
"Hanya dengan cara ini aku bisa menyelamatkan diri mu dari kesombongan" gumam Kevin.
"Semuanya kalian boleh menyingkir, Xiao Lang, jenderal yu Bai kalian buat pelindung untuk semua orang dan tempat ini" ucap Kevin.
"Siap yang mulia" jawab Xiao Lang sembari berdiri.
"Siap yang mulia" ucap jenderal yu Bai sembari berjalan ke arah Xiao Lang.
"Salam kenal nama ku yu Bai" ucap jenderal yu Bai sembari tersenyum ke arah Xiao Lang.
"Salam kenal nama ku Xiao Lang" jawab Xiao Lang sembari tersenyum.
"Wajahnya begitu tampan, ia terlihat seperti pangeran dari kekaisaran namun ia lebih tampan lagi" gumam jenderal yu Bai yang terlihat kebingungan.
"Aku lindungi semua orang, kau lindungi bangunan kediaman ini" ucap Xiao Lang.
"Baiklah, semuanya berlindung di balik tuan Xiao Lang!" ucap jenderal yu Bai dengan nada tinggi.
Terlihat semua orang yang kini telah tersadar beraliran ke arah jenderal yu Bai.
"Aku memerlukan sebuah peregangan setelah beberapa puluh ribu tahun tersegel" ucap Xiao Lang sembari meregangkan tubuh nya, seketika muncul sebuah tongkat di tangan kanan nya.
"Tap..!" suara tongkat yang di tancapkan di tanah oleh Xiao Lang.
"Perlindungan daun" ucap Xiao Lang sembari ia memegangi tongkat tersebut menggunakan kedua tangan miliknya.
Terlihat mata Xiao Lang mulai bercahaya, rambut serta pakaian nya mulai melayang di ikuti cahaya yang muncul di atas tongkat itu.
Seketika muncul sebuah kubah yang menutupi kediaman keluarga Wei, kubah itu terlihat seperti setangkai daun.
"Lumayan juga" gumam Kevin sembari melirik ke arah Xiao Lang.
"Pelindung tempurung kura-kura" ucap jenderal yu Bai sembari menyatukan kedua tangannya.
Seketika muncul sebuah kubah berbentuk tempurung kura-kura menutupi semua orang yang berada di sana.
"Apa kau yakin dengan tantangan ini?" tanya Kevin.
"Tentu aku yakin, yang berpindah dunia bukan hanya diri mu, aku yakin jika kekuatan kita ini setara, diri ku telah salah mengambil keputusan dulu dan aku tak ingin hal itu terjadi lagi" jawab yu Zhong yang terlihat kesal.
"Baiklah jika kau menyetujuinya, kau harus ingat aku bukan Arjun, kini nama ku Kevin dan aku adalah orang yang baru bukan seperti yang dulu" ucap Kevin yang terlihat marah.
"Lebih baik cepat kau keluarkan aura mu yang begitu luar biasa itu" ucap yu Zhong.
"Baiklah jika memang keputusan mu sudah bulat, aku gak akan menganggu lagi, mari kita mulai" jawab Kevin.
Seketika bumi bergetar.
Terlihat Yu Zhong perlahan sangat perlahan ia menunduk, tubuh nya mengeluarkan keringat yang begitu banyaknya.
Tubuhnya bergetar gemetar terlihat seperti ia ingin meledak menjadi berkeping-keping.
"Aura ini, aku masih bisa merasakan nya benar-benar mengerikan" gumam Xiao Lang yang terlihat kesulitan menahan aura milik Kevin ia menggertak kan gigi nya.
"Apa dia bisa menahannya?" tanya Wei dong.
"Itu akan menjadi sulit, selama ini aku hanya pernah melihat guru mengeluarkan 2 persen aura nya saja, dan itu sudah cukup membuat seorang di ranah Mahayana mati" jawab Dujuan.
"Apa..! hanya dengan aura nya saja, seorang ranah Mahayana bisa mati dan itu pun hanya 2 persen" ucap Wei dong yang terlihat terkejut.
"Kecilkan suara mu, biarkan jenderal yu Bai fokus dengan pelindung ini, apa kau mau kita merasakan aura itu juga?" ucap Dujuan.
"Hehehehe... maaf.. maaf.." jawab Wei dong sembari tersenyum malu.
"Aura ini benar-benar mengerikan, yang membuat ku terkejut adalah yang mulia mengatakan jika ia hanya menggunakan 10 persen kekuatannya saja, hanya 10 persen bagaimana jika 100 persen sudah pasti dunia ini akan hancur" gumam Xiao Lang.
"Diri ku hanya menggunakan 3 persen kekuatan ku, namun diri mu sudah tidak kuat" ucap Kevin yang kini tengah berdiri sangat dekat ke arah yu Zhong.
Terlihat tubuh yu Zhong tertekan hingga membuat tanah di pijakan kaki yu Zhong masuk ke dalam karena tekanan yang begitu kuat nya.
"Sungguh mengerikan, aku hampir tak sanggup" gumam Yu Zhong yang terlihat benar-benar kesulitan ia hampir berlutut, namun tubuh nya menolak untuk melakukannya, tubuh nya gemetar begitu hebat nya keringat terus-menerus mengucur tak henti-hentinya.
"Hei yu Zhong lebih baik diri mu menyerah saja agar semua ini cepat selesai" ucap jenderal yu Bai.
"Yu Zhong aku melakukan ini karena aku menyayangi mu sebagai saudara ku, aku rela jika kau membenci ku jika kesombongan di hati ku bisa menghilang" ucap Kevin sembari memegang pundak yu Zhong.
"Kesombongan akan merusak mu dengan seiring waktu nya, sombong adalah penyakit yang tak bisa di sembuhkan dengan kata-kata, oleh karena itu aku memilih menunjukkan kekuatan ku agar diri mu merasa untuk berhenti melakukan ini semua" ucap Kevin.
"Apa yang di bicarakan oleh yang mulia, pendengaran ku di blokir" gumam Xiao Lang.
"Lebih baik kau cepat menaikan level nya hingga ke level 10, aku tak peduli lagi dengan semua itu" jawab yu Zhong dengan syarat yang terbata-bata dan mata yang berusaha untuk terbuka.
"Bodoh sekali anak itu, mengapa harus berdebat dengan yang mulia seharusnya ia meminta maaf bukan nya melakukan ini" gumam jenderal yu Bai.
"Dasar sombong!" ucap Kevin dengan nada menekan.
Seketika yu Zhong terjatuh terkapar di tanah tak bergerak.
"Kekuatan ini tak sanggup ku tahan" ucap Xiao Lang yang kini telah berlutut akibat efek dari tekanan aura yang di keluarkan Kevin.
"Benar-benar mengerikan, bahkan jika aku yang di sana aku benar-benar tak mampu untuk menahan aura ini, aku pasti akan segera pingsan" gumam Xiao Lang yang kini tengah berlutut dengan mulut yang berdarah.
"Gawat Jenderal yu Bai sepertinya akan tumbang" gumam Xiao Lang sembari melirik ke arah jenderal yu Bai yang terlihat hampir terjatuh.
"Hei jika kalian tidak ingin mati aliri kekuatan kalian kepada jenderal yu Bai cepat...!" teriak Xiao lang.
Terlihat semua orang berlari ke arah jenderal yu Bai kemudian mereka mengaliri jenderal yu Bai dengan kekuatan yang mereka miliki.
Bumi semakin terguncang, terdengar suara gemuruh kaki binantang yang berlarian karena ketakutan, terlihat burung-burung terbang menjauh.
Perlahan muncul retakan di kubah pertahanan milik Xiao Lang.
"Gawat!" ucap Xiao Lang sembari melihat ke arah retakan tersebut.
"Tuan cukup ini sudah kelewatan batas, yu Zhong akan mati jika di teruskan" ucap Xiao Lang menggunakan telepati.