
Cepat kalian persiapkan barang barang yang ingin di bawa aku harap besok semua orang sudah siap di alun alun saat pagi hari.
"Dasar mata mata sialan tolong kubur mereka" ucap kevin.
"Baiklah" jawab semua orang secara serentak dan terlihat kevin berjalan keluar.
"Aku tau di masa depan nati akan lebih banyak mata mata seperti itu karena yang ku lawan adalah seorang kaisar yang memimpin puluhan kerajaan tidak seperti di benua pinggir" gumam kevin sembari berjalan ke arah istana.
...****************...
Singkat cerita keesokan paginya terlihat semua orang sedang berkumpul di alun alun sekte. mereka semua sudah bersiap siap akan pergi.
"System masukan istana ke dalam penyimpanan mu" ucap kevin.
Tiba tiba ukuran istana kevin menjadi menyusut secara perlahan hingga akhirnya menjadi sebesar bola tenis setelah itu istananya menghilang.
Sontak semua orang di sana terkejut dengan hal ini.
"Baiklah apa sudah semua orang di sini" tanya kevin.
"Sudah semua murid, tetua, dan guru sudah di sini semua" jawab tetua yen.
"Baiklah aku tau ini sangat mendadak dan juga kalian semua pasti akan merindukan sekte ini. Tapi kalian harus ingat sekte Red fiyer itu bukan nama dari tempat ini tapi nama dari perkumpulan jadi selama kita masih bersatu maka kita tetap sekte Red fiyer. Selain itu musuh yang kita lawan kali ini bukan musuh sembarangan seperti para bandit sebelumnya jadi kita harus berhati-hati" teriak kevin mencoba memotivasi semua orang yang terlihat murung dan sedih.
"Yaaaaa!!" teriak semua orang yang terlihat mulai memiliki semangatnya kembali.
"Aku janji tempat tinggal kita yang baru ini sangat bagus kalian akan lebih cepat melakukan kultivasi dan juga kita akan memiliki banyak persediaan dan kekuatan tempur yang meningkat pesat bukan" teriak kevin.
"Yaaaaa!!!" jawab semua orang.
"Saat hari di mana kita akan bertarung melawan para musuh kita di hari itu juga nama kalian akan tercatat di buku sejarah dan akan di ajarkan kelak nanti. Oleh karena itu ayo bersemangat lah kalian bersemangat" teriak kevin.
"Yaaa Aaaaaaaa Aaaaaaaa Aaaaaaaa aaaa!!!!!" teriak semua orang.
"Baiklah kita akan berangkat" ucap kevin.
"System kirim aku dan yang lainya ke kota guang" gumam kevin.
[Teleportasi berhasil memotong 2350 kristal sihir.]
Mereka pun menghilang.
...****************...
Di kota guang terlihat semua warga desa sedang di cambuk oleh beberapa orang yang menggunakan pakaian yang sama berwarna putih.
"Apa yang kalian lakukan!!!" teriak kevin yang terlihat sangat marah.
Sontak semua orang yang di sana seketika langsung menghadap ke arah kevin yang berteriak sangat keras.
"Siapa kau berani meneriaki seorang aklemis" teriak seorang lelaki yang sedang memegang seorang anak anak.
"Mata mu tidak ada yang berani" ucap kevin yang seketika telah berada di belakang lelaki tadi sembari memegang kepala nya yang telah terpenggal.
"Para murid cepat habisi orang orang yang mengaku aklemis ini. Buat kematian mereka tersiksa!" teriak kevin sembari menghancurkan kepala yang ada di tangan nya.
Terlihat beberapa murid sedang membantu warga yang sedang terluka dan di ikat sebagai lagi mereka ada yang memegangi seorang aklemis dan teman lainya menyiksa aklemis tersebut.
beberapa menit kemudian.
"Aku mohon ampuni aku. Aku hanyalah kepala menerima aula aklemis di kota ini mohon ampuni aku" ucap seorang kakek tua muka sangean.
"Aku tidak peduli kau telah melakukan dosa maka aku harus menghukum mu. Dan untuk semua orang kalian harus ingat pesan ku kejahatan akan terus ada bukan karena banyaknya penjahat tapi itu karena diam nya orang baik. Aku harap di masa depan kalian melupakan pesan ku tadi" teriak kevin.
"Tolong bawa dia lalu kalian buat luka Sayatan di seluruh tubuhnya tanpa terkecuali dan setelah itu kalian siram tubuh nya menggunakan air garam atau air jeruk yang adam" ucap kevin sembari menendang pria tua cabul tadi ke arah kerumunan warga.
"Baiklah ayo para murid kalian cari tempat tinggal sementara kalian di kota ini setelah sekte kita terbangun lagi kita akan pindah" ucap kevin.
"Oh iya dan untuk warga kota ini mulai sekarang aku yang akan memimpin kota ini karena aku telah membeli dari kaisar dan ini bukti nya" ucap kevin sembari menujukan sertifikat.
"Dan tolong bantu para murid dan tetua untuk tinggal di sini" ucap kevin.
"Kami akan melakukannya" jawab salah satu warga.
"Ayo Eira ikut papa ke gunung dan tetua Yo serta tetua yen tolong ikuti aku" ucap kevin sembari menggendong Eira.
"Baiklah" jawab mereka.
Kemudian para warga pun menuntun para murid rumah yang kosong para warga terlihat sangat senang dan juga ramah pada para murid.
Lalu kevin terbang ke arah gunung yang sangat besar tepat di belakang kota guang di ikuti tetua yen dan tetua Yo.
"Aku telah menyelidiki bahwa di gunung itu ada sebuah ruangan yang tersembunyi" ucap kevin.
"Sebenarnya aku tau soal inti aura dan tempat itu saat aku mengubur para bandit, saat itu aku menemukan tolun yang bertuliskan huruf M dan gambar matahari berwarna merah terbatas dati batu permata yang akan bersinar jika terkena matahari. Setelah itu System memberitahu kalau di bawah atau di dalam gunung ada sebuah bangunan yang sangat besar" gumam kevin.
"Dan aku juga sudah menyusuri tempat itu hingga menemukan sebuah portal yang berisi sebuah dunia yang indah namun di sana kosong hanya ada hewan dan tanaman, dunia itu hampir seluas setengah hutan yang berada di istana ku dan dengan tanah seluas itu aku bisa membangun sekte di sana" gumam kevin.
Kemudian mereka pun sampai di kaki gunung tersebut.
"Apa kalian penasaran kenapa kau meminta kalian ke sini" tanya kevin.
"Aku mendapatkan 200.000 kristal sihir tingkat tinggi dan juga dua belas batu kehidupan seukuran kepalan tangan di dalam sini" gumam kevin.
"Kami tidak tau apa yang anda rencana tapi saya yakin itu baik untuk sekte dan semua orang" jawab tetua yen.
"Baiklah system angkat gunung ini" gumam kevin sembari menyentuh tanah gunung tersebut.
[Mengangkat gunung seberat 23 triliun ton memotong 2000 kristal sihir.]
Tiba tiba gunung yang sangat besar di hadapan kevin dan yang lainya mulai bergetar menjatuhkan hewan hewan di sana secara perlahan gunung itu pun mulai terangkat.
Terlihat Tetua yen dan tetua Yo terjatuh dan mereka terlihat sangat ketakutan hingga membuat baju mereka basah dengan keringat.
Gunung itu pun terus melayang ke atas hingga memperlihatkan sebuah tembok berwarna emas.
...****************...
Bersambung.