
Setelah itu kevin menyuruh Fabon masuk ke dalam air mendidih.
"Cepat masuk ke dalam" ucap kevin.
"Tuan tapi ini air mendidih. Apa tuan ingin menjadikan ku sup manusia" jawab fabong.
Tiba tiba kevin mengangkat fabong dan ia memasukkan ke dalam panci raksasa yang berisi air mendidih.
"Aaaaaaaaa aa" teriak Fabon saat di dalam panci.
"Diam duduk sila lalu alir kan Qiu mu ke seluruh tubuh kau harus fokus jika ingin hidup" teriak kevin.
Terlihat fabong menutup matanya dan ia mulai tenang.
"Sepertinya ini berhasil. Sekarang tinggal tunggu sampai airnya habis" ucap kevin sembari duduk di tanah.
Satu jam kemudian.
"Krak" suara panci pecah dan keluar lah Fabon dengan tubuh yang mengeluarkan asap.
"Wah bagus sekarang apa yang kau rasakan" tanya kevin.
"Aku merasa seperti ingin menghancurkan tubuh ku ini" jawab Fabon.
"Baiklah jika itu yang kau mau" ucap kevin sembari memegang balok kayu yang sangat besar.
"Sekarang kau diam" ucap kevin.
"Burk" suara kayu patah saat menghantam tubuh fabon.
"Baru sekali dia melakukan latihan tapi tubuhnya sudah sekuat ini" gumam kevin.
"Baiklah aku akan memakai besi untuk memukul mu" ucap kevin sembari memegang batang besi.
Kemudian kevin memukul punggung Fabon sangat keras.
Satu jam kemudian.
"Duh aku lelah" ucap kevin sembari memegang besi yang telah bengkok.
Terlihat di belakang kevin tumpukan batang besi yang telah bengkok.
"Fabon aku akan menyerahkan teknik penguatan tubuh ini kepada suku mu" ucap kevin sembari memberikan buku.
"Terima kasih tuan" ucap Fabon yang tubuhnya merah semua.
"Ayah" teriak seorang anak yang terlihat berumur 25 tahun.
"Fabong" jawab Fabon.
"Siapa dia?" tanya kevin.
"Dia adalah putra ku tuan" jawab Fabon.
"Tunggu anak ini memiliki garis di keningnya" gumam kevin.
"Fabon kenapa kening anak mu memiliki garis seperti luka?" tanya kevin.
"Aku juga tidak tau garis itu sudah ada sejak lahir" jawab Fabon sembari mengelus kening fabong anak fabon.
"Sepertinya dia anak yang di takdir kan" gumam kevin sembari tersenyum.
"Ambil ini fabong" ucap kevin sembari memberikan kapak petir peninggalan ketua fabong kepada anak fabon yaitu fabong.
"Tuan tidak perlu repot repot" ucap Fabon.
"Ini adalah takdir nya aku berharap kau melatih dia menjadi barbarian sejati. Kapak ini bukan milikku tapi milik sang legenda ketua suku fabong yang hampir menguasai seluruh benua" Jawab kevin.
"Aku berjanji untuk memberikan kapak ini kepada seorang anak yang memiliki garis di keningnya" ucap kevin.
Kemudian fabong pun mengambil kapak petir tersebut.
"Tuan aku akan menjaga kapak ini dan aku akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadi barbarian yang hebat agar bisa membantu tuan" ucap fabong sembari berlutut.
"Ya aku akan menunggu hari itu" jawab kevin.
"Mulai besok kau latihan sendiri aku. Aku ingin mempersiapkan semua untuk musim dingin. Aku pergi dulu" ucap kevin.
...****************...
Saat malam hari.
Terlihat kevin dan yang lainya sedang berkumpul di aula dengan mengenakan pakaian yang indah serta rapi.
"Paman Qiu masih sibuk jadi dia tidak bisa ikut dengan kita" kevin.
"Oh iya mana naina" tanya kevin.
"Oh dia masih di kamar nya di atas" jawab gusi.
Tiba tiba datang naina dari pintu sebelah kanan kevin.
Seketika semua orang terdiam melihat naina.
"Sungguh cantik sekali" gumam kevin.
"Cih anak pelacur itu menjadi sorotan lagi" gumam nia dengan wajah kesal.
"Baiklah semua orang telah hadir jadi kita akan pergi sekarang" ucap kevin sembari memegang tangan naina.
"System kirim kami ke ibu kota kerajaan Serbia" ucap kevin.
kemudian mereka di kirim ke alun alun kota Serbia yang sedang ada festival.
"Wah kota ini berada di gurun" ucap kevin.
"Wah banyak sekali makanan di sini" ucap Bog.
"Oh aku sudah pernah pergi ke sini" ucap margaret.
"Iya ibu tapi saat itu tidak ada festival seperti ini" jawab nia.
"Ayo kita pergi ke istana" ucap kevin.
Kemudian mereka pun jalan ke arah istana yang terlihat seperti Taj mahal di India namun istana itu berwarna emas.
Jalan jalan yang ramai dengan obor yang menyinari di setiap langkah.
Saat di istan.
"Ada perlu apa tuan datang ke sini" ucap seorang penjaga yang sedang berjaga di gerbang istana.
"Aku kevin yu penguasa kota godi dan soba. Kami kemari datang atas undangan Sultan rojak" jawab kevin.
"Oh ternyata tamu Sultan Silahkan masuk" ucap penjaga sembari membukakan pintu.
Kemudian kevin dan yang lainya di antarkan menemui Sultan rojak.
Saat di aula istana kerajaan Serbia.
"Salam aku kevin yu dari kota hundo" ucap kevin sembari menundukkan kepala di ikuti yang lainya.
"Hahahaha selamat datang mari ikuti aku ke ruang perjamuan" ucap Sultan rojak sembari memeluk kevin.
"Tidak ku sangka penjaga serta raja dari kerajaan ini sangat ramah" gumam kevin.
Kemudian mereka pun di antar ke ruangan makan dengan meja yang panjang dan makanan penuh di atasnya.
Kemudian mereka pun duduk.
"Kalian belum memperkenalkan diri" ucap sultan rojak sembari memegang gelas emas berisi air putih.
Tiba tiba datang dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.
"Oh Omar Ali siti kalian telah datang mari duduk bersama tamu yang lainya" ucap Sultan rojak.
Kemudian mereka duduk.
"Perkenalkan nama saya margaret gen saya adalah bangsawan dari kerajaan gord" ucap Margaret.
"Saya nia gen saya adalah bangsawan dari kerajaan gord" ucap nia.
"Saya Bog yu tuan sudah mengenal saya" ucap bog sambil tersenyum.
"Saya gusi saya merupakan asisten tuan kevin" ucap gusi.
"Saya mugi saya adalah asisten pelatih pasukan militer kota" ucap mugi.
"Saya gusmo saya merupakan asisten pelatih pasukan militer kota" ucap gusmo.
"Aku don aku adalah pelatih pasukan militer kota" ucap don.
"Dan yang di samping ku ini adalah naina" ucap kevin sembari merangkul naina.
"Wah salam kenal anak anak perkenalkan nama kalian" ucap sultan rojak.
"Salam nama ku Omar aku kakak tertua umurmu 28 tahun" ucap Omar sembari tersenyum.
"Aku ali aku anak kedua umurmu 20 tahun" ucap ali sembari tersenyum.
"Aku siti aku anak bungsu umurmu tujuh tahun" ucap siti dengan malu malu.
"Ayo silahkan nikmati makanan nya" ucap sultan rojak.
"Sungguh semua orang di kota ini ramah ramah" gumam kevin sembari memakan nasi.
"Tunggu apa yang kau lakukan. makan nasi itu harus pakai tangan jangan pakai sendok" ucap sultan rojak.
"Lah aku malah ke ingat saat di bumi aku hidup di Indonesia setiap hari aku makan pakai tangan" gumam kevin.
"Tunggu bagai mana caranya" tanya nia.
"Iya bagai mana" ucap margaret.
"Tuan kevin apa kau bisa makan nasi panjang panjang ini pakai tangan" tanya Bog.
"Biar aku ajarkan" ucap sultan rojak.
...****************...
Bersambung.