King System

King System
Episode 260 perjalanan yang melelahkan



"Sudah ku katakan dia itu jahat, bahkan kau tidak di biarkan untuk minum arak memang dia pikir dia siapa" ucap suara dalam pikiran Dujuan.


"Tapi ini semua demi kebaikan ku, dia ingin melatih ku" gumam Dujuan sembari lari di samping kereta.


"Lari seperti ini menjadi sangat mudah untuk mu, karena kau dapat melakukan ini selama satu bulan tanpa berhenti" ucap Kevin.


Tiba-tiba muncul lingkaran hitam di kedua kaki Dujuan, mengakibatkan ia terjatuh.


"Uhuk...! tubuh ku menjadi berat seakan-akan aku di tekan oleh gajah yang sangat besar, untuk menggerakkan tubuh rasanya sangat sulit, apa yang harus ku lakukan" gumam Dujuan yang terlihat sangat tertekan terlihat seperti ia ingin mati.


"Tuan apa tidak berlebihan menaruh bobo gunung kepada Dujuan, aku takut ia akan menjadi dendam dan si roh naga hitam akan lebih mudah mengendalikan tubuh Dujuan" ucap sun dalam pikiran Kevin.


"Dia tak akan mampu mengambil ali Tubun Dujuan, memusnahkan roh naga hitam adalah hal yang sangat mudah bagi ku. Untuk apa takut dengan hal biasa" gumam Kevin sembari berdiri.


"Aku memasangkan gelang perasa, semakin kau malas, dendam, benci, atau marah maka gelang itu akan menekan mu hingga hancur. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah bersikap tenang, jangan menyerah" ucap Kevin.


"Dulu aku juga di pasangkan hal seperti ini, namun berbeda guru memasang mahkota emas di kepala ku, dan saat aku marah, membenci orang, dendam, malas. maka mahkota itu akan mengecil dan mengalirkan api, petir, es. secara bersamaan membuat ku merasa sangat menderita. Dan aku menggunakan itu selama 50 tahun guru melepaskannya saat aku telah berhasil membuang sifat tersebut" gumam Kevin.


"Guru ku melakukan pelatihan ini agar aku tidak jatuh di jurang kegelapan, guru selalu mengutamakan attitude ia lebih suka dengan orang yang hormat di banding orang kuat" gumam Kevin.


Terlihat Dujuan mulai bergerak dengan paksa, terlihat tubuhnya gemetaran keringat bercucuran layaknya hujan.


"Tekat mu akan membuat semua rintangan hancur, tanpa tekat kau tk akan bisa melangkah maju, kau ingat ibu mu telah menaruh harapan besar kepada mu, apa kau akan menghianati harapan itu" ucap Kevin.


"Aku melakukan ini demi bisa melindungi ibu...!" teriak Dujuan sembari terus mencoba untuk bangun.


"Aaaaaaaarkk....!" teriak Dujuan sangat keras saat ia hampir berhasil untuk berdiri, terlihat urat urat di kepala Dujuan menonjol, kulitnya menjadi merah, matanya menjadi putih seutuhnya.


Tiba-tiba suasana menjadi hening saat Dujuan berhasil berdiri.


"Bruk" suara tubuh Dujuan yang jatuh karena pingsan.


"Padahal mudah, tinggal tenangkan hati mu dan kau bisa berjalan seperti normal" ucap Kevin sembari menaruh Dujuan ke atas kereta.


...****************...


Di alam bawah.


Terlihat di aula kekaisaran Indo.


Niana tengah duduk di singgasana di temani Razin.


"Ibu apa ayah akan kembali?" tanya Razin yang tengah duduk di pangkuan niana.


"Ayah tidak akan kembali, namun Razin yang harus menemui ayah. Saat ini ayah sedang berkelana mencari bentak teman, menjadi pa hlawan" jawab niana.


"Ibu kapan adik ku akan lahir?" tanya Razin.


"Mungkin perlu 8 bulan lagi" jawab niana sembari ia mengelus perut.


"Salam yang mulia ratu" ucap paman Qiu yang baru datang sembari memberi hormat kepada niana.


"Apa yang kau inginkan paman Qiu?" tanya niana.


"Sekarang adalah waktu untuk pangeran Razin berlatih, saya akan mengantarkan pangeran ke tempat pelatihan guru Yun Feng telah menunggu" jawab paman Qiu.


"Baiklah aku akan pergi kakek Qiu, aku sangat bersemangat" jawab Razin sembari turun dari pangkuan niana.


"Aku merasa sedih, seakan aku akan kehilangan segalanya sebentar lagi" gumam niana.


...****************...


"Tap...! Tap..." suara pedang kayu yang beradu.


"Rein kau harus fokus ke gerakan musuh, saat berkelahi lihat anggota tubuh musuh mu yang berkemungkinan menyerang. Jangan kau tatap mata musuh mu" ucap Turgut yang tengah duduk sembari memegang segelas teh.


"Fokus ke gerakan" ucap Sakamoto yang duduk di samping Turgut.


Terlihat Rein tengah berlatih pedang bersama Aldi.


"Rein memiliki dua kemampuan yaitu pedang dan panah. Namun kita dapat melihat jika kemampuan pedangnya lebih menonjol di banding bakat memanahnya. Rein adalah calon prajurit yang cekatan" ucap Turgut.


"Rein, kau harus berhati-hati dengan tatapan musuh mu karena biasanya mereka akan menyerang mu dengan kekuatan mental" ucap Aldi.


"Yun Feng meminta kita untuk berkumpul, pangeran Razin akan segera membangkitkan roh penjaga. Kita di minta untuk menyumbangkan darah agar pangeran Razin baik-baik saja" ucap Mugi.


"Tunggu bukanya pangeran masih berumur 4 tahun, bukanya roh penjaga muncul saat berumur 17 ke atas?" tanya Rein yang terlihat kebingungan.


"Yun Feng menggunakan metode rahasia yang memungkinkan pangeran mendapatkan roh penjaga ganda. Namun ini di perlukan pengorbanan darah yang di berikan secara suka rela kepada pangeran Razin" jawab mugi.


"Baiklah latihannya kita tunda hingga upacara selesai" ucap Turgut sembari berdiri.


"Baiklah, ayo segera pergi ke tempat Yun Feng" ucap Mugi.


"Aku akan pergi memberitahu para prajurit, kalian tidak perlu menunggu ku aku akan sedikit terlambat karena aku harus memberitahu yang lainya" ucap Mugi.


"Baiklah" jawab semuanya.


"Menurut kalian pangeran akan mendapatkan roh apa?" tanya Rein.


"Menurut ku roh naga, karena aku pernah melihat yang mulia kaisar mengeluarkan Roh nya saat masih di sekte" jawab Aldi.


"Yang pasti pangeran akan mendapatkan roh yang spesial berbeda dengan yang lain" ucap Sakamoto.


"Apa alasan di balik latihan pangeran yang sangat ketat, bahkan aku sudah tidak bermain lagi denganya" ucap Rein.


"Pangeran akan mengantarkan kita bertemu dengan yang mulia kaisar yang berada di alam atas. Pesan yang mulia adalah agar melatih pangeran dengan keras" jawab Sakamoto.


"Bukanya apa yang di lakukan sama saka seperti memaksa pangeran" ucap Rein.


"Setiap latihan, pangeran selalu saja minta untuk di lanjutkan Yun Feng tidak dapat menolak karena Yun Feng adalah budak keluarga kerajaan" jawab Turgut.


...****************...


Di sebuah lapangan yang sangat luas.


Terlihat jutaan orang tengah duduk bersila di depan sebuah pot yang sangat besar.


"Upacara akan segera di mulai, seluruh warga alam bawah akan menyumbangkan setetes darah mereka secara suka rela untuk kemajuan pangeran Razin" ucap Qi yu yang berada di depan pot raksasa.


"Kakek Qiu apa Razin akan baik-baik saja?" tanya Razin yang tengah duduk di atas bantal berwarna emas.


"Tentu saja kau akan baik-baik saja, jika terjadi hal yang buruk aku akan mengorbankan nyawa ku untuk mu pangeran" jawab Qi yu sembari memegang pipi Razin dan tersenyum.


........................


Bersambung