
Sementara itu di tempat kaisar Turgut terlihat semua orang berkumpul di sana.
"Tidak ku sangka pergerakan klan Tokor sangat cepat" ucap kaisar Turgut yang sedang duduk di tanah.
"Dalam beberapa hari mereka telah mengumpulkan ratusan ribu pasukan, jika ini di biarkan maka kita semua akan mati" ucap kaisar Junet yang sedang bersandar di pohon.
"Yang harus kita khawatir kan adalah pasukan kaisar Sun Yun" ucap Qi yu.
"Itu benar mereka akan tiba dalam waktu beberapa jam saja" ucap Chen yu.
"Sebaiknya kita tunggu tuan Kevin datang" ucap Asep.
"Tap" suara tapak kaki Kevin saat mendarat.
"Salam semuanya" ucap Kevin.
"Salam" jawab semua orang.
"Ada hal penting apa?" tanya Kevin.
"Beberapa jam lagi pasukan kaisar Sun Yun akan tiba, apa yang akan kita lakukan?" jawab kaisar Junet.
"Selain itu klan Tokor telah memiliki ratusan ribu pasukan" ucap kaisar Turgut.
"Aku sudah mengetahui kalau pasukan kaisar Sun Yun akan segera tiba, tetua Yen tolong kau perintahkan para murid untuk berkumpul di sini dengan pakaian dan peralatan tempur lengkap" ucap Kevin.
"Siap ketua" jawab tetua Yen.
"Tetua Yo tolong kau keluarkan senjata yang telah di buat oleh Leonel dan si kerdil Jhon" ucap Kevin.
"Siap ketua" jawab tetua Yo sembari berlutut lalu ia dan tetua Yen pun pergi.
"Jadi berapa banyak dana yang kalian kumpulkan?" tanya Kevin.
"Aku memiliki 897.000 kristal sihir jika di hitung keseluruhan" jawab kaisar Junet.
"Aku memiliki 4,9 juta kristal sihir tingkat tinggi" jawab kaisar Turgut.
"Wow kau memiliki banyak sekali uang, sejak kapan kau memilikinya dan kenapa kau menyembunyikan itu dari sahabat mu ini?" tanya kaisar Junet yang terlihat bingung.
"Itu adalah cerita yang panjang, biar ku singkat saja dua puluh tahun lalu aku menemukan sebuah gunung yang gersang berwarna hitam, dan semuanya mati, karena aku penasaran aku gali saja gunung itu dan ternyata satu gunung itu penuh dengan kristal sihir dan juga batu putih aneh" jawab kaisar Turgut dengan nada sombong.
"Tunggu apa boleh aku melihat batu putih yang kau maksud" tanya Kevin.
"Tentu saja aku juga membawanya, ini ambilah" jawab kaisar Turgut sembari memberikan batu kehidupan pada Kevin.
"Kau memiliki berapa banyak batu seperti ini?" tanya kevin.
"Aku memiliki 45 batu seperti itu yang berukuran kepala manusia" jawab kaisar Turgut.
"Benarkah!.. aku akan membeli semua itu dan aku akan membayar satu pulau terapung untuk semua batu yang kau miliki" ucap Kevin yang terlihat sangat antusias.
"Menantuku tak perlu seperti itu, lagi pula kekaisaran ku pada akhirnya juga milik mu, jadi ambil saja semua batu aneh yang kau mau anggap saja aku yang memberikan nya" jawab kaisar Turgut sembari memegang pundak Kevin.
"Tidak aku akan membuat satu pulau terapung dan anggap saja itu hadiah untuk mu" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Chen yu, Qi yu, dan Bogu yu kalian beritahu para murid kalian untuk berdiam diri di pulau mereka sampai aku memberikan kabar pada kalian" ucap Kevin.
"Dan untuk sekarang kalian tetap di sini biar aku saja yang meratakan pasukan kaisar Sun Yun, dan tolong jaga niana serta Eira" ucap Kevin.
"Tuan muda tidak perlu khawatir kami pasti akan menjaga mereka meski tidak kau beri perintah" jawab Qi yu.
"Dan aku akan berperang bersama para kaisar dan Asep" ucap Kevin.
"Kita akan berkumpul di sini satu jam lagi, aku ingin menyiapkan beberapa hal" ucap Kevin lalu ia pergi terbang.
"Aku akan pergi mencari makana" ucap kaisar Turgut.
"Aku juga" jawab kaisar Junet.
"Kami akan pergi berjaga" ucap Qi yu.
Kemudian mereka pun bubar.
...****************...
Terlihat kaisar sun Yun sedang duduk di atas kuda yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kita akan sampai dalam waktu beberapa jam lagi!" teriak kaisar Sun Yun.
"Benar yang mulai" ucap seorang lelaki yang berada di samping kaisar Sun Yun sembari terbang.
"Kau ingat perjanjian kita, semua wanita di kota itu akan menjadi milik ku" ucap seorang kakek tua yang sedang terbang di samping kaisar Sun Yun.
"Kalian tenang saja aku pasti akan menepati janji ku" jawab kaisar Sun Yun.
...****************...
Di kamar Kevin.
Terlihat niana sedang membantu Kevin memasang perlengkapan perang seperti pelindung tangan, bahu, serta baju zirah berwarna emas.
"Apa kau akan kembali nanti malam?" tanya niana.
"Tentu saja memang kau kira aku pergi ke mana" jawab Kevin.
"Kau harus menang agar bisa lebih cepat menyelamatkan naina" ucap niana sembari memeluk Kevin dari belakang.
"Aku yakin aku pasti akan menang kau jangan khawatir" ucap Kevin sembari mencium tangan niana sembari memakai sepatu.
"Aku pergi dulu" ucap Kevin sembari berdiri.
"Apa kau melupakan sesuatu?" tanya niana.
"Tidak aku tidak melupakan sesuatu?" jawab kevin sembari meraba tubuhnya.
Tiba tiba niana mencium Kevin.
"Kau lupa memberikan ciuman pada ku" jawab niana sembari tersenyum.
"Apa kau mau melakukan itu lagi" ucap Kevin sembari memeluk niana.
"Clik" suara pintu kamar yang terbuka.
"Papa di tunggu oleh kakek dan yang lainya" ucap Eira sembari berjalan masuk.
"Baiklah papa akan segera ke sana" jawab Kevin sembari melepas pelukannya lalu ia mencium kening niana dan mengecup pipi Eira.
"Papa pergi dulu" ucap Kevin sembari berjalan ke luar.
"Dada papa" ucap Eira sembari melambaikan tangan.
...****************...
Di alun alun kota terlihat semua murid telah berkumpul dan berbaris dengan rapi.
"Kau membawa berapa pasukan" tanya kaisar Junet.
"Aku hanya membawa 3000 pasukan, bagaimana dengan mu?" jawab kaisar Turgut sekaligus bertanya.
"Aku membawa 2000 pasukan" jawab kaisar Junet.
"Tap" suara tapakan kaki Kevin yang mendarat.
"Apa kalian siap" tanya Kevin.
"Kami siap" jawab kaisar Turgut serta yang lainya.
"Baiklah semuanya!!... kali ini kita akan benar benar berperang dengan sebuah pasukan yang terlatih, kuat, dan juga memiliki jumlah puluhan kali lipat dari kita. Tapi kalian jangan gentar kalian harus ingat kekuatan yang nyata adalah keyakinan dan keberanian, kalian boleh lemah tapi jangan pernah menjadi seorang pengecut!!..." teriak Kevin.
"Jika kalian lemah kalian masih bisa berlatih, layaknya sebuah pedang yang tumpul kita bisa mengasahnya lagi, tapi jika pedang telah berkarat maka akan hancur begitu juga dengan kita. Ayo semuanya berperang untuk ku, untuk benua ini, untuk keluarga kalian, untuk semuanya!!!......" teriak Kevin sembari mengangkat tangan ke langit.
"Kami siap!!...." teriak semua orang dengan penuh semangat.
Tiba tiba muncul sebuah senjata yang sangat besar.
...****************...
Bersambung.