
Sesampainya mereka di gerbang.
Terlihat walikota Sakamoto turun duluan di ikuti dengan yang lainya.
"Kita di larang membawa kereta ke dalam kota" ucap sudake.
"Walaupun aku tidak terkejut tentang latar belakang dari walikota Sakamoto karena tak heran ia memiliki kekuatan yang besar jika di lihat dari garis keturunannya" gumam Qi yu
"Tuan anda tidak dapat melihat kebenaran selain memiliki latar belakang cucu dari raja yang hebat. Sakamoto merupakan keturunan dari salah satu Demon Slayer yang sangat terkenal bahkan aku pernah menemuinya dan aku lumayan akrab dengannya" ucap seseorang di kepala Qi yu.
"Bukannya kau itu iblis kenapa bisa berteman dengan pemburu iblis" gumam paman Qiu.
"Aku bekerja di bawah perintah salah satu dewa dan juga merupakan Demon Slayer. Sebab ini lah aku berteman dekat dengan banyak Demon Slayer yang terkenal dan juga sebab ini lah saudara ku sangat membenci ku" ucap suara dalam pikiran Qi yu.
"Namun aku sekarang telah sadar akan kesalahan ku aku membantai kaum ku sendiri" ucap Rin dalam pikiran paman Qiu.
"Sakamoto memiliki kekuatan api yang dahsyat namun hanya orang di atas mu saja yang dapat melepaskan segel nya serta segel mu" ucap suara dalam pikiran Qi yu.
"Aku masih bingung memang siapa orang yang kalian maksud ini" gumam Qi yu
"Salam yang mulia Sakamoto" ucap penjaga sembari menundukan badan mereka ke arah walikota Sakamoto.
"Aku membawa tamu, mereka ingin menemui raja Doren" ucap walikota Sakamoto.
"Anda boleh masuk namun orang di belakang anda harus kami periksa terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah yang serius" ucap salah satu penjaga yang berwajah aneh alias mesum.
"Bukankah dia walikota Himawari. Aku tak sabar menyentuh tubuh nya" gumam penjaga berwajah mesum sembari tersenyum menjilat bibirnya.
"Baiklah tidak masalah namun jika kalian menyinggung mereka dan kalian mati aku tidak tanggung jawab" jawab walikota Sakamoto sembari masuk ke dalam kota.
"Aku tunggu kalian di dalam" ucap walikota Sakamoto.
"Baiklah" jawab semua orang.
Terlihat Leonel maju duluan, kemudian ia di periksa di raba keseluruhan tubuh.
Beberapa saat kemudian.
"Akhirnya saatnya aku menyentuh tubuh wanita cantik bunga benua ini" gumam penjaga berwajah mesum sembari mengosongkan kedua tangannya serta ia menjilati bibirnya hingga air liurnya menetes ke tanah.
"Dia aman aku dapat menjaminnya" ucap Las sembari mencengkram tangan penjaga berwajah mesum sembari menatap tajam ke arahnya.
"Ini adalah peraturan jika ingin masuk ke kota. Kalian boleh pergi namun tidak dengan dia karena tidak di periksa" ucap penjaga berwajah mesum.
"Dasar kau sial*n" gumam penjaga berwajah mesum.
"Dia adalah wanita ku. Kau tidak berhak menyentuhnya dengan tangan kotor serta pikiran kotor mu itu" ucap Las.
"Semuanya ada pemberontak di sini. Siaga satu bunuh mereka semua!" teriak penjaga berwajah mesum.
...****************...
Singkat cerita di dalam aula kerajaan.
Terlihat Raja Doren tengah duduk di atas singgasana dengan gagah.
"Kami ingin menawarkan barang dagangan yang memiliki kualitas sangat bagus namun dengan harga pasar kepada anda" jawab Qi yu.
"Lalu apa maksud kalian membunuh 234 penjaga ku!" teriak raja Doren sangat keras mengakibatkannya gelombang angin yang sangat kuat hingga dapat menerbangkan para penjaga yang berada di dekan Qi yu dan yang lainya.
"Hehehe.. apa yang akan anda lakukan jika melihat seorang pria mesum tengah menggosokkan kedua tangannya sembari menjilati bibir hingga air liurnya menetes ke tanah. Dan pria itu ingin meraba tubuh istri anda" ucap Las.
"Siapa yang melakukan itu?" tanya raja Doren.
"Ini dia" jawab Las sembari menunjukan kepala penjaga berwajah mesum kepada raja Doren.
"Stup!" suara kepala Las yang di pukul oleh Himawari.
"Bod*h kenapa kau tunjukan kepala itu. Di benua ini jika ada salah satu pihak yang menunjukan kepala dari pihak lainya maka itu adalah pertanda perang" ucap Himawari menggunakan telepati.
"Blek" suara pintu yang di buka.
"Loh kalian sudah di sini to. Aku tadi berkeliling mencari kalian ternyata kalian sudah ke sini" ucap walikota Sakamoto.
"Apa kau yang membawa sampah ini?!" tanya raja Doren dengan tegas.
"Iya benar mereka adalah teman-teman ku dan juga mereka memiliki barang barang yang sangat bagus. Dan ku yakin kau akan suka dengan barang itu" jawab walikota Sakamoto.
"Apa kau tau apa yang telah mereka lakukan di pintu gerbang?" tanya raja Doren.
"Bukanya mereka hanya di periksa..? di memang apa yang terjadi apa kalian membuat masalah" tanya walikota Sakamoto yang terlihat kebingungan.
"Sampah yang kau bawa ke sini telah membunuh seluruh penjaga di kota!" ucap raja Doren dengan wajah marah.
"Mereka yang mulai duluan aku hanga melindungi Himawari dari serangan orang cabul. Dan yang lainya menyerang kami dengan niat membunuh yang sangat jelas" ucap Las yang terlihat sangat marah.
"Apa pemimpin kalian bod*h..! siapa pemimpin kalian cepat bersujud dan menjilat kaki ku maka aku akan memaafkan kesalahan kalian dan aku hanya akan mengambil satu tangan kalian" teriak raja Doren.
Tiba-tiba semuanya menatap raja Doren dengan tatapan marah serta terlihat aura membunuh yang sangat kuat bahkan seluruh rakyat di kota itu jatuh pingsan karena tekanan yang di keluarkan secara bersamaan.
"Aku muak mendengar ocehan mu yang tidak berguna. jika saja kaisar kami tidak memerintahkan kami untuk tidak mencari masalah dengan kalian aku dapat memastikan setiap benua di dunia ini akan menjadi lautan darah" ucap Qi yu.
"Tunggu kalian jangan gegabah terlebih dahulu" ucap walikota Sakamoto sembari berlari ke arah tengah antara raja Doren dan juga yang lainya.
"Lebih baik kau menyingkir anak pelacur. Kau jangan berpura-pura peduli lebih baik kau urus anak cacat mu di rumah" ucap raja Doren sembari berdiri lalu berjalan perlahan ke arah yang lainya dengan wajah marah.
"Aku telah bersabar selama ini. Aku berpura-pura menerima mu di benua ini namun kau malah membawa masalah yang besar. Memang kau ini anak pelacur ibu mu adalah wanita pelacur dan juga wanita murahan. Aku masih menginginkan saat aku menusuk *********** menggunakan pedang saat aku masih kecil" ucap raja Doren sembari mengepalkan tangannya.
Tiba-tiba walikota Sakamoto berbalik dengan wajah yang marah serta nafas yang di penuhi amarah.
Aura membunuh yang kuat serta urat-urat yang menonjol.
"Aku telah berjanji untuk membunuh semua orang yang menyiksa ibu ku walau itu Yun Feng atau pun dewa sekalipun" ucap walikota Sakamoto sembari menarik pedangnya.
...****************...
Bersambung.
Mampir ke novel baru ku