King System

King System
Episode 309 Masa lalu



Di tempat Kevin.


Terlihat Kevin tengah bersemedi.


"Dunia ini begitu rumit" gumam Kevin.


"Apa maksud anda tuan?" tanya system.


"Aku tidak memiliki sangkut paut dengan semua ini tiba-tiba, aku di panggil ke dunia yang kacau dengan ribuan ujian" gumam Kevin.


"Bukankah sebelum anda pergi ke dunia ini di kehidupan sebelumnya anda juga menderita" ucap system.


...****************...


Jakarta 2 Juli 2016.


di pagi hari yang cerah di mana matahari belum terbit sepenuhnya.


Di sebuah taman yang begitu rindang dengan pepohonan.


Terlihat seorang pria gemuk tengah joging.


"Stap.. stap... stap.." suara keringat yang bercucuran dari tubuh pria gemuk itu.


"Aku gendut, aku jelek, aku lemah, aku cengeng" ucap pria itu terus menerus tanpa henti.


"Aku telah joging memutari taman ini selama satu jam" gumam pria itu yang tak lain adalah Kevin atau Arjun saat masih muda.


"Mereka mengatakan bahwa diri ku ini hanya seekor babi karena tubuh ku" ucap Arjun sembari terus berlari meski nafasnya telah berantakan serta ia terlihat hampir pingsan.


...****************...


"Aku mengingatnya ketika orang-orang menghina ku karena fisik yang ku miliki" gumam Kevin.


"Apa anda mengingat seseorang?" tanya system.


"Di hari itu aku bertemu oleh seorang kakek yang sekarat, ia memberikan ku sebuah kalung sebelum ia meninggal lalu menghilang" gumam Kevin.


"Anda telah mengetahui jawaban dari mana anda mendapatkan system" ucap system.


...****************...


Di medan pertempuran.


Terlihat Dujuan tiba-tiba muncul dari langit, ia menebas tubuh Silas menjadi dua dalam sekali tebasan.


Seketika semuanya menatap tajam ke arah Dujuan yang telah mendarat.


"Wow..! itu adalah tebasan yang keras" ucap Dujuan sembari memasukan pedangnya ke sarung.


"Hei kenapa kalaian menatap ku seperti ini?" tanya Dujuan yang terlihat kebingungan karena di tatap dengan tatapan kebencian.


"Kenapa kau langsung membunuhnya, dia bisa jadi sumber informasi kita mengenai kerajaan iblis" ucap jenderal yu Bai sembari menghela nafas.


"Kakek mari bangun, aku akan membantu menyembuhkan luka mu" ucap Wei dong sembari membantu kepala keluarga Wei untuk bangun.


"Ya aku tidak mengetahui nya, jangan salahkan aku" jawab Dujuan.


"Dasar kau..!" ucap jenderal yu Bai yang terlihat marah.


"Jangan marah begitu aku minta maaf heeehehehee.." ucap Dujuan sembari tersenyum kemudian sedikit tertawa.


"Bereskan mayat para iblis, kita bawa ke hadapan yang mulia" ucap jenderal yu Bai.


"Bagaimana bisa dengan sekali tebasan kau dapat membunuh seorang di ranah Mahayana bintang tiga?" tanya Wei dong.


"Karena Silas tengah lengah, dan juga aku menggunakan pedang yang di lapisi aura suci yang pekat di tambah api asura ku yang langsung membakar sel-sel yang terkena tebasan jadi dia tidak bisa beregenerasi lagi" jawab Dujuan sembari memasukan mayat Silas ke dalam cincin penyimpanan.


"Para pasukan iblis ini memiliki cincin penyimpanan yang berisi banyak barang berharga, sepertinya kerajaan iblis memiliki harta yang begitu banyak, bahkan prajuritnya saja memiliki rata-rata 100 kristal sihir" gumam Wei dong.


"Apa kau merasa baikan kek setelah meminum ramuan?" tanya Wei dong.


"Aku baik-baik saja, lebih baik kau bantu yang lainya mengumpulkan mayat kakek akan segera menyusul" jawab kepala keluarga Wei.


"Kau tenang saja, lagi pula kau hanya pergi beberapa meter saja dari sini, dan juga aku bukan anak kecil yang perlu di jaga" jawab kepala keluarga Wei.


"Heheheh... baiklah aku pergi dulu" ucap Wei dong sembari terbang menuju tempat mayat berada.


"Wei dong, aku percaya bahwa takdir keluarga Wei akan menjadi baik di masa depan dan semua itu karena diri mu dan adik mu. Aku benar-benar malu dengan paman-paman kalian karena telah membuat hidup kalian begitu menderita, ku harap kalian dapat memaafkan mereka" gumam kepala keluarga Wei sembari berdiri.


"Yang mulia Kevin bukanlah seorang manusia aku yakin beliau adalah seorang dewa yang turun untuk membantu keluarga ku, aku akan membalas nya walau dengan nyawa ku sendiri" gumam kepala keluarga Wei sembari terbang.


...****************...


Singkat cerita mereka pun selesai mengumpulkan mayat dan hasil jarahan.


Terlihat mereka berkumpul di atas bukit di mana tempat menunggu mereka sebelumnya.


"Berapa banyak yang kalian dapatkan?" tanya jenderal yu Bai yang tengah duduk di batu.


"Aku mendapat 10 ribu kristal sihir" ucap Wei dong.


"Aku mendapat 5 ribu kristal sihir" ucap Dujuan.


"Aku mendapatkan 30 ribu kristal sihir" ucap kepala keluarga Wei.


"Lumayan banyak, aku mendapat 5 juta kristal sihir, pedang tingkat tinggi, dan beberapa jurus tingkat suci, serta beberapa Pill" ucap jenderal yu Bai.


"Hei kau curang, kau mengambil semua cincin milik para jenderal sedangkan kami hanya di sisakan prajurit biasa" ucap Wei dong.


"Tunggu di mana yu Zhong?" tanya Dujuan.


"Hei aku di sini" ucap yu Zhong yang tiba-tiba muncul di samping jenderal yu Bai.


"Berapa banyak yang kau dapatkan?" tanya jenderal yu Bai.


"Aku hanya mendapatkan sedikit saja hanya 200 juta kristal sihir dan juga satu telur aneh" jawab yu Zhong.


"Dasar brengsek, angka sebesar itu kau sebut kecil. Bagaimana kau bisa mendapatkan nya." tanya Dujuan.


"Aku mengambil cincin penyimpanan yang tertanam di jantung tiga jenderal, mereka memiliki 3 di masing-masing jantung" jawab yu Zhong.


"Sudah jangan berdebat, lebih baik kita bagi rata saja hasil jarahan kita, karena kita telah bekerja sama untuk mengalahkan pasukan iblis" ucap kepala keluarga Wei.


"Yang berhak memutuskan ini adalah yang mulia, kita serahkan hasil jarahan ini terlebih dahulu, soal pendapatan kita nanti akan di urus oleh yang mulia agar lebih adil" ucap jenderal yu Bai.


"Benar kita harus memberikan ini semua kepada yang mulia" ucap kepala keluarga Wei.


"Baiklah" ucap Dujuan.


"Oh iya bagaimana bentuk telur yang kau maksud?" tanya Wei dong.


"Telur ini berukuran sebesar kepala manusia dewasa, kulit nya memiliki sisik yang menyala berwarna merah" jawab yu Zhong.


"Lebih baik kita segera kembali, kita harus segera menyelesaikan pembangunan secepat mungkin karena kita perlu menuju ke Utara untuk melanjutkan misi" ucap Dujuan.


"Benar juga ayo kita kembali" ucap yu Zhong.


Mereka pun melakukan perjalanan kembali menuju kediaman keluarga Wei.


...****************...


Di kediaman keluarga Wei.


Terlihat Kevin dan Wei nan tengah duduk di bawah pohon.


"Yang mulia apa kakak baik-baik saja?" tanya Wei nan yang terlihat cemas.


"Kau jangan khawatir cantik, kakak mu baik-baik saja, ia bertarung begitu hebat dan keren" jawab Kevin sembari mengelus kepala Wei nan.


"Benarkah apa kakak bertarung sangat hebat? meragukan" jawab Wei an.


...****************...


Bersambung