King System

King System
Episode 208 perjalanan paman Qiu 3



"Hei kenapa kau menabrak ku!" teriak paman Qiu sembari memegang seseorang yang memakai kain yang menutupi seluruh tubuhnya hingga tak terlihat.


"Tangkap dia..!" teriak seorang pria yang berlari ke arah orang yang menabrak paman Qiu.


Terlihat di belakang pria tadi 10 orang yang memakai pakaian gembel namun mereka membawa senjata yang lengkap.


"Tolong... mereka ingin menculik ku" ucap orang yang menabrak paman Qiu.


Dan dari suaranya ternyata orang yang menabrak paman Qiu adalah seorang wanita.


Wanita itu memiliki paras yang sangat cantik, kulitnya putih seperti artis Korea.


Wanita itu terlihat sangat ketakutan sembari ia memeluk paman Qiu.


"Buat aku urus mereka" ucap Justin sembari melepas sarung tangannya.


"Jangan, biarkan Qiu yang melakukan ini" ucap paman Bog sembari menahan Justin.


"Lebih baik kita mundur" ucap Huang sembari berjalan beberapa langkah ke belakang.


"Kenapa?" tanya Joni.


"Kebanyakan teknik yang dimilik Qiu memiliki jarak serang yang luas, jika kita tidak mundur kita akan terluka" jawab Huang.


kemudian mereka pun mundur dan duduk menonton paman Qiu yang terlihat seperti pahlawan yang sedang menyelamatkan kekasihnya.


"Wanita adalah harta terpenting bagi pria. Wanita harus di jaga. Jadi kalian ingin mati dengan cara apa?" tanya paman Qiu sembari mengikat rambutnya yang panjang.


"Hei kami tidak ada urusan dengan mu, berikan wanita itu dan aku akan melupakan apa yang kau katakan tadi" ucap pria yang memimpin para gembel.


"Ku beri kesempatan, lari atau ku bunuh kalian" ucap paman Qiu.


"Hei nona, lebih baik kau mundur dan menonton bersama kami" ucap Don.


"Kau pergilah ke tempat teman-teman ku aku akan mengurus mereka" ucap paman Qiu.


"Baiklah" jawab wanita itu sembari melepas pelukannya dan ia mundur.


"Apa dia bisa melawan puluhan orang di ranah jenderal sendirian?" gumam wanita itu sembari berjalan ke arah Huang dan yang lainya.


"Jika saja meridian ku tidak di segel, aku pasti bisa membunuh mereka dengan sangat mudah" gumam wanita tadi sembari duduk.


"Dan aku tidak perlu meminta tolong pada mereka" gumam wanita itu.


"Bunuh dia" ucap pemimpin gembel.


Kemudian 10 gembel itu pun berlari ke arah paman Qiu.


"Tap" suara langkah kaki paman Qiu mengakibatkan 10 gembel yang berlari itu hancur tak berupa.


"Bahkan kalian tidak bisa menahan tekanan yang ku berikan" ucap paman Qiu sembari memegang darah yang di tanah dan ia membuat garis di dahinya menggunakan darah itu sembari tersenyum.


"Bagaimana bisa itu terjadi" gumam wanita tadi dengan ekspresi wajah terkejut bercampur panik.


"Bagus, ku kira kau memerlukan beberapa hari untuk membunuh kroco-kroco itu" ucap paman Bog sembari tertawa dan tersenyum.


"Aku tidak selemah itu!" teriak paman Qiu sembari mengacungkan jari tengah ke arah paman Bog.


"Dia bukan manusia" ucap pemimpin gembel yang kini telah jatuh di tanah dengan wajah ketakutan dan panik.


"Apa aku melawan seorang dewa" gumam pemimpin gembel.


"Mohon ampuni hamba, hamba hanya di perintahkan oleh atasan" ucap pemimpin bandit sembari mencium kaki paman Qiu.


"Bangun, kau adalah kesatria dan kesatria itu tidak boleh menunjukan ketakutan meski kematian sudah berada di depan matanya" ucap paman Qiu sembari mengangkat pemimpin gembel.


"Crak" suara kepak pemimpin gembel yang di penggal oleh Kevin.


"Sepertinya, Jhon memang benar-benar menemukan pasukan yang memiliki kekuatan yang mengerikan, aku harus bergabung dengan mereka" gumam Joni.


...****************...


Singkat cerita.


Di sebuah penginapan terlihat semuanya sedang makan di meja yang sangat besar.


"Siapa nama mu?" tanya paman Qiu bertanya pada wanita yang sebelumnya.


"Nama ku Jingmi" jawab Jingmi alias wanita yang di selamatkan oleh paman Qiu.


"Perkenalkan nama ku Qiu yu" ucap paman Qiu.


"Nama ku Bog yu" ucap paman Bog.


"Nama ku Huang" ucap Huang.


"Nama ku Putih" ucap putih.


"Nama ku Riyan" ucap Riyan.


"Nama ku Don" ucap Don.


"Nama ku Mugi" ucap Mugi.


"Nama ku Tiger, ini lion, ini Jagu, ini Rus, dan yang sebelahnya Beru" ucap Tiger.


"Kenapa kau bisa di kejar dengan mereka?" tanya paman Qiu.


"Mereka ingin menjodohkan ku dengan seorang penguasa yang jelek dan tua. Karena aku tidak mau mereka mengejar ku selama dua bulan" jawab Jingmi.


"Apa kau tidak memiliki orang tua?" tanya paman Qiu.


"Aku masih memiliki mereka, namun mereka di Tawan oleh penguasa itu, orang tua mu memerintahkan ku agar pergi dan jangan pernah kembali jika tidak orang tua ku akan bunuh diri" jawab Jingmi sembari menangis tiba-tiba.


"Tunggu bukanya sama saja, mereka pasti di bunuh oleh penguasa itu" ucap paman Qiu.


"Ibu....! Ayah..." teriak Jingmi yang menangis lebih keras.


"Dasar kau bodoh!" ucap paman Qiu sembari memukul kepala paman Qiu sangat keras hingga mengeluarkan suara.


"Kau tenang saja, orang tua mu pasti akan baik-baik saja, karena jika ingin menikah kita memerlukan orang tua sebagai saksi, yang mana mereka melakukan itu sepenuh hati. Jika tidak pernikahan tidak akan sah" ucap Joni.


"Maafkan aku.. hehehe sebagai gantinya aku akan menyelamatkan kedua orang tua mu, memang mereka berada di mana?" ucap paman Qiu.


"Mereka ada di kota Huantian" jawab Jingmi.


"Kebetulan kami juga akan ke sana" ucap Huang.


"Kau bisa ikut rombongan kami jika kau bersedia" ucap Riyan.


"Tapi saya merasa tidak enak jika menjadi beban, apa boleh saya bekerja untuk kalian, saya bisa memasak" ucap Jingmi sembari mengelap air matanya.


"Baiklah kau boleh menjadi koki, aku akan membayar mu 10 kristal sihir tingkat tinggi saat sudah tiba di kota Huantian.


"Tunggu itu bayaran yang sangat tinggi untuk seorang koki, biasanya koki hanya di gaji 500 keping emas perbulan, dan itu sudah cukup" ucap Jingmi.


"Apa mereka sangat kaya?" tanya Joni menggunakan telepati.


"Aku juga tidak tau" jawab Jhon menggunakan telepati.


"Aku adalah bos di sini dan aku yang memberi gaji, lagi pula tidak ada yang keberatan di sini" ucap Huang.


"Aku keberatan" ucap Don.


"Kenapa?" tanya Huang.


"seharunya kita memberikan 100 kristal sihir tingkat tinggi saja, hitung-hitung membantu kehidupan nya hingga memiliki anak di masa depan nanti" jawab Don.


"Baiklah, lagi pula yang mulai memberi kita uang saku masing-masing 100 ribu kristal sihir tingkat tinggi" ucap Huang.


"Jangan menjawab, kami yang memberikan gaji kau hanya perlu bekerja" ucap paman Qiu sembari memegang pundak Jingmi.


"Joni bisa kau bawa kami ke pada pedagang terkenal di kota ini" ucap paman Bog.


"Tuan saya tidak memiliki koneksi yang memadai untuk melakukan ini, tapi tuan-tuan bisa pergi menemui walikota" jawab Joni.


"Hahahah... aku jadi ingat saat tuan muda masih menjadi raja kota" ucap paman Qiu sembari tertawa.


"Kau benar, dalam empat tahun saja ia kini telah memimpin satu kekaisran" ucap paman Bog.


"Baiklah besok tolong antarkan aku menemui nya" ucap Huang.


"Ini kunci kamar mu, kau bisa turun ke bawah atau pergi ke kamar ku, kamar ku berada tepat di samping kanan kamar mu" ucap paman Qiu sembari memberikan kunci kamar.


"Terima kasih" ucap Jingmi dengan wajah memerah.


"Mereka sangat baik, tapi sifat baik inilah yang ku takutkan" gumam Jingmi sembari menggenggam kunci tersebut.


"Baiklah" jawab semua orang.


...****************...


Malam harinya di kamar Jingmi.


"Aku merasa tidak enak berbohong dengan orang sebaik mereka" gumam Jingmi yang tengah berbaring di kasur.


"Tapi aku harus melakukan ini untuk membalas dendam kepada ayah" gumam Jingmi sembari mengubah posisi menjadi tengkurap.


...****************...


Di tempat makan yang tadi.


Terlihat Huang, Tiger, dan Riyan, serta Mugi sedang duduk sambil meminum teh di sana.


"Aku merasa curiga dengan wanita itu" ucap Huang.


"Aku juga berfikir begitu" ucap Riyan.


"Aku bisa mencium bahwa dia adalah seorang ras campuran, dia memiliki fisik sekuat ras banteng, dan kekuatan seperti manusia. Selain itu aku bisa tau kalau dia adalah seorang bangsawan" ucap Tiger.


"Selain yang itu, Jingmi memiliki mata biru yang terlihat seperti es yang indah. Dan kemungkinan dia adalah putri raja Bull" ucap Mugi.


"Kalian jangan berburuk sangka dengan orang, bukannya yang mulia pernah berkata membantu orang yang membutuhkan, dan dia sedang dalam masalah kita tidak perlu kepo soal identitas yang dia miliki" ucap Riyan.


"Aku setuju, lebih baik kita awasi saja dia, dan misi ini hanya kita yang boleh tau. Jika di antara kalian ada melihat sesuatu yang aneh maka kita langsung bunuh saja Jingmi" ucap Huang.


"Dasar kau, memang kau kira kami tidak punya hati seperti mu yang sudah pernah mati, aku tidak akan sanggup melukai wanita" ucap Mugi.


"Kalau kita tidak melakukan itu maka bisa saja kita yang dia bunuh" ucap Huang.


Tiba-tiba Riyan menusuk tangan Huang dengan pisau mengakibatkan pisau itu patah.


"Bagaiman bisa mereka membunuh kita sedangkan pisau saja tidak bisa menembus kulitmu" ucap Riyan.


"Kita kenal dengan serangan fisik tapi tidak kebal dengan racun, memang kau kira para assassin melakuakan pembunuhan hanya dengan pisau, tentu saja tidak" ucap Huang.


"Dan kau bodoh memberikan pekerjaan koki kepadanya, apa kau ingin membunuh kami" ucap Mugi.


...****************...


Bersambung.Bersambung.


...****************...


...****************...


...****************...


ranah di novel King system.



penguatan tubuh


pengumpulan Qi


kesatria


prajurit


master


grand master


guru


tetua


raja


kaisar


penguatan jiwa dan roh


silver emperor


golden emperor


mahayana.


silver immortal


golden immortal


diamond immortal.



Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.


Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.



manusia


immortal


dewa



Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.


Ranah fana



Manusia fana


Penguatan tubuh


Penyempurnaan jiwa dan roh



Ranah immortal.



Immortal


Pengaturan enam Indra


Penyempurnaan raga



Ranah dewa


1.Dewa


2.Dewa perak


3.Dewa emas


setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.


Tingkatan ranah kultivasi jiwa.



Jiwa baru


jiwa menyatu


jiwa ahli


jiwa raja


jiwa kaisar