
"Di dunia ini belum ada sama sekali tempat yang berhasil membuat kebun tanaman obat , semua aklemis mengambil tanaman obat di hutan atau mereka membeli ke toko" gumam Kevin.
"Aku akan membuat perkebunan tanaman obat di sini, keluarga Wei memiliki luas tanah 1254 hektar tanah, aku akan membangun kediaman keluarga Wei seluas 200 hektar sisa nya akan ku gunakan untuk menanam tanaman obat" gumam Kevin sembari mengeluarkan sebuah benih tanaman.
Terlihat Kevin menanam benih tersebut lalu ja menyiram nya menggunakan air yang berada di dalam kendi berwarna putih.
"Benih bayam emas di tanam di tanah ini, di siram dengan arak dewa hanya memerlukan beberapa detik saja untuk tumbuh" gumam Kevin.
"Apa yang di lakukan Kevin?" ucap Yu Zhong yang tengah mengangkat batu yang sangat besar.
"Aku juga tidak tau lebih baik kita fokus saja ke pekerjaan ini" jawab Dujuan.
"Tapi dia terlihat aneh dia hanya berdiri dan melihat tanah di hadapan nya" ucap yu Zhong.
"Mungkin akan ad tanaman yang tumbuh di sana" ucap Dujuan.
"Kau tau dari mana?" tanya yu Zhong.
"Tidak ada yang tidak mungkin jika itu di lakukan oleh Kevin" ucap Dujuan.
Seketika tumbuh sebuah tanaman berbentuk seperti bayam dengan tangkai dan daun berwarna emas, tanaman itu mengeluarkan aura berwarna emas dan juga mengeluarkan Qi yang pekat.
"Hanya memerlukannya waktu 10 detik untuk tanaman obat tingkat emas tumbuh, dalam sebulan aku akan mendapatkan kurang lebih triliunan kristal sihir tingkat tinggi" gumam Kevin sembari mencabut tanaman tersebut.
"Lanjutkan pekerjaan kalian, jangan bermain-main kita harus membersihkan semua puing-puing hari ini, aku ingin semuanya menjadi bersih saat malam ini" ucap Kevin sembari memakan tanaman obat tersebut.
"Itu.... adalah bayam emas tanaman obat tingkat tinggi harganya bahkan bisa mencapai puluhan juta kristal sihir, dia memakan nya tanpa ada ekspresi sama sekali" gumam pemimpin keluarga Wei yang terlihat sangat terkejut.
"Lumayan" gumam Kevin.
"Tuan anda tidak boleh mengonsumsi tanaman obat tingkat tinggi secara langsung jika tidak anda akan meledak!" teriak jenderal yu Bai sembari berlari ke arah Kevin.
"Tanaman ini tidak akan berefek untuk ku bahkan tanaman ini tidak bisa di sebut cemilan untuk ku" gumam Kevin.
"Kau jangan khawatir aku bisa menangani ini lebih baik kau lanjutkan saja pekerjaan mu" jawab Kevin sembari menahan tubuh jenderal yu Bai.
"Tapi ini adalah tanaman obat tingkat tinggi yang hampir berada di tingkat suci" ucap jenderal Yu Bai.
"Lihat apa terjadi sesuatu dengan tubuh ku?" tanya Kevin.
"Tidak" jawab jenderal yu Bai yang terlihat bingung.
"Semuanya lanjutkan pekerjaan!" teriak Kevin sangat keras hingga membuat tanah bergetar.
Seketika semua orang di sana langsung melanjutkan pekerjaannya.
...****************...
Singkat cerita saat malam hari.
Terlihat Kevin dan yang lainya tengah berkumpul sembari minum-minum.
"Tuan kenapa anda tidak minum arak bersama kami?" tanya jenderal yu Bai.
"Tidak terimakasih aku lebih menyukai teh di banding arak, lagi pula arak yang kalian minum itu tidak enak" jawab Kevin sembari menyalakan cerutu.
"Aku akan menunjukkan arak yang sangat enak bahkan di dunia ini kalian tidak akan bisa menemuinya walau kalian mencari hingga ke dalam tanah" ucap Kevin sembari mengeluarkan sebotol arak yang berada di dalam botol berwarna emas dan putih.
Terlihat Kevin menuangkan arak tersebut ke cangkir milik jenderal yu Bai.
seketika tercium bau manis yang sangat pekat saat arak itu mengalir, selain itu tercium aroma asam serta aroma buah persik yang sangat menggoda untuk di minum.
"Aku juga mau bolehkan aku meminta nya" ucap Yu Zhong sembari mengarahkan cangkir nya ke arah botol arak.
Dalam sekejap Dujuan, kepala keluarga Wei, Wei dong telah menaruh cangkir mereka bersampingan.
"Aku peringatkan arak ini sangat keras bahkan bisa membuat mabuk satu negara hanya dengan satu tetes saja" ucap Kevin.
"Aku adalah jago nya minum di kekaisaran selatan setelah ayah anda" ucap jenderal Yu Bai sembari mencium aroma dari arak yang berada di cangkir nya.
"Aku sudah memperingatkan kalian" ucap Kevin sembari tersenyum.
...****************...
Beberapa menit kemudian.
"Hei kalian pasukan raja iblis...! aku jenderal yu Bai akan membalas dendam atas semua yang terjadi...!" teriak jenderal yu yang tengah berbaring di batang kayu sembari mengangkat tangan kanan nya.
"Ayo..! cepat dayung kita akan segera menang!" teriak Yu Zhong yang tengah duduk di atas batu sembari mendayung dengan ranting pohon.
"Ohw gadis cantik siapakah nama mu.." ucap kepala keluarga Wei sembari mencium pohon yang ia peluk.
"Kenapa mereka menjadi seperti itu bukankan ini cuma arak!" ucap Dujuan sembari memperhatikan arak di gelasnya.
"Coba saja kau minum" jawab Kevin.
"Baiklah" ucap dujuan sembari mengeluarkan ujung lidahnya untuk mencicipi arak tersebut.
Seketika Dujuan melompat sangat tinggi dan seluruh pakaiannya hancur.
"Akulah naga terhebat di dunia...!" teriak Dujuan sembari berputar di langit dengan tubuh bugil.
"Tuan maafkan kelancangan saya namun saya tidak berani untuk meminum arak ini" ucap Wei dong sembari mengarahkan cangkir miliknya ke Kevin.
"Kau terlalu takut melihat teman-teman mu menjadi gila kau hanya melihat namun belum merasakan, takutlah saat kau telah merasakan bukan saat melihat karena apa yang kita lihat tidak selalu benar" ucap Kevin.
Seketika Wei dong langsung meminum arak tersebut.
Namun terjadi keanehan Wei dong tidak lepas kendali, terlihat ia duduk memejamkan mata lalu ia mulai berkultivasi.
"Kera emas sang pemabuk" gumam Kevin.
"Roh penjaga ini dapat membantu sang pemilik mengubah arak menjadi bahan kultivasi biasanya roh penjaga ini di miliki oleh seorang pemabuk" ucap sun yang tiba-tiba muncul di bahu Kevin.
Seketika muncul lambang api di dahi Wei dong serta perlahan tubuh Wei dong mulai terangkat dan terbakar.
"Teman-teman lihat ada api terbang ayo kita panggang ading di sana..!" teriak jenderal yu Bai sembari berlari ke arah Wei dong.
"Aku sang naga sejati akan memanggang kepala musuh-musuh ku" ucap Dujuan sembari terbang ke arah Wei dong dengan kecepatan tinggi.
"Teman-teman ayo kita bakar marshmellow di api unggun itu!" teriak Yu Zhong sembari menunjuk ke arah rambut Wei an yang terbakar.
"Sayang ayo kita duduk di samping api melayang itu" ucap kepala keluarga Wei sembari menunjuk ke arah Wei dong.
"Haduuh kalian ini, menyusahkan saja" ucap Kevin sembari menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas.
"Tang..!" suara Dujuan dan yang lainya yang terpental saat mendekati Wei dong.
...****************...
Bersambung.