King System

King System
Episode 320 percepatan



Seketika suasana menjadi tegang mendengar ucapan Xiao Lang.


"Shut..! dia hanya anak-anak jangan terlalu kejam" ucap Kevin.


"Wei an bawa dia pergi" ucap kepala keluarga Wei.


"Baik kakek" jawab Wei an sembari menarik Eirantou pergi.


"Sudah ku katakan jaga sikap mu saat bertemu yang mulia" bisik Wei an sembari terus berjalan.


"Sekali lagi saya minta maaf yang mulia atas sikap keponakan saya yang buruk saya minta maaf" ucap Huantou.


"Aku akan menyembuhkan Giantou asal kalian membawa ku ke sana" ucap


"Bagaimana ia tau tentang masalah ini" gumam Huantou.


"Kau tak perlu bertanya dari mana aku mendapatkan informasi, kita akan berangkat siang ini, jika terlambat Giantou akan segera mati" ucap Kevin.


"Tuan maaf sebelumnya tapi hamba masih kurang yakin" ucap Huantou.


"Hmm"


Seketika muncul sebuah layar di atas kepala Kevin yang menunjukkan seorang pemuda yang kurus kering seperti ingin mati tengah berbaring di atas batu giok besar di kelilingi oleh lilin berapi hijau.


"Tuan muda" ucap Huantou yang terlihat terkejut melihat hal tersebut.


"Kita harus pergi" ucap Kevin.


"Tapi yang mulia, kita memerlukan waktu satu minggu untuk sampai ke sekte" ucap Huantou.


"Berikan aku tanda agara aku dapat masuk, kalian menyusul ku untuk Eirantou biarkan dia di sini kau pergi dengan terbang agar lebih cepat" jawab Kevin.


"Baiklah yang mulia anda dapat mengambil token tetua ini anda dapat memberikannya kepada penjaga gerbang, anda hanya perlu memasukan sedikit Qi ke dalam token tersebut dan hamba akan memberikan pesan kepada penjaga" ucap Huantou sembari memberikan sebuah token emas kepada Kevin.


"Baiklah, kau harus segera berangkat aku akan pergi duluan" ucap Kevin setelah menerima token tersebut.


"Siap yang mulia" jawab Huantou.


"Ini tidak seperti yang di rencanakan yang mulia, ini terjadi begitu cepat" gumam Xiao Lang.


"Ku pikir Huantou adalah orang yang akuh dan sombong namun kenyataan berkata lain, aku tak ingin memperlambat ini, Xiao jaga kediaman ini selama aku pergi, kita akan bertemu lagi di tempat penyelenggaraan turnamen naga sejati, kau bawa yang lainya ke sana" ucap Kevin menggunakan telepati.


"Siap yang mulia" jawab Xiao Lang menggunakan telepati.


Seketika Kevin menghilang dari tempat itu.


"Sangat cepat" gumam Huantou.


"Cepat kau temui bawahan mu dan jelaskan kepada mereka, jangan buang waktu kau harus cepat" ucap kepala keluarga Wei sembari memegang pundak Huantou.


"Baiklah terimakasih, aku akan segera pergi" jawab Huantou.


Huantou pun terbang pergi menemui bawahannya.


"Tuan Xiao kenapa rencananya berubah?" tanya Dujuan yang tiba-tiba muncul di samping Xiao Lang.


"Huantou bukan orang yang sulit yang mulia tidak ingin mempersulit tentang ini, oleh sebab itu beliau menyelesaikannya dengan cepat" jawab Xiao Lang.


"Kalian bersiaplah untuk turnamen naga sejati, kita akan menemui yang mulai di sana" ucap Xiao Lang.


"Baiklah aku akan memberitahukan informasi ini kepada yang lain, aku undur diri" jawab Dujuan setelah itu ia pergi.


"Kakek kenapa kau tidak memukul su Eiran?" tanya Wei dong.


"Mengapa harus memukulnya, yang mulia bukan tipe orang yang akan menghukum sampah yang terlalu banyak bicara kesabaran beliau sangat lapang" jawab kepala keluarga Wei.


"Baiklah aku mengerti" jawab Wei dong.


...****************...


Di depan gerbang utama sekte holy fire yang begitu besar.


terlihat puluhan orang menjaga gerbang tersebut.


Seketika kevin muncul di depan gerbang.


Sontak para penjaga terkejut, mereka berkumpul mengelilingi Kevin secara serentak.


"Siapa dirimu dan apa tujuan mu!!" teriak para penjaga secara bersamaan sembari mengarahkan ujung tombak mereka kepada Kevin.


"Tang...! tang..!" suara lonceng yang di bunyikan.


"Mereka sangat sigap" ucap Kevin berbisik.


Seketika muncul 5 cahaya berwarna merah dari langit mendarat ke Kevin.


Terlihat lima orang yang terlihat cukup tua dengan pakaian yang sama mengelilingi Kevin dalam sekejap.


"Orang sekuat apa yang berani menyerang sekte kita hingga kalian membunyikan lonceng bahaya tingkat kiamat" ucap salah satu orang dari kelima pria tadi.


"Maaf tetua ke dua, pria ini tiba-tiba muncul tempat di depan gerbang dalam sekejap, bahkan kami tidak menyadari jika ia mendekat. menurut ku ia memiliki kekuatan yang dahsyat" jawab salah satu penjaga yang memakai helem berbeda yang tak lain adalah kepala penjaga.


"Turunkan senjata kalian" ucap tetua kedua yang memiliki rambut pendek namun memiliki janggut yang panjang berwarna hitam dan juga terdapat beberapa uban.


Seketika semua penjaga menurunkan senjata mereka.


"Orang ini sangat kuat aku tak dapat melihat kultivasi nya walau aku berada di ranah Mahayana" gumam tetua kedua sembari berjalan perlahan ke arah Kevin.


Para penjaga membuka jalan untuk tetua kedua, dan terlihat keempat tetua lainya mengikuti tetua kedua.


"Tuan apa tujuan anda datang mengunjungi sekte kami?" tanya tetua kedua.


"Ambil ini" ucap Kevin sembari memberikan token milik Huantou.


"Token tetua pertama" ucap tetua kedua.


"Maaf atas kelancangan kami, silahkan masuk ke dalam kami akan menjamu anda" ucap tetua kedua.


Seketika pintu gerbang terbuka.


Kevin pun berjalan masuk ke dalam sekte di ikuti tetua kedua dan yang lainya.


"Sekte ini sangat besar, setiap bangunannya di bangun dengan teknik yang detail dan bagus, dengan komposisi bahan yang sempurna membuatnya tahan lama, selain itu terdapat banyak segel dan arai yang di pasang di setiap sudut tempat ini" gumam Kevin sembari mengamati sekte holy fire yang begitu besar dan megah.


"Murid-murid di sekte ini ada puluhan ribu dan semua terbagi menjadi 3 yaitu murid luar, murid dalam, dan juga murid inti. Murid luar rata-rata berada di ranah master, murid dalam berada di ranah grand master, dan murid inti raja" gumam Kevin.


"Sekte ini bisa di bilang kokoh dan kuat, tapi sekte ini berada di ujung tanduk karena konflik internal" ucap sun yang tiba-tiba muncul di bahu Kevin.


"Kau benar terdapat beberapa tetua dan juga murid inti yang memiliki niat jahat" gumam Kevin.


"Tuan silahkan anda masuk ke dalam aula, ketua sekte berada di sana" ucap tetua kedua sembari menunjuk ke arah gedung yang sangat besar berada di tengah-tengah sekte.


"Baiklah" jawab Kevin sembari mengangguk.


"Tetua di sini memiliki tatakrama yang baik tidak sombong dan tidak angkuh" ucap sun.


"Sama hal nya seperti babi yang lari ketika melihat harimau begitu pula mereka, takut kepada orang yang lebih kuat" jawab Kevin sembari berjalan ke arah aula sekte holy fire.


"Sepertinya semua akan berjalan sangat lancar tanpa adanya hambatan" ucap sun.


...****************...


Bersambung.