King System

King System
Episode 258 mencari informasi 2



"Kami tau kekuatan anda sangat hebat, anda tidak akan takut dengan hal ini namun kami berbeda. Kami hanya kultivator biasa kami tidak bisa melawan mereka, oleh karena itu kami takut" ucap Luan sun.


"Rasa takut hanya akan menghambat kesuksesan seseorang. Jangan pernah takut kalian akan mendapatkan banyak manfaat, jangan takut maka kalian akan berhasil" ucap Kevin.


"Berani hanya untuk orang yang memiliki kemampuan bahkan kami akan mati dengan sekali perintah dari kaisar ye long" ucap Luan sun.


"Aku ingin pergi ke kota para bandi, tunjukan di mana letak kota tersebut" ucap Kevin sembari melihat peta.


"Kota para bandit atau penjahat ada dua, yang pertama kota Heng lalu kota Samanda. kota Heng berisi para pencuri licik sedangkan kota Samanda berisi para buronan yang bersembunyi. letaknya ada di pesisir pantai di kerajaan Saman, anda memerlukan satu bulan untuk tiba di kerajaan Saman, dan memerlukan 2 Minggu untuk sampai di kota Samanda" ucap Luan sun.


"Aku sangat tertarik dengan pemimpin kota tersebut, ia adalah buronan kekaisaran namun ia hidup seperti biasa layaknya tidak terjadi apa-apa terhadap nya" ucap Kevin.


"Pemimpin kota Samanda adalah seorang yang sangat kuat, alasan kenapa ia di jadikan buronan ia menguasai teknik gelap atau teknik iblis yang sangat kejam" ucap Luan sun.


"Anak mu juga begitu, roh penjaga naga hitam adalah perwujudan dari rasa benci seseorang. dan kekuatan yang di miliki Dujuan sangat kuat dan juga kejam itu juga merupakan teknik iblis" ucap Kevin.


Seketika suasana berubah, terlihat wajah panik dari semua orang kecuali Kevin yang terlihat santai.


"Bagaimana, aku harus melindungi Dujuan aku tidak akan tega melihatnya di salib. Aku harus menyembunyikan ini" gumam Luan sun.


"Oleh karena itu aku akan melatih Dujuan mengendalikan emosi nya. Kekuatan Dujuan berasal dari rasa benci yang ia miliki, untuk saat ini roh penjaga Dujuan masih belum menerima Dujuan sepenuhnya karena ia mengaggap dujuan lemah. Aku akan melatih Dujuan agar dapat mengendalikan roh penjaga miliknya secara utuh" ucap Kevin.


"Sekarang aku telah memahami kenapa anda sangat ingin membawa Dujuan, anda mengatakan memerlukan pemandu namun Dujuan tidak mengetahui apa-apa di dunia ini. Oleh karena itu aku merasa khawatir, namun setelah mengetahui alasan sebenarnya saya telah lega" ucap Luan sun.


"Setelah tiga hari aku akan pergi ke kota Samanda, aku akan menemui pimpinan kota aku memiliki urusan denganya. Aku akan meninggalkan satu bawahan ku untuk menjaga kota ini dan juga Luan sun" ucap Kevin.


Tiba-tiba Kevin mengeluarkan satu prajurit mayat miliknya.


"Dia akan menuruti perintah mu Luan sun, aku akan menitipkan nya pada mu dan akan ada seorang yang hebat layaknya aku mengambil dia" ucap Kevin sembari memegang pundak prajurit mayat hidup di sampingnya.


"Ia memiliki kekuatan setara dengan seorang kultivator ranah mahayana bintang tiga, kalian jangan khawatir terkena bahaya atau di serang" ucap Kevin.


"Apa prajurit ini setara dengan seorang pemimpin sekte besar, kaisar, dan kepala keluarga besar" gumam Luan sun yang kini ia duduk di pantai dengan ketakutan hingga keringat terus mengucur di setiap bagian tubuhnya.


"Kau harus memastikan Luan sun selamat, dia akan datang dan menjemput mu aku akan pergi lusa" ucap Kevin berbicara di depan prajurit mayat hidup.


...****************...


Sementara itu di tempat Dujuan.


Terlihat setengah medan perang telah bersih, selain itu terlihat tumpukan mayat yang di susun membentuk gunung berada di tengah medan perang.


Terlihat Dujuan masih bersemangat berlari sembari melempar mayat ke tumpukan.


"Aku harus segera selesai, waktu hanya tersisa lima jam lagi. Aku tidak ingin mengecewakan Kevin dengan gagal di hari pertama latihan, aku harus semangat..!" teriak Dujuan sembari terus melempar mayat.


"Dia sangat bersemangat, apa kau memiliki saran sun?" ucap Kevin yang kini tengah berdiri di atas benteng sembari mengamati Dujuan.


"Untuk melakukan itu aku harus melatih metalnya terlebih dahulu, tapi di dunia ini tidak ada batu mental dan hal ini membuat kendala yang cukup besar" ucap Kevin sembari menyalakan rokok.


"Kita bisa melatihnya dengan cara menyiksa mental, aku pernah melihat guru anda melatih anda dengan cara itu" ucap sun.


"Jika aku melakukan itu Dujuan akan menjadi gila, pelatihan yang ku jalani berbeda dengan yang ku berikan kepada Dujuan" ucap Kevin.


"Tapi aku bisa menciptakan metode baru dengan mengambil satu penyiksaan mental yang berada di teknik guru, tunggu itu akan berbahaya aku akan membuat teknik pelatihan ku sendiri, anggap saja Dujuan sebagai kelinci percobaan ku" ucap Kevin.


"Ku pikir aku yang akan menjadi kelinci percobaan, aku sangat beruntung" gumam sun yang terlihat ketakutan.


...****************...


Singkat cerita saat malam hari.


di tenda Luan sun terlihat Kevin, Dujuan, dan Luan sun tengah makan.


"Mulai saat ini kau di larang mengonsumsi arak atau sejenisnya hingga kau berada di ranah mahayana" ucap Kevin.


"Apa...! aku tidak akan bisa menahan itu, arak adalah hidup ku ia teman terbaik yang aku miliki. Ia adalah yang terbaik aku mohon jangan pisahkan aku Dan dirinya" ucap Dujuan sembari mencium botol arak secara terus menerus.


"Dia mabuk" ucap Luan sun.


Tiba-tiba Kevin menyentuh dahi Dujuan mengakibatkan Dujuan muntah.


"Ini yang ku benci dari seorang pemabuk" ucap Kevin sembari berdiri secara tiba-tiba.


"Ibu... apa salah ku kenapa Kevin terlihat sangat marah" tanya Dujuan.


"Plak...!" suara Luan sun yang menampar Dujuan.


"Kau harus berhenti minum jika ingin menjadi orang kuat, tuan Kevin melarang mu untuk meminum arak hingga kau berada di ranah mahayana" ucap Luan sun sembari berdiri.


"Kau mengacaukan makan malam, aku tidak menyukai hal seperti ini. Kau telah dewasa jangan menjadi anak-anak lagi" ucap Luan sun sembari keluar dari tenda.


"Apa salah ku, aku hanya minum guru apa aku salah" ucap Dujuan.


"Mereka mencoba untuk mengendalikan mu, lebih baik kau jangan terlalu dekat dengan mereka" ucap suara yang berada di dalam pikiran Dujuan.


"Tapi mereka peduli dengan ku, terutama ibu aku tidak suka jika kau menjelekkan ibu ku" ucap Dujuan.


"Bukan ibu mu, tapi Kevin aku dapat merasakan aura jahat dan niat buruk dalam dirinya. kau jangan terlalu dekat dengan orang itu" ucap suara di pikiran Dujuan.


...****************...


Bersambung.