King System

King System
Episode 219 kejar...



"Aku harus membuat situasi yang memungkinkan Las untuk melakukan sesuatu yang luar biasa kepada Himawari" gumam Qi yu.


Saat malam hari.


Terlihat Las sedang memanggang daging ayam dua ekor di atas api unggun yang membara.


"Hei kenapa kau memanggang dengan cara begitu, jika memanggang dengan api besar maka ayamnya akan gosong tapi bagian dalamnya masih mentah" ucap Himawari sembari mengangkat ayam lalu ia menaruh ayam itu ke atas dedaunan yang di susun menyerupai piring besar.


"Jika memanggang itu apinya jangan terlalu besar, kita gunakan baranya saja" ucap Himawari.


"Baiklah-baiklah" jawab Las sembari melempar daun kering ke dalam api unggun.


"Sudah lebih baik kau pergi, biar aku saja yang memasak, dasar kau ini cih!" ucap Himawari sembari mendorong Las dengan wajah kesal.


"Baiklah, aku akan pergi" ucap Las sembari berjalan ke arah saung yang kini telah memiliki dua tembok dan sekarang terlihat seperti pos ronda.


"Aku melihat kesempatan" gumam Qi yu yang mengawasi dari atas pohon.


"Au..!" teriak Himawari sembari menarik tangannya tiba-tiba karena terkana bara api.


"Apa kau baik-baik saja" ucap Las yang tiba-tiba berada di samping Himawari sembari memegang tangannya yang terkana bara api.


"Seharusnya kau lebih hati-hati, kita tidak memiliki obat untuk luka bakar" ucap Las sembari mengelus tangan Himawari.


"Duh nyesek rasanya melihat mereka bermesraan, aku jadi rindu saat masih bersama ibu nya Qiu" gumam Qi yu sembari memegangi dadanya.


"Lebih baik kita makan buah saja, lagi pula aku masih memiliki roti di cincin ruang ku" ucap Las sembari berjalan menggandeng Himawari.


"Kenapa aku merasa senang saat ia melakukan ini kepadaku, aku merasa seakan tidak ingin kalau tangan ku ini di lepaskan olehnya" gumam Himawari sembari menatap bagian belakang Las dengan wajah memerah pertanda ia malu.


"Aku merasa tidak ingin kejadian ini berakhir" gumam Himawari sembari naik ke atas saung.


Lalu mereka lun duduk.


"Untung saja aku masih memiliki salep luka bakar" ucap Las sembari mengeluarkan kaleng dari cincin ruang nya,


Lalu ia mengoleskan salep itu ke tangan Himawari.


Terlihat Himawari hanya diam sembari menatap wajah Las bahkan tanpa berkedip sedikit pun.


"Apa masih terasa sakit?" tanya Las.


"Tidak, terima kasih" ucap Himawari sembari menarik tangannya secara tiba-tiba lalu ia bergeser karena tadi mereka duduk berdempetan.


Terlihat Las mengeluarkan roti, buah-buahan, serta beberapa botol air putih.


"Cepat makan" ucap Las sembari membukakan satu botol air untuk Himawari lalu ia menaruh botol tersebut ke dekat Himawari.


Beberapa saat kemudian mereka pun selesai makan, setelah itu mereka membersihkan sampah sampah serta serpihan makanan yang jatuh di sana agar saat tidur tidak mengundang semut.


"Kau tidur lah duluan, aku akan menjaga" ucap Las sembari turun dari saung.


"Awas saja kau, jangan berani berfikir macam-macam dengan ku, aku membiarkan mu waktu itu bukan berarti aku memaafkan mu untuk yang kedua kalinya" ucap Himawari.


"Manik ini, aku tidak memerlukannya" ucap Himawari sembari melempar jubah milik Las.


"Terserah kau saja" ucap Las sembari menerima jubah miliknya.


"Sungguh merepotkan, dasar wanita memang seperti itu, tunggu kenapa aku mengatakan ini?, bukanya aku belum pernah bersama wanita sealin dia" gumam Las sembari duduk di depan api unggun.


"Lebih baik aku merakit senjata ku, selagi masih ada waktu" ucap Las sembari mengeluarkan sebuah pistol berwarna putih.


"Aku mengambil model pistol revolver yang pernah di tunjukan oleh yang mulia, aku telah memodifikasi senjata ini dengan mantra yang dapat membuat ia memiliki unlimited peluru" gumam Las sembari memandangi pistol tersebut.


"Aku belum membuat pengukur senjata, agar saat di gunakan senjata ini tidak meledak" gumam Las.


Beberapa jam kemudian.


"Akhirnya berhasil" ucap Las sembari mengarahkan pistol tersebut ke arah pohon di depannya.


Terlihat sebuah lingkaran cahaya berwarna biru dari ujung pistol tersebut, dan dari cahaya itu keluar sebuah laser yang membuat satu pohon hangus dalam sekejap.


"Pistol ku telah jadi" ucap Las sembari mengangkat pistol miliknya ke langit.


"Sialan, hampir saja aku ketahuan jika saja aku tidak menghindar tepat waktu maka pakaian kau akan terbakar oleh laser itu" gumam Qi yu sembari bersembunyi di balik pohon dengan nafas yang terengah-engah.


"Kenapa aku menoleh ke arahnya?" gumam Las sembari memandangi Himawari yang terlihat kedinginan karena ia hanya memakai pakaian rok mini, serta tank top.


"Dasar sok keras" gumam Las sembari berjalan ke arah Himawari.


Terlihat ia menyelimuti Himawari menggunakan jubah miliknya.


"Untung saja jubah panglima yang di berikan yang mulia itu memilik ukuran yang besar dan juga memiliki kemampuan menghangatkan tubuh" gumam Las sembari berjalan kembali ke depan api unggun.


"Sepertinya Las memang peduli dengan Himawari, dan aku dapat melihat kalau Himawari mulai tertarik kepada Las, namun karena dia gengsi dia atau masih belum mengetahui perasaannya itu, ia menjadi jutek seperti semula" gumam Qi yu sembari mengamati dari balik batu.


"Malam ini sangat sepi, aku memerlukan sesuatu yang dapat menemani ku malam ini" ucap Las.


Tiba-tiba Las mengeluarkan sebuah TV yang berukuran mini, alias hp.


"Tuan pernah memberitahuku bahwa kotak kecil ini dapat memberikan semua yang kita perlukan" gumam Las sembari memeriksa hp itu dengan cermat.


"Hp ini bisa untuk mengambil gerakan dengan akurat, serta bisa melukis wajah dengan sangat cepat bahkan bisa di hitung dengan detik" gumam Las sembari terus memandangi hp.


...****************...


Keesokan harinya.


Terlihat Las tengah membongkar smartphone itu.


"Dasar gila teknologi, dari malam hingga pagi dia hanya mengotak-atik kotak itu dan juga dia membongkar lalu memasang lagi" gumam Qi yu.


"Apa ini sudah pagi" gumam Himawari sembari membuka mata dan ia langsung melihat langit yang cerah serta burung-burung yang tengah berterbangan.


"Pagi ini sangat indah, sudah lama aku tidak merasakannya" gumam Himawari sembari duduk dan meregangkan tubuhnya.


"Aku masih belum mengerti apa yang salah dengan hp ini, setelah aku mencucinya aku tidak bisa menyalakannya lagi?" ucap Las yang terlihat bingung.


"Dah lah aku tidak bisa meneliti barang itu lagi, lebih baik aku bertanya kepada yang mulia saat bertemu ia nanti" ucap Las sembari melempar hp ke dalam api unggun.


"Eh kodok!" teriak Himawari yang terkejut karena suara hp yang di lempar Las.


Seketika Las menoleh ke arah Himawari.


"Apa tidur mu nyenyak?" tanya Las sembari melambaikan tangan.


"Tidur ku nyenyak, terimakasih karena sudah meminjamkan aku jubah mu untuk ku mengunakan selimut" ucap Himawari sembari berjalan ke arah Las dengan.


"Jantungku berdebar sangat cepat saat melihat rambutnya terurai seperti itu, rasanya aku ingin mati" gumam Las yang terpaku menatap Himawari yang tengah berjalan ke arahnya.


Tiba-tiba Himawari memeluk Kas dengan erat.


"Terima kasih, aku sangat menyayangi mu dan juga mencintai mu, ayo kita pergi dari benua ini dan menikah, setelah itu kita akan memiliki anak" ucap Himawari sembari memeluk Las sangat erat.


"Tentu saja kita akan menikah, apa kau benar-benar ingin hidup dan memiliki anak bersama ku?" tanya Las.


"Iya dan untuk itu kita lakukan latihan dulu agar saat menikah nanti menjadi mudah" jawab Himawari sembari mengelus tubuh Las.


"Dasar mesum...!" teriak Himawari sembari melempat jubah ke wajah Las yang tengah menghayal sembari memperagakan ia sedang memeluk sesuatu.


"Dasar anak idiot, dia malah melakukan hal itu" gumam Qi yu yang terlihat kesal.


"Tunggu itu hanya hayalan" gumam Las sembari mengambil jubah yang menutupi wajahnya.


"Sial" ucap Las.


"Dasar kau anak ******n" gumam Qi yu dengan wajah kesal.


"Himawari, tunggu aku bisa menjelaskan ini!" teriak Las sembari berlari mengejar Himawari.


"Tunggu aku bisa menjelaskan ini" ucap Las sembari memegang tangan Himawari.


"Aku kira kau itu berbeda dengan laki-laki lain, tapi tenyata kau malah lebih buruk daru pada mereka" ucap Himawari sembari berbalik dan terlihat ia sedang menangis.


"Aku tidak memikirkan sesuatu yang salah, aku mohon jangan pergi" ucap Las.


"Buktinya kau mengatakan bahwa pantat ku sangat mulus sembari kau melakukan gerakan memeluk sembari ******* ***** bagian bawah" ucap Himawari sembari menampar Las sangat keras.


"Duh dasar anak bodoh, rasakan itu lagi pula siapa yang mengajari mu melakukan itu" gumam Qi yu sembari memantau dari atas pohon.


"Aku tau aku salah, tapi aku tidak bermaksud melakukan itu" ucap Las.


"Jika kau masih marah maka kau boleh menampar ku lagi hingga kau senang" ucap Las.


Tiba-tiba Las menggendong Himawari lalu mengangkatnya ke langit sangat tinggi.


"Cepat lepaskan aku, aku takut kita akan jatuh" teriak Himawari sembari memukul-mukul dada Las.


...****************...


Bersambung.


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


pengumpulan Qi


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar