King System

King System
Episode 122



"Bagus kemudian kau serap panas dari matahari" ucap Red dalam fikiran Kevin.


Seketika tubuh Kevin mengekuarkan sebuah tato matahari tepat di ulu hatinya dan dari tato itu keluar sebuah tato lainya yang berbentuk seperti akar yang menjalar.


Dan saat tubuh Kevin di penuhi oleh tato tersebut seketika tato nya mulai bercahaya berwarna merah.


Cahaya itu memancarkan panas yang luar biasa hingga membuat pohon yang di duduki Kevin terbakar menjadi abu.


"Di sini sangat panas" ucap Budi yang terlihat hampir meleleh karena panas.


Seketika Asep menggendong Budi dan ia terbang masuk ke istana.


"Dari mana asal panas ini?" tanya Qi yu pada Las yang sedang menuangkan teh untuk Qi yu.


"Cang" suara teko yang pecah karena terjatuh.


"Panas sekali!" Teriak Las yang tiba tiba menggeliat di tanah.


Tiba tiba langit menjadi merah.


"Gawat aku harus membuat penghalang jika tidak seluruh orang di kota ini akan mati karena terbakar" gumam Qi yu sembari terbang ke arah sumber panas yang tak lain adalah Kevin.


"Ternyata sumber panas ini dari tuan muda" gumma Qi yu.


"Pelindung es" Teriak Qi yu.


Seketika bersamaan dengan kata kata Qi yu muncul es dari bawah tanah yang menyelimuti Kevin.


"Duaaaar" Suara ledakan yang berasal dari Kevin membuat pelindung es buatan Qi yu pecah.


Terlihat mata Kevin mengekuarkan cahaya seperti api yang menyala.


Dan perlahan lahan panas yang dikeluarkan Kevin mulai menurun seiring tatonya menghilang.


"Akhirnya neraka ini telah selesai" gumam Qi yu sembari menjatuhkan diri ke tanah.


"Apa yang terjadi di sini?" gumam Kevin sembari menoleh sekeliling.


"Apa ini semua karena aku" gumam Kevin.


"Iya itu semua ulah mu. Tapi kau jangan meresa bersalah. Sekarang kau telah resmi menjadi naga api selanjutnya kau bisa menggunakan roh penjaga api semaumu dan juga sekarang kau bisa membunuh silver emperor dengang mudah" jawab Red dalam fikiran Kevin.


"Benarkah syukurlah akhirnya aku bisa menggunakan roh penjaga ku tanpa harus khawatir akan nyawa ku sendiri" ucap Kevin sembari meng hela nafas.


"Tapi kau juga harus hati hati karena saat kau mengekuarkan roh penjaga orang di sekitar mu juga akan terpengaruh oleh aura naga yang dapat membunuh mereka" ucap Red dalam fikiran Kevin.


"Baiklah aku janji akan lebih berhati hati lagi di masa depan saat aku ingin menggunakan roh penjaga ku" ucap kevin sembari berjalan ke arah Qi yu yang telah terkapar di tanah dengan baju yang basah oleh keringat.


"Qi yu apa kau baik baik saja" tanya Kevin.


Terlihat Qi yu mengangkat jempolnya.


"Ayo kita ke kota aku ingin mencari makanan di sana" ucap Kevin sembari berjalan menuju gerbang istana.


"Baiklah aku ikut" jawab Qi yu yang tiba tiba berdiri di samping Kevin.


"Memang apa yang terjadi tadi" tanya Kevin sembari terus berjalan.


"Tiba tiba tuan mengekuarkan panas yang sangat luarbiasa hingga membuat pohon di sekitar mu hangus menjadi abu dan untungnya tidak ada korban jiwa" jawab Qi yu.


"Jadi begitu" ucap Kevin.


...****************...


Saat di pasar.


"Di sini ayo beli barang murah"


"Di sini pakaian semua berkualitas hanya dengan dua perak saja tuan dan nyonya bisa mendapatkan pakaian indah dan senyaman ini"


"Ayo semunya beli dan makan makanan di restoran ku di sini menjual lalapan pecel dan lain lain ayo semua beli"


"Di sini sangat ramai" ucap Kevin yang sedang berjalan di tengah tengah keramaiana.


"Ayo kita mencari makanan aku sangat lapar" ucap Qi yu.


"Tenang saja aku merasakan sesuatu yang menarik di dekat sini jadi kau harus ikut" jawab kevin.


"Lihat saja nanti kau juga tau" jawab kevin.


Kemudian mereka berjalan ke arah toko kecil yang hampir roboh.


"Permisi tuan" ucap Kevin sembari membuka tirai.


Di dalam sana terlihat sangat gelap dan kotor di penuhi sarang laba laba di mana mana serta lantai dan tembok yang berdebu.


"Apa yang kau mau" ucap seorang kakek tua dengan rambut dan brewok panjang berwarna putih.


"Aku ke sini ingin mencari junggo" jawab kevin.


"Heh junggo" ucap kakek itu sembari memandangi Kevin dari atas ke bawah.


"Lewat sini" ucap kakek itu sembari berjalan ke belekang.


"Apa kakek itu yang anda maksud" tanya Qi yu.


"Bukan dia tapi sesuatu di balik toko ini" jawab kevin.


Kemudian mereka berjalan ke sebuah tangga yang menuju ke bawah tanah di sana sangat gelap.


"Clik" suara pintu yang terbuka.


"Ayo cepat serang bagian kepala"


"Tendang burungya"


"pecahkan biji nya"


"Aku sudah bertaruh semua uang ku untuk mu cepat bunuh orang itu kalau tidak akan ku potong burung mu"


"Apa tempat ini yang anda maksud" tanya Qi yu sembari melihat banyak sekali orang yang sedang menonton sebuah pertarungan seperti tinju atau sebaginya.


"Bukan yang itu tapi yang di sebelah sana" jawab kevin sembari menunjuk ke arah pintu besi.


"Kau harus membayar satu kristal sihir tingkat tinggi per orang untuk melihat pertarungan junggo" ucap kakek itu sembari berdiri di depan pintu besi tadi.


"Ini" jawab kevin sembari memberikan dua kristal sihir tingkat tinggi kepada kakek itu.


"Baiklah asilahkan masuk" ucap kakek itu sembari membuka pintu.


Terlihat di dalam sebuah arena yang sangat luas serta para penonton yang duduk di kursi mewah menggunakan topeng.


"Kemudian Kevin berjalan ke arah kursi yang kosong berada dekat dengan arenaa.


"Kemarin malam System memberitahu ku Kalai di sini ada seorang yang sangat berbakat jadi aku memutuskan pergi dan melihat orang itu" gumam Kevin sembari duduk.


"Peserta kita yang berikutnya adalah seorang murid dari sekte tingkat dua dia ingin melawan boza sang penakluk petarung para prajurit hebat" teriak pembawa acara.


Kemudian keluar seorang lelaki yang menggunakan pakaian rapi dan bagus dari sisi kiri.


"Kring kring kring" suara rantai yang di seret.


Lalu keluar seorang monster atau raksasa bertubuh besar berbadan berotot penuh dengan luka goresan pedang.


Raksasa itu di pakaikan sebuah masker yang membuatnya tak bisa bicara maupun makan.


Lalu salah satu panitia melepaskan rantai yang mengikat Boza alias sang raksasa.


Krak" suara kepala panitia yang pecah oleh Boza saat panitia melepaskan ranta.


"Huuuuuaaar" suara teriakan Boza yang membuat maskernya terbang.


Lalu Boza berlari sangat cepat ke arah lelakia yang menantangnya.


"Bruk bruk bruk" suara hentakan kaki Boza.


Seketika tanah bergetar saat Boza berlari.


...****************...


Bersambung.