King System

King System
Episod 222 jamuan



Singkat cerita.


Di tempat Kevin.


"Akhirnya mereka datang, aku sudah menunggu selama lima hari dan aku merasa sangat bosan, ku harap mereka tidak membuat ku kecewa" ucap Kevin yang tengah duduk di atas pohon yang sebelumnya sering ia jadikan tempat bersantai.


Terlihat Kevin tiba-tiba melompat dari atas pohon untuk menemui raja Ezraj yang memberikan kabar kalau para raja telah datang.


"Apa kau menemui mereka?" tanya Kevin.


"Aku tidak sempat menemui mereka karena aku langsung pergi menemui mu, tapi aku melihat rombongan salah satu raja, dia membawa rombongan hampir 1000 orang dengan kereta emas dan juga membawa peti-peti yang sangat banyak" jawab raja Ezraj.


"Baiklah ayo kita ke sana" ucap kevin.


...****************...


Sementara itu di aula kerajaan rajan Yun yang.


Terlihat raja Yun yang tengah duduk di singgung miliknya, kemudian terdapat empat orang yang tengah berlutut di hadapan raja Yun yang.


"Qianfan.. kenapa kau membawa begitu banyak rombongan, bukanya aku sudah mengatakan kalau kalian akan menemui seseorang yang sangat penting?" tanya raja Yun yang.


"Yang mulia saya datang ke sini ingin melamar putri anda, saya telah membawa mas kawin sebanyak 2 ton emas, serta ribuan perhiasan lainnya" jawab Qianfan yang memiliki tubuh yang gendut, wajah yang tua dan juga aneh, ia memakai pakaian yang terbuat dari emas dengan perhiasan yang menumpuk di tubuhnya.


Seketika tiga orang di samping Qianfan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan marah.


"Beraninya kau lancang di depan yang mulia raja, memang kau pikir kau itu siapa berani melamar tuan putri hah!" teriak seorang lelaki yang memiliki tampang layaknya harimau dengan tuka di bagian matanya.


"Aku... aku adalah salah satu raja di benua ini, memang apa salahnya jika aku melamar putri dari adik angkat kaisar Yun Feng" ucap Qianfan.


Tiba-tiba seorang kakek tua mencekik leher Qianfan lalu ia mengangkat nya ke atas.


"Fu... lepaskan... aku.. aku tidak bisa bernapas" ucap Qianfan sembari mencoba melepaskan cengkraman dari sorang kakek yang memiliki jenggot serta kumis yang panjang, ia memakai pakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang mewah hanya membawa kalung giok.


"Kau hanya ba*i bod"h sial*n aku sudah muak dengan sikap sombong mu. Dan aku akan segera membunuh mu sekarang" ucap Fu yang terlihat sangat amat marah.


"Hentikan Fu, jika kau melakukan ini maka sama saja kah menghina raja" ucap seorang pria yang memiliki tubuh seperti baja dan bata, karena memiliki otot yang sangat kokoh dengan kepala botak licin hingga dapat memantulkan cahaya, pria itu mencoba melepaskan cengkraman tangan Fu.


"Apa kalian mengira pertemuan ini hanya mainan...! jangan membuat ku malu saat tamu penting itu datang!" teriak raja Yun yang yang terlihat sangat marah.


"Aku mengumpulkan kalian kesini untuk memperkenalkan kalian dengan tamu itu, tapi kalian malah membuat masalah seperti, dasar kalian ini" ucap raja Yun yang sembari menggelengkan kepala.


"Blak" suara pintu yang di buka.


"Apa mereka orang yang kau maksud?" tanya Kevin sembari berjalan masuk ke dalam aula di ikuti raja Ezraj.


"Cepat lepaskan cekikan mu" ucap raja Yun yang sembari menarik tangan Fu dari leher Qianfan.


"Cepat jika tidak aku akan memberitahu rahasia itu kepada putri mu" ucap raja Yun yang.


"Baiklah maafkan aku" jawab Fu sembari mendorong Qianfan hingga membuat ia terhentak di tanah.


Kemudian Qianfan terguling hingga ke depan kaki Kevin.


"Apa kau baik-baik saja" ucap Kevin sembari mengulurkan tangan untuk membantu Qianfan bangun.


"Pak" suara tangan Kevin yang di tepis oleh Qianfan.


"Duaak" suara perut Qianfan yang di tendang oleh raja Ezraj hingga mengakibatkan ia terpental ke arah singgasana.


Dan singgasana itu pun roboh.


"Kau berani menghina tuan ku, maka kematian adalah balasannya" ucap raja Ezraj sembari berjalan ke arah Qianfan yang kini telah terkapar tak bergerak.


"Beraninya kau lancang di kerajaan ini..!" teriak pria botak yang sebelumnya alias Heng sembari meluncur ke arah raja Ezraj.


"Hentikan..!" teriak raja Yun yang.


"Tap" suara kaki Heng yang di tahan menggunakan satu jari oleh Kevin.


Kemudi Kevin mendorong Heng menggunakan jarinya mengakibatkan ia terpental Hinga keluar kota, dan terlihat istana hampir roboh karena tubuh Heng hampir menghancurkan semua dinding di sana.


"Tuan maafkan kesalahan anak buah ku" ucap raja Yun yang sembari berlutut.


"Yang mulia kenapa anda berlutut di hadapannya, dia yang membuat masalah duluan seharusnya ia yang meminta maaf" ucap Fu sembari mencoba mengangkat tubuh raja Yun yang.


"Maafkan kesalahan rekan saya" ucap Kang alias lelaki yang memiliki luka di bagian mata kirinya, Kang berlutut di hadapan Kevin dengan wajah yang terlihat panik.


"Ternyata, kau memiliki seorang necromen di sini Yun. Sejak kapan kah mempelajari ilmu gelap ini?" tanya Kevin sembari duduk di atas singgasana yang terbuat dari tengkorak manusia dan juga hewan.


"Dalam catatan kuno dewa iblis dapat memungkinkan singgasana yang terbuat dari tengkorak mahkluk yang pernah ia bunuh, dan orang di depan ku ini memiliki kekuatan yang sama dengan dewa iblis" gumam Kang yang terlihat sangat amat ketakutan.


"Aku akan memberikan tantangan kepada kalian semua, aku akan memberikan tantangan sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki jadi jangan takut, jika kalian memang aku akan memberikan jurus tingkat golden emperor kepada kalian" ucap Kevin sembari menunjukan tumpukan buku yang memiliki sinar masing-masing.


"Apa golden emperor, aku bahkan belum pernah melihat jurus itu, tapi dia ingin memberikan nya jika kami memang bertanding" gumam Fu yang terlihat terkejut.


"Misi membuat mereka terkesan sukses" gumam Kevin sembari tersenyum.


...****************...


Singkat cerita siang harinya di halaman yang sangat luas.


Terlihat Kevin sedang duduk di kursi sembari meminum teh, terlihat di depannya semuanya sedang berbaris termasuk keluarga para raja.


"Kalian maju lalu sebutkan keahlian yang kalian miliki, dan jika kalian dapat mengalahkan aku maka aku akan memberikan tiga satu permintaan dan aku akan mengabulkan hal itu" ucap Kevin.


"Aku mengubah peraturan dan hadiah" gumam Kevin.


"Tuan aku ingin menantang mu duel memanah" ucap raja Yun yang.


"Baiklah ayo kita lakukan" jawab Kevin sembari berdiri.


Kemudian mereka melakukan persiapan.


sesudah itu semua orang menonton pertandingan Kevin dan juga raja Yun yang.


"Peraturan siapa yang paling banyak menembak sasaran yang berada di sangat jauh dan juga tersembunyi akan menang" ucap raja Yun yang.


"Jadi kau menantang, akurasi dan juga naluri ku"


...****************...


Bersambung