King System

King System
Episode 138



Di kamar Kevin.


"System ubah kamar ini menjadi kamar moderen dengan AC tapi bagian luarnya biarkan seperti itu" ucap Kevin.


[Punya majikan begini amat kalo minta sukanya yang aneh aneh. Memotong 100 poin jiwa.]


Seketika Suma furniture serta tembok berubah menjadi sangat moderen bahkan tersedia tv layar lebar di sana.


"Wah kasur yang sangat nyaman" ucap Kevin sembari melompat ke atas ranjang.


"Clik" suara pintu yang di buka.


"Kalian telah menikah jadi tidur di kamar yang sama" ucap kaisar Turgut sembari mendorong niana masuk lalu ia menutup kembali pintu kamar Kevin.


"Tunggu ini di mana" ucap niana yang terlihat sangat bingung sembari melihat sekeliling.


"Apa kau mau tidur di sini. Baiklah cepat naik biar aku tidur di sofa" ucap Kevin sembari membawa satu bantal ke atas sofa.


"Cepat kau tidur" ucap Kevin sembari menarik tangan niana.


"Tunggu tapi ini di mana kenapa banyak barang barang aneh dan juga cahaya yang sangat terang dan indah untuk di pandang itu apa" tanya niana yang tiba tiba berhenti saat berjalan di tuntun Kevin.


"Baiklah aku akan menjelaskannya pada mu" ucap Kevin.


Singkat cerita setelah Kevin menjelaskan semua kegunaan barang barang yang ada di kamar Kevin.


"Jadi apa kau faham. Di masa depan nanti kau juga akan mengerti" ucap Kevin.


"Kau tidak perlu tidur di sofa aku bisa berbagi tempat tidur dengan mu lagi pula kita suami istri dan ini adalah hal yang wajar" ucap niana sembari memegang tangan Kevin.


"Kau tidur saja duluan aku akan ke luar mencari makanan apa kau mau ku bawakan sesuatu" tanya Kevin.


"Tidak perlu aku sudah kenyang" jawab niana.


"Baiklah aku pergi dulu aku akan segera kembali" ucap Kevin sembari pergi keluar.


Kemudian Kevin pun pergi ke atas atap kembali.


"Aku bingung memang apa rasanya rokok itu" gumam Kevin.


"System aku ingin membeli rokok termahal di bumi" ucap Kevin.


[Rokok termahal di bumi kini di pegang olehTreasurer Luxury Black dengan harga perbatang 67 dolar atau 930 ribu rupiah. Dan 10 bungkus satu poin jiwa.]


"Baiklah aku ingin mencoba saat aku melihat teman serta komandan menggunakan rokok mereka terlihat sangat keren dan sangat laik!.."ucap Kevin.


[Pembelian berhasil 10 bungkus rokok Luxury Black seharga 1 poin jiwa]


"Ku harap rasanya akan enak" gumam Kevin sembari menyalakan rokok.


"Uhuk uhuk uhuk" batuk Kevin sangat keras seakan paru parunya akan keluar.


"Aku akan mencobanya lagi agar terbiasa. Tapi sekarang aku merasa lebih tenang mungkin" gumam Kevin sembari kembali menghisap rokok.


Beberapa jam kemudian.


"Aku sudah habis satu bungkus dan rasanya enak. Aku yakin aku akan baik baik saja karena tubuh ini adalah tubuh yang sangat kuat" ucap Kevin sembari.


kemudian Kevin pun turun dan masuk ke dalam kamar. Terlihat niana telah tidur dengan keadaan duduk di sofa karena menunggu Kevin sembari menonton TV.


"Kenapa kau tidak tidur di kasur saja" ucap Kevin sembari menggendong niana.


"Dia sangat ringan" gumam Kevin.


"Tentu saja kau bahkan bisa mengangkat gunung dengan satu tangan" ucap Red dalam fikiran Kevin.


"Aku tau itu tapi aku hanya tidak menyangka" gumam Kevin sembari menaruh niana ke atas kasur.


"Kevin kau harus kuat jika kau melakukan itu dengan paksa maka sama saja kau seperti seorang bajingan" gumam Kevin sembari memandang belahan dada niana yang terbuka.


"Baiklah saatnya tidur" ucap Kevin sembari pergi ke sofa.


"Jangan tinggalkan aku" ucap niana yang mengigau sembari menahan tangan Kevin.


"Sepertinya dia mengigau" gumam Kevin.


"Ayo hajar dia tidak sadarkan diri. Lagi pula dia adalah istri mu" ucap Red memprovokasi Kevin.


[Tuan lakukan kau pasti bisa. System menawarkan obat kuat hanya satu poin jiwa saja.]


"Cih dasar sesat" Kevin sembari berjalan ke sofa.


lalu ia pun tidur.


...****************...


Keesokan harinya saat mata hari belum terbit.


"Oaaah sekarang sudah subuh" ucap niana sembari meregangkan tubuhnya.


"Loh di mana Kevin dan kenapa aku ada di sini" gumam niana sembari menoleh sekeliling.


"Tunggu dia tidur di atas sofa" ucap niana sembari berjalan ke arah Kevin.


"Dia terlihat sangat menggemaskan saat tidur" gumam niana yang tiba tiba mengecup dahi Kevin setelah itu ia pun mengikat rambutnya dan pergi ke luar.


"Kukuruyuk" suara ayam berkokok saat matahari terbit.


"Oaaah sudah pagi" ucap Kevin sembari duduk dan meregangkan tubuhnya.


"Wangi sekali" ucap Kevin sembari membuka mata.


Terlihat banyak makanan di meja depan Kevin dan juga terlihat niana sedang menyisir rambut.


"Apa kau yang memasak ini?" tanya Kevin.


"Iya aku yang memasaknya. Cepat makan aku tau kau memiliki pekerjaan yang berat hari ini makanya aku memasak banyak makanan di sini cepat makan selagi makanannya masih hangat " jawab niana sembari terus menyisir rambut.


"Baiklah terima kasih karena kau telah repot repot memasakkan makanan sebanyak ini" ucap Kevin.


"Tidak masalah" jawab niana yang tersenyum secara bersembunyi.


"Makanan ini sangat enak" gumam Kevin yang matanya bersinar seketika saat makan makanan niana.


"Apa kau tidak ikut makan?" tanya Kevin.


"Aku sedang menyisir rambut ini agar tidak kusut setelah aku menyisir rambut aku akan makan" jawab niana.


Tiba tiba Kevin berdiri sembari membawa makanan dan ia berjalan ke arah niana.


"Cepat buka mulut mu kau lanjutkan saja menyisir rambut. Aku akan menyuapi mu" ucap Kevin sembari mengarahkan sendok ke arah mulut niana.


Kemudian niana pun membuka mulut dan mereka pun makan di satu piring yang sama dengan sendok yang sama.


"Rambut mu sangat indah" ucap Kevin sembari menyentuh rambut niana.


"Terima kasih" jawab niana.


"Kevin mereka telah sampai di sini" ucap kaisar Turgut sembari membuka pintu kamar Kevin.


"Ah maaf ternyata kalian sedang bermesraan niana ayah pergi dulu ya" ucap kaisar Turgut sembari menutup kembali pintu kamar Kevin.


"Orang yang kau panggil telah datang kenapa kau tidak pergi" tanya niana.


"Kau belum menghabiskan makanan mu aku akan pergi saat makanan di piring ini telah habis" jawab Kevin.


"Aku akan makan sendiri lagi pula aku juga sudah hampir selesai" ucap niana sembari mengikat rambutnya.


"Aku telah membelikan banyak pakaian untu mu di dalam lemari ku harap kau akan memakainya" ucap Kevin sembari meletakan piring di atas meja.


Tiba tiba Kevin mencium kening niana.


"Aku pergi dulu sampai jumpa lagi" ucap Kevin sembari berjalan pergi ke luar ruangan.


Terlihat niana tersipu malu.


...****************...


Bersambung.