King System

King System
Episode 141



Kemudian Kevin pergi meninggalkan niana.


...****************...


Keesokan harinya.


"Oaaaah..." suara kevin yang sedang menguap sembari meregangkan tubuh di atas pohon.


"Semalam aku ketiduran" ucap Kevin sembari melompat ke bawah.


"Aku lapar, sebaiknya aku kembali ke kamar" gumam Kevin sembari berjalan ke arah kamar.


...****************...


Sementara itu di kamar Kevin, terlihat niana sedang menyisir rambut Eira sembari bercanda ria.


"Kenapa papa semalam tidak ada?" tanya Eira.


"Papa mu adalah orang yang penting dan memiliki tanggung jawab yang besar, semalam ia sedang melakukan pekerjaan nya" jawab niana sembari tersenyum.


"Oh jadi begitu, apa kakak senang menikah dengan papa?" tanya Eira.


"Tentu saja senang" jawab niana sembari tersenyum.


"Clik" suara pintu yang di buka.


"Selamat pagi semuanya" ucap Kevin sembari membuka pintu lalu masuk.


"Papa!" teriak Eira dengan wajah senang.


"Maaf ya semalam papa tertidur jadi tidak pulang" ucap Kevin sembari mengelus rambut Eira.


"Tidak apa apa" jawab Eira.


"Aku ingin mandi" ucap Kevin sembari berjalan ke arah kamar mandi.


"Kenapa sikapnya berbeda" gumam niana.


Beberapa saat kemudian.


"Segarnya" ucap Kevin sembari keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana panjang.


"Tubuhnya sangat bagus, bahkan lebih berotot dari pada saat di dalam dunia roh" gumam niana sembari memandang tubuh Kevin dengan wajah memerah sembari memegang piring berisi makanan.


"Wah makanannya terlihat sangat enak" ucap Kevin sembari berjalan ke arah meja makan.


"Iya papa, makanan buatan kakak niana sangat enak" ucap Eira.


"Eira jangan panggil niana dengan sebutan kakak" ucap Kevin sembari duduk di samping Eira.


"Kenapa?..." tanya Eira.


"Kau tau sekarang niana adalah istri papa dan sekarang dia adalah mama nya Eira. Jadi Eira harus memanggil niana dengan sebutan mama atau ibu" jawab Kevin sembari tersenyum.


"Benarkah, baiklah maafkan Eira mama karena selalu memanggil mu dengan sebutan Kakak" ucap Eira sembari tersenyum.


"Aku di panggil dengan sebutan ibu" gumam niana yang terlihat terkejut, dan tanpa ia sadari air mata telah menetes dari matanya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Kevin sembari menghapus air mata niana.


"Aku hanya terkejut dan senang di panggil mama oleh Eira" jawab niana sembari menunduk dengan wajah malu.


"Hari ini aku tidak ada pekerjaan jadi kita bisa bermain bersama" ucap Kevin.


"Benarkah kita bermain ke mana?" tanya Eira yang terlihat sangat senang dan antusias.


"Kita tidak bisa keluar dari kota ini, jadi mari kita berkemah di dalam istana" jawab Kevin.


"Memang di mana istana, bukanya sekarang kita berada di istana" ucap niana penuh kebingungan.


"Baiklah aku akan menunjukan istana ku pada mu" ucap Kevin sembari berdiri.


"System buka pintu menuju istana" gumam Kevin.


Seketika muncul pintu di hadapan Kevin.


"Di dalam adalah istana ku" ucap Kevin sembari membuka pintu.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam.


"Di dalam ini terdapat hutan bahkan gunung. Di dalam sini sangat luas bahkan hampir seperti sebuah dunia" gumam niana yang terlihat sangat terkejut dan kagum.


"Sudah lama Eira tidak ke sini" ucap Eira yang terlihat sangat bahagia.


"Ayo kita cari tempat yang nyaman untuk berkemah" Ucap Kevin sembari berjalan.


"Rumah siapa itu?" tanya niana sembari menunjuk ke arah rumah mewah Kevin.


"Itu adalah rumah kita" jawab Kevin.


"Oh bagaimana jika kita berkemah di dekat air terjun dekat rumah" ucap Eira.


"Itu ide bagus, mari kita ke sana" ucap Kevin.


...****************...


Sesampainya di sana.


"Sebenarnya papa ingin mengajarkan mu cara berkultivasi" ucap Kevin yang sedang duduk di atas batua.


"Benarkah apa sekarang kita akan belajar berkultivasi?" tanya Eira.


"Benar sekali kita akan belajar cara berkultivasi, tapi setelah kita bermain" jawab Kevin sembari berdiri dan mengeluarkan tenda.


"Papa akan menyiapkan tenda kalian pergilah menangkap ikan atau sebagainya" ucap Kevin.


"Baiklah Eira ayo mama ajari sebuah lagu yang sangat indah sembari kita memancing" ucap niana sembari mengandeng tangan Eira dan mereka pun pergi.


"Aku tidak perlu khawatir dengan niana karena dia juga merupakan kultivator ranah grand master" gumam Kevin sembari membangun tenda.


"Menurut perkiraan ku, Eira akan berada di ranah kaisar saat ia berumur belasan tahun, karena jika dilihat dari darah yang mengalir di tubuhnya hak itu pasti akan terjadi" gumam Kevin.


...****************...


Sementara itu di tempat niana.


"Sayang seorang wanita itu harus lembut" ucap niana sembari bermain air dengan Eira.


"Kenapa begitu?" tanya Eira.


"Walaupun mama bilang begitu bukan berarti wanita itu lemah, wanita harus memiliki sifat lembut karena mereka akan menjadi orang yang menghibur suami serta anak, oleh karena itu wanita harus sabar, penyayang, dan juga lembut dalam bersikap pada semua orang" jawab niana sembari tersenyum.


"Jadi begitu, berarti Eira tidak boleh marah pada orang lain" ucap Eira.


"Eira boleh marah jika ada yang berbuat salah" jawab niana.


"Jadi begitu" ucap Eira.


"Baiklah sekarang Eira mama akan mengajari mu sebuah lagu yang bisa meluluhkan hati semua mahluk, lagu ini di ajari oleh nenek mu" ucap niana.


"Lagu ini berjudul nyanyian peri" ucap niana.


Ya singkat cerita setelah niana menyanyikan lagu tersebut.


"Lagu yang dinyanyikan niana memiliki arti yang sangat dalam" gumam Kevin.


[Lagu nyanyian peri adalah sebuah lagu karangan seorang kultivator wanita yang sering di panggil dewa bulan karena wajah yang sangat indah bercahaya di dalam gelap seperti bulan. Lagu ini dapat menundukkan hewan hewan serta jin.]


"Tidak ku sangka dia mendapatkan lagu yang termasuk legenda" gumam Kevin.


"Tenda telah siap!" teriak Kevin.


Mendengar hal itu niana dan Eira pun bergegas kembali sembari membawa beberapa ikan.


"Wah banyak sekali ikan yang kalian tangkap" ucap Kevin sembari mengambil ikan yang sedang di bawa niana.


"Tentu saja berkat nyanyian mama ikan ikan itu berdatangan sendiri" ucap Eira.


"Baguslah sekarang saatnya kita masak dan besok baru kita latihan" ucap Kevin sembari mengeluarkan panggangan moderen.


...****************...


Singkat cerita saat siang hari terlihat niana, Kevin, serta Eira sedang berenang dan terus bermain hingga sore hari.


Saat malam hari terlihat mereka sedang duduk memutar di dekat api unggun.


"Pada zaman dulu seorang anak dan ibunya yang tinggal di sebuah hutan, mereka hidup sangat miskin, namun anaknya terlihat sangat cantik dan ia sering meminta uang pada ibunya yang tua dan miskin untuk membeli perhiasan dan perawatan. Suatu hari mereka pergi ke pasar, karena malu berjalan bersama ibunya yang lusuh wanita itupun meminta ibunya untuk berjalan di belakangnya dan saat ada seorang laki laki bertanya siapa wanita di belakangnya ia menjawab dia adalah pembantu sampai ke beberapa lelaki yang bertanya dengan pertanyaan yang sama. karena ibunya sudah tidak kuat ia pun mengutuk anaknya dan anaknya pun menjadi batu yang terus menangis" ucap Kevin.


"Sekarang waktunya tidur" ucap Kevin sembari menggendong Eira yang tertidur ke dalam tenda.


Lalau ia keluar dan duduk di samping niana yang terlihat sangat sedih sembari memainkan api.


"Kenapa kau sedih" tanya Kevin sembari menyalakan rokok.


"Aku sedih karena cerita yang kau ceritakan tadi" jawab niana.


"Itu hanya sebuah cerita" ucap Kevin.


"Apa kau marah pada ku?" tanya niana.


"Marah kenapa?" ucap Kevin.


"Kau terlihat sangat berbeda setelah kejadian itu" jawab niana.


...****************...


Bersambung.