
Setelah itu mereka semua pun berangkat.
"Semua orang sudah pergi dan yang tersisa di sini hanya aku. Lebih baik aku pergi ke dunia leveling" gumam kevin.
"System kirim aku ke dunia leveling" ucap kevin yang sedang duduk di kursi.
[Mengirim ke dunia leveling]
Kemudian kevin pun di kirim ke dalam dunia leveling.
...****************...
Di perguruan bulan berdarah terlihat paman Qiu sedang terbang di atas sebuah gedung yang di jaga ketat dengan sangat ketat.
"Hmm sepertinya tempat ini adalah tempat makan yang di jaga" gumam paman Qiu.
"Di tempat itu di pasang formasi pelindung tingkat rendah aku bisa menghancurkan nya sekali pukul. Dan di tempat itu di jaga oleh 10 orang ranah master,lima orang ranah grand master dan juga satu orang tingkat guru" gumam kevin.
"Hai apa yang kau lakukan di sini" ucap ketua perguruan bulan berdarah yang berada di belakang paman Qiu.
"Aku di perintahkan untuk mengambil peti penjaga yang kalian jaga" jawab paman Qiu sembari berbalik.
"Aku tidak sudi. Kau adalah anak buah dari anak bajin*n kevin itu sekarang aku akan membunuh mu" teriak ketua perguruan bulan berdarah sembari mengeluarkan roh penjaga yang berbentuk ular hitam.
"Menarik kau berada di ranah yang sama dengan ku. Tapi kau jangan sombong dulu karena roh penjaga mu hanya roh penjaga biasa" ucap paman Qiu sembari mengeluarkan roh penjaga miliknya.
"Tunggu aura ini sangat kuat" gumam ketua perguruan kekaisaran sembari menghalangi angin yang sangat kuat dengan tangan nya.
"Jika aku mengeluarkan roh penjaga bahkan jika kau berada di ranah raja bintang dua aku bisa membunuh mu" ucap paman Qiu dengan mata yang berubah menjadi putih seutuhnya.
"Semuanya bantu aku" teriak ketua perguruan bulan berdarah.
Kemudian muncul 7 orang yang berada di ranah jenderal bintang satu.
"Bagai mana jika sekarang" ucap ketua perguruan bulan berdarah.
"Jangan banyak bacot" teriak paman Qiu sembari mengeluarkan pedangnya.
"Pedang naga langit" teriak paman Qiu sembari mengangkat pedangnya ke langit. Kemudian roh penjaga paman Qiu masuk ke dalam pedang yang di angkat paman Qiu.
Kemudian tiba tiba langit menjadi mendung dan angin bertiup sangat kencang hingga membuat atap bangunan terbang.
"Aku yu Qiu akan meratakan perguruan ini karena ketua kalian berani menghina raja ku" ucap paman Qiu sembari mengarahkan pedangnya ke arah perguruan bulan berdarah.
"Ketua apa yang harus kita lakukan" terill ak pria tua yang berada di belakang ketua perguruan kekaisaran.
"Sepertinya kita akan mati" jawab ketua perguruan kekaisaran.
Tiba tiba muncul petir yang sangat besar mengarah tepat di perguruan bulan berdarah.
Kemudian paman Qiu menarik makam yang di jaga.
Kemudian petir itu pun menghantam perguruan bulan berdarah.
"Duaaaaaar" terdengar suara ledakan yang teramat besar.
Tak lama kemudian terlihat sebuah lubang yang sangat besar dan dalam. ya lubang itu adalah tempat perguruan bulan berdarah yang telah hancur bersama dengan murid dan guru guru di sana.
"Kalian berani macam macam dengan tuan kevin" ucap paman Qiu yang sedang terbang di samping peti mati.
Tiba tiba tubuh paman Qiu mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
"Sepertinya aku naik tingkat menjadi raja bintang tiga" ucap paman Qiu.
"Aku sungguh beruntung sekarang aku akan mengantar peti ini ke pada tuan" ucap paman Qiu sembari terbang.
...****************...
"Woi ketua perguruan matahari merah cepat keluar" teriak Bog sangat keras.
"Cepat keluar jika tidak aku akan menghancurkan perguruan mu ini" teriak bog.
Di dalam aula pertemuan perguruan matahari merah.
"Ketua ada seorang pria besar yang ingin bertemu dengan mu. Doa berkata jika ketua tidak keluar mak di akan menghancurkan perguruan kita" ucap seorang pemuda.
"Baiklah aku tau aku akan segera menemui dia" jawab ketua perguruan matahari merah yang sedang duduk di singgasana.
"Sepertinya orang itu sangat kuat hingga berani mengancam kami" gumam ketua perguruan matahari merah sembari terbang menuju ke gerbang.
"Ku hitung sampai tiga jika tidak datang maka aku akan menghancurkan perguruan ini" teriak bog sembari memunculkan kepalan tangan api yang sangat besar berada di tepat di atas perguruan matahari merah.
"Tunggu tuan aku dan sini" ucap ketua perguruan matahari merah sembari mendarat.
"Cepat berikan peti yang kalian jaga jika tidak kepala tangan api itu akan menghancurkan pergi mu menjadi abu" ucap Bog.
"Tapi tuan kami di perintahkan oleh kaisar untuk menjaga makam itu" jawab ketua perguruan matahari merah.
"Aku tidak peduli yang penting aku mendapatkan peti tersrbut" jawab Bog.
"Tuan kami tidak bisa memberikan peti tersebut karena makam tersebut di pasang sebuah jebakan dan juga ada pelindung di sana" ucap ketua perguruan matahari merah.
"Hei berani sekali kau mengancam guru ku" Teriak seorang pemuda yang tengah berlari ke arah Bog.
"Siapa anak itu apa dia mau mati" tanya Bog.
"Diam" teriak ketua perguruan matahari merah sembari menutup mulut lelaki tadi.
"Maaf kan aku karena tidak menjaga murid ku dengan baik" ucap ketua perguruan matahari merah sembari menundukkan kepala nya.
"Cepat bawa aku ke makam tersebut. Aku akan mengambil sendiri" ucap Bog sembari berjalan ke dalam gerbang.
"Baik tuan aku akan menunjukan ke makam tersebut" jawab ketua perguruan matahari merah.
"Guru apa yang kau lakukan kenapa kau membiarkan penyusup itu masuk ke dalam perguruan" tanya lelaki.
"Diam apa matamu buta coba lihat di atas jika kepalan tangan itu jatuh bukan hanya bangunan perguruan kita saja yang rusak tapi semua orang juga akan mati" ucap ketua perguruan matahari merah.
"Sungguh mengerikan aku kira tadi itu matahari. Pantas saja aku merasa bahwa hari ini sangat panas di gurun ini" ucap lelaki.
"Lebih baik kita antar orang itu dulu. Lagi pula makam itu tidak sepenting itu hingga aku harus mengorbankan murid murid ku hanya untuk melindungi makam itu" ucap ketua perguruan matahari merah sembari berjalan ke arah Bog.
Kemudian mereka pun tiba di sebuah gedung yang di jaga ketat.
"Tuan peti itu ada di dalam bangunan ini" ucap ketua perguruan matahari merah.
"Hmm pelindung di sini lemah jadi aku bisa menghancurkan ya dengan sekali pukulan" gumam bog.
Kemudian Bog memukul bangunan itu hingga hancur.
"Ini sangat mengerikan aku bahkan tidak bisa memasuki makam itu karena pelindung yang kuat. Tapi orang ini bisa menghancurkan pelindung bersama dengan bangunan itu" gumam ketua perguruan matahari merah.
"Nah itu di peti nya. Oh iya makasihnya kalian tidak melawan aku akan pergi mengantar peti ini dah" ucap Bog sembari menggendong peti dan terbang.
...****************...
Bersambung.