
Keesokan harinya.
"Yun luo tolong aku" ucap Baylin yang sedang di panggang oleh Red dan yang lainya.
"Hah hah" ucap kevin yang terbangun karena ucapan Baylin.
"Apa yang terjadi" tanya kevin sembari meregang kan tubuh nya atau ngulet.
"Mereka ingin memakan ku tolong" jawab Baylin.
"Kakek tolong jangan memper main kan Baylin dia akan menjadi partner kita mulai sekarang" ucap kevin sembari berjalan ke arah kamar mandi dengan perlahan karena masih mengantuk.
"Hahahaha kau tenang saja kami hanya bercanda dengan Baylin" jawab Red.
"Bagus lah jika begitu kalian harus akur karena kita akan selalu bersama mulai hari ini sampai aku bisa membangkitkan kalian lagi" ucap kevin sembari menggosok gigi.
"Kau benar walaupun aku tidak senang dengan kehadiran hewan menjijikan ini. Ya apa boleh buat kemampuannya akan sangat berguna untuk mu di masa depan nanti" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Oh iya kakek kau pernah pergi ke Galaxy mana saja" tanya kevin sembari mengelap wajahnya menggunakan handuk.
"Aku pernah pergi ke lima Galaxy yang berbeda memang kenapa" jawab Red sekaligus bertanya.
"Galaxy apa saja dan bukanya kakek adalah orang yang terkenal" ucap kevin sembari memakai baju.
"Kami hanya terkenal di bagian timur alam semesta saja. Bagi kami yang masih di ranah penyatuan enam indra. Ya memang sebenarnya kami masih lemah tapi kami memiliki wawasan yang sangat banyak oleh karena itu kami tujuh pendekar naga sangat terkenal di bagian timur alam semesta" jawab Red dalam fikiran kevin.
"Kalau kakek yu dulu berada di ranah apa" tanya kevin.
"Hahahaha karena kau sudah mengetahui tentang tingkat ranah yang sebenarnya. Dulu kakek berada di ranah immortal tapi kakek harus mengorbankan setengah kultivasi agar bisa menyelamatkan istri serta diri ku. Dan setelah itu aku berada di ranah penyatuan enam indra" jawab kakek yu dalam fikiran kevin.
"Jadi begitu. Maukah diri mu memberitahukan urutan peringkat hewan suci di alam semesta tolong aku mohon" ucap kevin yang sedang berjalan menuju pintu keluar.
"Hahahaha tidak seperti biasanya kau meminta seperti ini biasanya kau terdengar seperti sedang memerintah" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Ya aku juga tidak tau seakan ada cahaya yang datang yang mengubah ku" jawab kevin sembari berjalan di hutan menuju pintu keluar istana.
"Bagus aku memberimu senjata ini karena sikap mu yang baik" ucap Blue dalam fikiran kevin.
[Selamat tuan telah mendapat kipas suncaka yang dapat mengeluarkan angin serta suara yang sangat mengerikan. Tuan perlu berada di ranah Mahayana untuk memakai senjata ini.]
"Terima kasih kakek Blue" ucap kevin sembari memegang kipas yang berwarna buru dengan bintik hitam.
"Sama sama" jawab Blue dalam fikiran kevin.
Tak lama kemudian kevin pun sampai di luar istana.
"Tunggu tuan terlihat tidak seperti biasanya" gumam Sari yang sedang berjalan ke arah kevin sembari membawa makanan.
"Halo apa yang sedang kau lakukan" tanya kevin.
"Tuan saya di perintahkan untuk mengantar makanan kepada tuan " jawab sari.
"Terima kasih. Dan mulai sekarang jangan panggil aku tuan kau lebih tua dari aku jadi tolong panggil saja nama ku" ucap kevin sembari menerima makanan dari sari.
"Tidak tuan hamba tidak berani memanggil nama tuan" jawab sari dengan tubuh yang gemetar.
"Sepertinya aku sudah keterlaluan" gumam kevin.
"Maaf karena aku telah bersikap buruk pada mu dan keluarga mu" ucap kevin sembari memeluk sari.
Terlihat sari sangat terkejut.
Tiba tiba sari mendorong kevin dan ia pun berlari tanpa mengatakan apa apa.
"Sepertinya kesalahan ku terlalu besar" gumam kevin sembari berjalan menuju aula yang telah di perbaiki atau di bangun ulang.
"Tetua yen tolong kumpul kan para tetua dan guru di aula aku ingin membicarakan hal yang sangat penting" ucap kevin menggunakan telepati.
"Siap tuan aku akan segera mengumpulkan semuanya dalam waktu beberapa menit" jawab tetua yen menggunakan telepati.
"Baiklah aku akan menunggu kalian di aula" ucap kevin menggunakan telepati.
...****************...
Di aula terlihat semua orang sedang berkumpul.
"Baiklah semuanya tolong berbaris yang rapi" ucap kevin yang berada di depan kursi ketua sekte yang sangat megah.
Kemudian para tetua dan guru pun berbaris.
"Oh iya tolong kalian duduk di kursi kalian saja agar lebih mudah" ucap kevin sembari tersenyum.
Kemudian mereka pun melaksanakan perintah kevin.
Beberapa menit kemudian.
"Baiklah semuanya sudah duduk. Sekarang aku akan memberi tahu hal yang penting kepada kalian" ucap kevin sembari mengeluarkan kursi kayu lalu ia duduk.
"Tuan kenapa kau duduk di kursi kayu itu. Tolong duduk di kursi ketua sekte" ucap tetua yen.
"Tidak perlu aku hanya ingin duduk di kursi ini" jawab kevin dengan nada lembut.
"Tapi tuan saya merasa tidak enak. saya duduk di atas kursi yang nyaman dan empuk sedang kan tuan duduk di kursi kayu yang keras itu" ucap tetua yen yang tiba tiba duduk di lantai.
Di ikuti semua orang.
"Oh jadi kalian mau ini" ucap kevin yang tiba tiba duduk di lantai.
"Tuan mohon jangan lakukan itu" ucap tetua yo yang tiba tiba menahan kevin yang ingin duduk di lantai.
"Tuan diri mu adalah ketua sekte yang memiliki derajat yang tinggi tolong jangan sama kan dengan kami" ucap tetua yo.
Tiba tiba kevin berdiri tegak membuat semua orang ketakutan.
"Sekarang aku ingin bertanya apa aku dan kalian berbeda" tanya kevin.
"Tentu saja tuan kita berbeda tuan memiliki derajat yang tinggi" jawab tetua yen.
"Kau memiliki kaki memiliki tangan memiliki kepala sama seperti aku,aku bisa bicara bisa berjalan sama seperti kalian kita makan dan juga minum lalu apa yang membuat aku lebih spesial dari pada kalian apa karena aku adalah seorang pemimpin. Asal kalian tau pemimpin itu tidak akan ada jika tidak ada para pengikut" ucap kevin.
"Jadi mohon mulai sekarang jangan pernah menganggap kalau diri ku memiliki derajat yang lebih tinggi kita memiliki derajat yang sama jadi tolong anggap aku sebagai keluarga kalian jangan anggap aku sebagai pemimpin yang harus di segini dan di takuti. Aku ingin kalian mengikuti perintah ku dengan sepenuh hati bukan karena paksaan takut di bunuh oleh ku" ucap kevin.
"Aku mohon maaf kan kesalahan ku yang dulu aku terlalu angkuh mohon maaf kan kesalahan ku di masa lalu aku berjanji tak akan melakukan hal itu lagi aku mohon" teriak kevin yang tiba tiba bersujud ke arah para tetua dan guru.
"Apa yang kau lakukan!"
...****************...
Bersambung.