King System

King System
Episode 189 kembali berkumpul



Terlihat jutaan prajurit tengah berlutut di depan rumah Kevin dan juga terlihat sebagian tengah terbang dengan posisi berlutut.


"Mari aku kenalkan kepada teman-teman ku di benua pinggir" ucap Kevin sembari berjalan keluar rumah yang atapnya telah hilang alias hancur.


"Salam yang mulia kaisar agung Kevin" ucap para pasukan berzirah alias pasukan benua pinggir.


Terlihat di samping pasukan benua pinggir datang pasukan kekaisaran Indo dan seketika memberi hormat kepada Kevin.


"Kepada yang mulia kaisar agung Kevin...! hormat gerak...!" ucap Qi yu dengan nada yang tinggi dan tegas serta keras.


"Tunggu suara itu..?" gumam paman Qiu sembari menoleh ke samping.


"Tidak salah lagi" gumam paman Bog.


"Ayah" ucap paman Qiu.


"Sekarang aku akan memberi tahu kepada kalian semua yang berada di sini, pasukan berzirah adalah pasukan ku yang berasal dari benua di mana aku tumbuh, dan juga pasukan yang memakai baju hijau adalah pasukan ku juga. Dan ku harap kalian tidak bertengkar. Membasmi klan Tokor adalah awal dari kekaisaran Indo untuk menguasai alam semesta...! Dan kalian lah yang akan membantu ku!" teriak Kevin sembari mengangkat tangannya ke atas.


"Ku harap kalian bersedia untuk melayani ku...! rela mati untuk ku...! rela mati demi tanah air kita. Aku ingin kalian berjanji untuk selalu membela kebenaran selama kalian hidup..!" teriak Kevin sangat keras dan terlihat sangat bersemangat.


"Kami bersedia....!" jawab seluruh pasukan Kevin penuh dengan semangat.


...****************...


Saat malam hari di pulau prajurit terlihat semua prajurit sedang berkumpul sembari makan lesehan di lantai dekat monumen.


"Tak ku sangka kini kau telah memiliki seorang putra dan juga putri yang sangat hebat" ucap paman Qiu yang tengah bermain bersama dengan Razin.


"Kakek Qiu kau sangat lucu, jenggot dan kumis mu yang tipis itu terlihat sangat mengemaskan karena berwarna putih" ucap Razin sembari menarik jenggot paman Qiu dan tertawa.


"Nak tak ku sangka kini kau telah memimpin jutaan pasukan yang terbilang kuat, dan juga kini kau lebih tua daripada aku" ucap Qi yu yang terlihat sangat bahagia bertemu dengan putranya kembali.


"Pasukan ini milik tuan muda dan juga yang memimpin ini semua bukan hanya aku, tapi juga Huang, Mugi, Bog, Don, dan juga empat penjaga mata angin. Dan aku ini masih muda diri mu yang tua dasar kakek berumur satu abad..!" jawab Qi yu.


"Hahahaha... kakek terlihat sangat lucu saat marah" ucap Razin sembari tertawa.


Sementara itu di dekat api unggun yang berada di belakang Qi yu dan yang lainya.


"Tuan putri pedang mu sangat indah dan juga kuat" ucap Huang.


"Terimakasih kakek Huang, pedang ini pemberian dari ayah" jawab Eira yang tengah duduk.


"Tapi saya sangat kagum dengan bakat yang anda miliki, karena di umur seperti ini anda telah berada di ranah jenderal" ucap Huang.


"Ini semua berkat ayah yang melatih ku" ucap Eira.


"Saat anda datang ke tempat keluarga yu nanti sudah saya pastikan anda akan menjadi jenius nomor dua di keluarga yu" ucap paman Bog yang tengah duduk sembari memegang paha sapi yang sangat besar.


"Kenapa nomor dua..?" tanya Huang.


"Karena yang nomor satu adalah tuan muda Kevin, karena hanya dalam empat tahun ia telah berada di ranah di mana kita bisa melihatnya lagi" ucap paman Bog sembari menunjuk ke arah Kevin yang tengah duduk merokok sendirian dengan raut wajah murung.


"Namun aku bingung...? kenapa tiba-tiba tuan menjadi seperti itu, dulu biasnya saat pesta tuan pasti akan mengajak semuanya untuk bersenang-senang namun sekarang ia hanya duduk sembari menghisap asap dengan wajah murung seperti ini" ucap Huang.


"Eira juga tidak tau, semenjak ayah hilang selama tiga tahun tiba-tiba ayah menjadi orang yang jarang berbicara dan juga lebih sering diam dan melamun sembari menghisap rokok" ucap Eira.


Terlihat Rein yang kini telah menjadi tinggi berjalan ke arah Kevin.


"Bang Kevin kenapa kau tidak menemui ku dari tadi?" tanya Rein sembari duduk di samping Kevin.


"Aku dari tadi mencari mu namun aku tidak menemukan dan aku duduk di sini, jadi bagaimana empat tahun mu tanpa diri ku?" jawab Kevin sekaligus bertanya.


"Tanpa bang Kevin semua menjadi sangat membosankan, karena setiap hari aku harus selalu berlatih berlatih, dan berlatih sepanjang hari hingga aku tidak memiliki tenaga untuk mengangkat busur ku lagi" jawab Rein.


"Selain itu aku juga di paksa untuk meminum cairan aneh yang rasanya seperti kotoran sapi yang di campur oleh air kencing kuda, dan di beri kotoran ayam, dan di beri keringat paman Qi yang mana sangat bau. Bahkan aku ingin muntah jika mengingatkannya" ucap Rein sembari menutup mata.


"Memang kau pernah memakan itu semua...?" tanya Kevin.


"Belum" jawab Rein.


"Lalu bagaimana kau tau rasa dari kotoran itu?" tanya Kevin.


"Aku hanya membayangkannya saja lagi pula baunya memang seperti itu" jawab Rein.


"Kau seharunya merasa beruntung mendapatkan itu karena paksaan dari semua orang yang membuat mu menjadi kuat. Dengan tubuh dan juga fikiran yang kuat, maka kau akan selalu berhasil melewati semua rintangan. Percuma jika kau hidup hanya berlatih sesuka mu kau harus ingat saat kau sedang beristirahat banyak di luar sana yang sedang berlatih untuk mendapatkan tempat seperti mu. Diri mu beruntung memiliki kakek serta orang orang yang kuat untuk melatih mu" ucap Kevin.


"Asal kau tau, aku bahkan pernah di ceburkan ke dalam kolam yang mana airnya berisi kotoran seluruh binatang dan monster paling jorok di alam semesta ini. Dan terkadang aku merasa ingin melakukan hal itu kepada guru guru itu" gumam Kevin.


"Kau benar seharusnya aku bersyukur mendapatkan pelatihan ini" ucap Rein.


"Siapa lelaki itu yang duduk di samping Ayah?" tanya Eira sembari menatap ke arah Kevin dan Rein.


"Dia adalah Rein adik angkat tuan muda, dan juga dia orang yang baik dan berbakat. Apa anda mau saya kenalkan padanya?" jawab paman Bog sekaligus bertanya sembari memegang ayam panggang satu ekor.


...****************...


Bersambung.


...****************...


...****************...


...****************...


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar