tiba-tiba tepat di belakang Eka menyala obor yang sangat besar terlihat seperti api unggun.


Hal itu sontak membuat semuanya terkejut.


"Kalian telah berhasil masuk ke dalam sini, sesuai permintaan kalian aku akan memberikan kalian berkah di kehidupan selanjutnya" terdengar suara yang aneh entah berasal dari mana.


Tiba-tiba dari arah kiri Riyan terbuka sebuah pintu yang langsung terhubung ke dunia luar.


Terlihat Riyan segera berlari keluar hingga tak menyadari ia telah menginjak ranjau darat.


"Maafkan aku semuanya, aku terlalu takut hingga berlari kalian cepat pergi ke luar" ucap Riyan yang terlihat sangat ketakutan.


"Eka kau bangun saja jebakan yang kau pegang sudah tidak aktif" ucap Arjun.


Terlihat Eka langsung berlari menghampiri Riyan yang berdiri terpaku tak berani untuk bergerak.


Terlihat Eka mengecek ranjau yang berada tepat di bawah Riyan.


"Kapten jenis ranjau belum pernah ku lihat, aku tidak bisa menjinakkan nya" ucap Eka.


"Tit... Ti..." suara ranjau tersebut.


Entah apa yang di pikirkan oleh Arjun tiba-tiba ia mengambil ranjau itu dan ia berlari ke arah sungai yang berada tak jauh dari pintu yang baru terbuka.


...****************...


Bersambung..