King System

King System
Episode 336 balas dendam atas kematian



"Berpuluh-puluh tahun aku bersabar dan terus berlatih melalui penyiksaan melalui kesakitan menerjang rintangan. Dan semua ini ku lakukan hanya untuk satu tujuan yaitu membunuh kalian semua!" ucap walikota Sakamoto.


Tiba-tiba ia mengeluarkan Roh penjaga miliknya yang berbentuk arwah seorang samurai yang menggunakan mempo atau topeng yang sering di gunakan para samurai.


Bersamaan dengan itu mata walikota Sakamoto yang awalnya putih kini berubah menjadi merah dan mengeluarkan api di pelipis matanya.


Rambut yang awalnya dia di tempat tiba-tiba melayang dan mengeluarkan api berwarna merah.


Gigi yang awalnya rapi rata tiba-tiba mengeluarkan sebuah taring.


"Dewa AGNI telah memberikan kekuatan yang sangat besar kepada Sakamoto. Namun saat kekuatan mu terbuka Sakamoto hanya seekor semut. Dan kau seperti kecoa di hadapan anak mu saat ia membangkitkan kekuatan dewa miliknya" ucap suara di pikiran Qi yu.


"Mundur ini adalah pertarungan balas dendam dari walikota Sakamoto" ucap Qi yu.


Kemudian yang lainya pun mengikuti perkataan Qi yu.


"Mata di balas mata, darah di balas darah. Namun itu tak bekerja di dalam hidupku sekali berbuat harus bertanggung jawab dan aku akan menyiksa mu hingga kau akhir dari dunia ini" ucap walikota Sakamoto sembari memasang kuda-kuda.


"Sakamoto atau lebih jelas lagi Todoroki Sakamoto!" teriak walikota Sakamoto sembari menebaskan katana miliknya ke arah raja Doren.


Seketika dari tebasan itu keluar sebuah energi berapi-api berbentuk garis agak melengkung.


Namun semakin dekat energi itu semakin mengecil hingga saat sampai di dekat raja Doren energi itu hanya tersisa sedikit seukuran kacang tanah.


"Hahahah..!" tawa raja Doren saat energi itu mengenai perutnya.


"Terlalu meremehkan musuh adalah sifat yang telah mendarah daging bagi keturunan Yun Feng namun itu berbeda dengan ku" ucap walikota Sakamoto.


Tiba-tiba saat energi itu menghilang setelah mengenai perut raja Doren tiba-tiba perutnya mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah lalu meledak mengakibatkan perutnya berlubang walau tidak besar namun Kubang itu merupakan sebuah luka yang serius karena tembus hingga ke belakang.


"Dasar anak lacur" ucap raja Doren, dan terlihat mulut serta hidungnya mengeluarkan darah.


"Anak ku..!" teriak seorang wanita tua sembari berlari ke arah raja Doren.


Tiba-tiba wanita itu di tahan oleh Tenggor.


"Nikmati tontonan yang menyenangkan, kita lihat balas dendam dari anak yang di tindas. Ibunya di siksa dan di bunuh anaknya di siksa dan juga di kucilkan. Dan sekarang kita lihat bagaimana cara dia membalas dendam" ucap Tenggor sembari memegang pundak wanita tua itu.


"Ayah..!" teriak dua orang anak laki-laki.


"Suami ku..!" teriak wanita.


"Cukup..! jangan bergerak, kalian saksikan saja bagaiman hukum dari Tuhan bekerja" ucap Leonel sembari menahan dua laki-laki, alias anak raja Doren.


"Kalian seharusnya senang melihat tontonan gratis" ucap Bogu yu sembari menahan wanita alias istri raja Doren.


"Keluar kan semua kekuatan mu" ucap Qi yu sembari mengangkat tangannya ke langit dan mengeluarkan sebuah gelombang energi yang menghisap bangunan istana.


"Aku ingin semua rakyat mu mengetahui bagaiman raja mereka mati" ucap Qi yu sembari tersenyum.


"Ayah...!, suami ku...!, anak ku...!" teriak keluarga raja Doren sembari menangis.


"Bagaimana perasaan mu melihat anak mu di perlakukan seperti ini" ucap Tenggor.


"Memang apa salah putra ku, apa dia telah menyinggung kalian. Aku bersedia memberikan apapun asalkan putra ku dapat kalian maafkan" ucap ibu raja Doren.


"Apa kau tidak tau kalau putra ku adalah salah satu anak kaisar Yun Feng. Apa kau tidak takut jika kaisar datang untuk balas dendam" ucap ibu raja Doren.


"Aku tidak peduli dengan kaisar mu, walah ia ingin balas dendam ia tak akan bisa. Aku yakin seratus persen kalau ia akan bersujud ketika bertemu dengan kaisar kami" ucap Tenggor berbisik di samping telinga ibu raja Doren.


Tiba-tiba awan menjadi mendung serta turun hujan yang langsung deras ketika baru turun.


Dari awan itu terbentuknya sebuah wajah.


"Siapa yang mengizinkan untuk membunuh mereka. Aku akan memberikan kalian kesempatan untuk menyerah dan membawa raja Doren serta keluarganya bertemu di benua utama" suara yang berasal dari gumpalan awan tersebut.


"Salam yang mulia!" teriak Qi yu dan yang lainya sembari memberikan hormat secara bersamaan.


"Jaga mereka tetap hidup, aku tidak peduli dengan keadaan mereka saat setelah sampai di benua utama. Aku hanya ingin mereka tetap hidup ucap suara dari gumpalan awan itu.


"Siapa dia, apa seorang sewa" ucap raja Doren yang tiba-tiba jatuh berlutut dengan tubuh yang bergetar.


"Yun Feng tidak dapat melakukan hal ini. Sepertinya anak ku telah menyinggung orang yang salah" gumam ibu raja Doren yang berlutut tak bisa bergerak.


"Baiklah aku akan menunggu kalian. Waktu hanya tersisa satu bulan lagi, ku harap kalian menjadi lebih serius dan mengurangi melakukan hal-hal yang sia-sia" ucap gumpalan awan itu kemudian ia menghilang dalam sekejap.


"Huh... sungguh tekanan yang sangat mengerikan. Bahkan tekanan ayah bukan apa-apa bila di bandingkan oleh tekanan ini. Rasanya seperti aku akan mati" gumam raja Doren.


Terlihat kedua putra beserta istri raja Doren telah tergeletak di tanah.


"Aku akan membuat pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan" ucap walikota Sakamoto.


Kemudian ia memotong kedua tangan, kedua kaki raja Doren.


"Tidak putra ku..!" teriak ibu raja Doren.


"Ayo kita pergi, di sini terlaku banyak kekerasan" ucap Las sembari menggandeng tangan Himawari.


"Sudah cukup jangan kau teruskan, jika tidak dia akan mati" ucap Qi yu sembari menahan pedang walikota Sakamoto.


"Aku harus membalas dendam atas kematian ibu ku!" teriak walikota Sakamoto yang terlihat sangat marah.


"Dia telah termakan oleh egonya. Lebih baik kau buat di pingsan" ucap suara yang berada di dalam pikiran Qi yu.


"Stup" suara leher walikota Sakamoto yang di pukul agar pingsan.


"Bungkus..! kita akan pergi kembali ke kapal, aku muak mengikuti peraturan konyol benua ini" ucap Qi yu sembari mengangkat tubuh walikota Sakamoto.


"Uhuk..!" batuk raja Doren mengeluarkan darah.


"Ini adalah balasan atas apa yang telah kau lakukan selama hidup mu. Orang yang kalian hina dan tindas kini memiliki taring untuk melawan. Bukan seekor anak kucing namun kini ia berubah menjadi singa" ucap Chen yu sembari meneteskan obat ke tangan serta kaki raja Doren laku tangan dan kakinya tumbuh kembali.


...****************...


Bersambung.


Mampir ke novel baru ku