King System

King System
Episode 142



"Aku hanya merasa menyesal setelah kejadian malam itu" jawab Kevin sembari menundukkan kepala.


"Bukannya aku sudah katakan kalau aku tidak masalah" ucap niana.


"Aku tidak mendengarkan mu saat itu" jawab Kevin.


"Aku faham kalau kau memiliki banyak pekerjaan dan beban fikiran, oleh karena itu aku tidak ingin merepotkan mu dan aku ingin membantu mu" ucap niana.


"Menjaga diri mu dan niana saja sudah membantu ku dan aku tidak memerlukan bantuan lain" ucap Kevin.


"Apa kau benar benar menyayangi ku?" tanya niana sembari memandang wajah Kevin.


"Tentu saja aku sayang pada mu lagi pula kau adalah istri ku" jawab Kevin.


"Kau menyebut diri ku sebagai istri mu namun kau tidak memperlakukan aku seperti itu, suami istri akan saling berbagi pendapat, berbagi cerita, berbagi masalah, namun selama ini kau hanya pergi ke luar dan duduk di atas atap saat malam, kau itu memiliki istri tapi kenapa kau lebih menyukai di atas atap di bandingkan bersama orang yang kau sayang" ucap niana yang terlihat emosional dengan mata yang mulai berair.


"Aku hanya tidak ingin kau merasakan beban yang ku rasakan" ucap Kevin.


"Plak" suara tamparan ke wajah Kevin.


"Nak kau dalam masalah besar, dan apa yang kau lakukan selama ini itu memang salah" ucap Red dalam fikiran Kevin.


"Tap tap tap" suara langkah niana yang sedang berlari pergi ke dalam hutan.


"Kejarlah dia dasar laki laki tidak peka" ucap Red dalam fikiran Kevin.


Seketika kevin berlari sangat cepat mengajar niana.


"Tap" suara Kevin memegang tangan niana dari belakang lalu ia menarik nya lalu ia memeluk niana.


"Maafkan aku" ucap Kevin sembari memeluk niana dari belakang dengan wajah menyesal.


"Selama ini aku merasa kalau kau tidak menerima pernikahan ini, oleh karena itu hampir setiap malam aku pergi" ucap kevin.


Tiba tiba niana berbalik ke arah kevin.


"Jika aku tidak menyetujui pernikahan kita kenapa aku masih berada di sini" ucap niana.


Tiba tiba Kevin mencium niana sembari memeluknya sangat erat.


"Dia benar benar mencium ku" gumam niana yang terlihat sangat terkejut dengan wajah memerah karena malu.


"Mari kita pergi ke dalam rumah saja" ucap Kevin sembari melepaskan pelukannya lalu ia pergi ke arah tenda.


"Apa dia benar benar menyayangi ku" gumam niana sembari berjalan mengikuti Kevin.


Kemudian kevin menggendong Eira yang tertidur sangat pulas dan ia pun membawanya ke dalam rumah mewah nya, setelah menaruh Eira ke kamarnya kemudian Kevin duduk di ruang tamu.


"Bagaiman boy rasanya berciuman?" tanya Red dalam fikiran Kevin.


"Aku tidak tau mungkin rasanya enak" jawab Kevin yang sedang berbaring di sofa.


"Apa kau menyesal tidak melakukanya sejak dulu?" tanya Red dalam fikiran Kevin.


"Mungkin iya mungkin juga tidak" jawab Kevin sembari tersenyum.


"Tik tik tik" suara air yang menetes.


Tiba tiba niana telah berada di atas Kevin dan ia duduk di atas Kevin hanya dengan menggunakan handuk yang basah.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kevin.


"Kau diam saja" ucap niana.


Tiba tiba niana mencium Kevin sangat bergairah.


"Aduh dia lagi minta jahat, lebih baik aku pergi" ucap Red dalam fikiran Kevin.


Tiba tiba Kevin memeluk tubuh niana dan ia pun meraba seluruh tubuh niana kemudian ia membalik posisi niana di bawah.


...****************...


Singkat cerita keesokan harinya.


"Tap tap tap tap.." suara langkah kaki Eira yang turun dari tangga sembari membawa boneka.


Lalau Eira berjalan ke arah Kevin dan niana yang sedang tidur berpelukan dalam selimut, di atas sofa yang tiba tiba menjadi lebar.


"Mama... mama" ucap Eira sembari terus menarik rambut niana.


Tiba tiba niana duduk membuat selimutnya jatuh hingga membuat tubuh bagian atasnya terlihat.


"Mama kenapa mama tidak mengenakan pakaian?" tanya Eira yang terlihat sangat bingung.


"Eh Eira, mama semalam ketiduran jadi lupa mengenakan baju, ayo kita mandi dulu setelah itu kita makan, Eira pergi dulu ke kamar mandi nanti mama akan nyusul" ucap niana sembari menutupi dadanya degan wajah malu.


"Baiklah Eira akan ke kamar mandi dulu" ucap Eira sembari berjalan pergi.


"Kau sangat kuat dan juga liar tadi malam" ucap niana berbisik di telinga Kevin.


Lalu ia turun dari sofa dan pergi ke kamar mandi.


"Nak apa rasanya enak?" tanya Red dalam fikiran Kevin.


"Berhentilah bertanya hal pribadi seperti itu, tapi memang rasanya sangat enak" ucap Kevin sembari duduk.


Lalu Kevin pun tidur lagi setelah memakai celana.


Beberapa menit kemudian terlihat niana sedang memasak.


"Selamat pagi" ucap Kevin sembari memeluk niana dari belakang.


"Selamat pagi" jawab niana.


"Semalam rasanya sangat luar biasa, aku ingin melakukanya lagi" ucap Kevin berbisik di telinga niana.


"Berhentilah mengatakan itu nanti Eira bisa mendengar ucapan mu tadi" ucap niana yang terlihat malu.


"Baiklah aku ingin mandi" ucap Kevin sembari berjalan pergi.


Setelah Kevin mandi ia pun kembali ke dapur.


"Apa maknanya sudah siap" tanya Kevin yang sedang memakan apel sembari mengeringkan rambut panjangnya menggunakan handuk.


"Sudah ku siapkan di atas meja, kau makan saja bersama Eira aku akan mencuci piring ini dulu baru aku ke sana" jawab niana yang sedang mencuci piring.


Tiba tiba Kevin berjalan mendekati niana kemudian ia mencuci tangan niana.


"Aku menikahi mu untuk menjadi seorang ratu bukan pembantu, berhentilah melakukan pekerjaan seperti ini, aku tidak ingin tangan indah mu ini menjadi kasar" ucap Kevin sembari mencuci tangan niana.


"Lalu siapa yang akan mencuci ini" tanya nian yang terlihat malu.


"Piring ini akan bersih dalam sekejap karena rumah ini bisa melakukanya sendiri" jawab Kevin.


"Jangan bertanya lagi" ucap Kevin sembari menggendong niana ke ruang makan.


"Wah mama dan papa sangat romantis" ucap Eira sembari melihat Kevin yang menggendong niana.


"Hahaha tentu saja" jawab Kevin sembari menurunkan niana lalu mereka pun makan.


"Kevin cepat keluar ada keadaan darurat" ucap kaisar Turgut menggunakan telepati.


"Apa memang apa yang terjadi?" tanya Kevin menggunakan telepati.


"Cepat kau kembali saja" jawab kaisar Turgut menggunakan telepati.


"Baiklah aku akan segera kembali" jawab kevin menggunakan telepati.


"Apa kalian ingin tetap di sini" tanya Kevin.


"Papa Eira ingin bermain bersama kakak sari dan Risa serta kakek Yen" jawab Eira.


"Bagaimana dengan mu niana?" tanya Kevin.


"Aku tidak masalah selagi itu masih bersama mu" jawab niana.


"Baiklah kita akan pergi habis makan, kalian santai saja tidak perlu buru buru" ucap Kevin.


...****************...


Bersambung.