King System

King System
Meratakan keluarga dang



"Primus apa yang terjadi" tanya kevin mengunakan telepati.


"Tuan keluarga dang ingin meratakan sekte ini" jawab Primus.


"Baiklah kau tunggu di situ aku akan segera datang" ucap kevin menggunakan telepati.


"System kirim semua murid,guru,dan tetua yang ada di sekte ini ke hadapan ku" ucap kevin.


[Mengirim memotong 2000 kristal sihir di potong 1000 karena tuan telah menyelesaikan misi dengan cepat]


Seketika ribuan orang muncul di hadapan kevin.


"Apa yang terjadi" gumam Jun wang dengan mulut yang terbuka lebar.


"Ayah apa yang terjadi" tanya sari.


"Ayah juga tidak tau. Tiba tiba ayah di panggil ke sini" jawab gamal.


"Kalian semua tenang" teriak kevin.


Seketika semua orang diam.


"Sekarang keluarga dang sedang menunggu di depan gerbang. Mereka ingin meratakan sekte ini dan aku ingin meminta kalian untuk membantu ku" ucap kevin.


"Apa berani sekali mereka" ucap gamal dengan ekspresi wajah marah.


"Sekarang kalian lawan mereka dan aku akan memberikan satu kristal sihir tingkat tinggi untuk setiap 10 kepala keluarga dang dan 100 kristal sihir tingkat tinggi untuk kepala pemimpin keluarga dang serta akan nya" teriak kevin sembari menunjukan kantung penuh kristal sihir tingkat tinggi.


"Primus kau mundur jangan sampai mereka mengetahui tentang dirimu" ucap kevin menggunakan telepati.


"Siap tuan" jawab Primus menggunakan telepati dan sekarang ia berada di menara pemantau di gerbang.


"Sekarang cepat bunuh mereka semua!" teriak kevin.


"Oraaaaaaa" teriak para murid sembari berlari ke arah pintu gerbang.


"Kenapa kalian diam saja?" tanya kevin kepada gamal dan para tetua yang hanya diam saja.


"Tuan aku tidak yakin kita akan menang" ucap gamal.


"Kali ini aku masih memaafkan mu tapi jika di masa depan kalian semua akan aku bunuh. Dasar pengecut" ucap kevin sembari mengeluarkan pedangnya.


"Maaf tuan" jawab mereka.


...****************...


Di gerbang sekte Red fiyer.


Terlihat ge dang sedang berdiri dengan Pasukan yang berjumlah puluhan ribu.


"Cepat keluar kalian dasar pengecut" teriak ge dang sangat keras.


"Tuan lebih baik kita langsung menyerang saja" ucap pria tua dengan topeng putih yang sedang berdiri di samping ge dang.


"Nanti saja aku akan menunggu beberapa saat lagi" jawab gea dang.


"Baiklah jika itu keputusan tuan" ucap pria tersebut.


"Bunuh semuanya" terdengar teriakan yang berasal dari gerbang sekte Red fiyer.


"Apa kalian sudah siap mati" ucap kevin yang tiba tiba muncul di atas pintu gerbang sembari memegang pedang naga api.


"Hei apa kau ketua sekte yang baru" tanya ge dang.


"Iya" jawab kevin.


"Semuanya serang hancurkan sekte busuk ini!" teriak ge dang sembari mengarahkan gada nya ke arah kevin.


"Hehe" tawa kevin sembari tersenyum.


"Bunuh semuanya" teriak para murid sembari membuka gerbang.


"Sepertinya pasukan yang di bawa orang itu tidak sesuai dengan perkiraan ku. Jika aku tidak membantu aku yakin para murid pasti akan mati" gumam kevin.


"Hei kau rasakan gada ku ini" teriak ge dang sembari melesat ke arah kevin.


"Serang" teriak para murid.


Terlihat semuanya mulai berperang.


"Dasar lemah masih di ranah raja bintang dua saja sudah sombong" gumam kevin sembari tersenyum.


"Sracak" suara daging yang terpotong.


Seketika tubuh gedung sudah terpotong menjadi puluhan bagian.


"Orang itu bisa membunuh tuan dengan sekali serang. Bahkan tubuh tuan yang terkenal sangat kuat kini sudah menjadi potongan daging" ucap lelaki yang menggunakan topeng.


"Semuanya mundur kepala keluaran sudah mati cepat!" teriak lelaki bertopeng sembari berlari menjauh.


Mendengar hal itu sontak semua pasukan keluarga dang langsung berlari ketakutan.


"Kalian ingin lari" ucap kevin sembari melompat ke samping gamal.


"Jentik api sengsara" ucap kevin sembari menjentikan jarinya.


Seketika pasukan yang berjumlah dua puluh ribu itu terbakar dan menjadi abu.


Terlihat semua murid sangat ketakutan dan terkejut.


"Tuan bisa memusnakan pasukan yang berjumlah dua puluh ribu hanya sekali jentik. Bahkan mereka semua sudah menjadi abu" gumam gamal sembari memegang dadanya dengan ekspresi wajah ketakutan.


"Cepat hancurkan rumah keluarga dang itu dan jangan sisakan apapun bunuh semua. Aku ulangi jangan sisakan keturunan dang di benua ini" teriak kevin sangat keras hingga membuat semua murid gemetar.


"Siap" jawab para murid serta tetua. Dan mereka pun bergegas melakukan perintah kevin.


"Sepertinya mereka mulai takut kepada ku" gumam kevin.


"Mulai sekarang aku tak akan mengampuni semua musuh ku semuanya akan ku bunuh sampai ke akar nya" gumam kevin sembari berjalan ke arah pintu gerbang.


"Primus bereskan abu itu aku tidak ingin ada kotoran di sekte ini" ucap kevin.


"Siap tuan" jawab Primus yang tiba tiba muncul sembari berlutut.


...****************...


Sementara itu di kediaman keluarga dang.


Terlihat asap yang mengepul dari rumah rumah keluarga dang.


"Aaaaaa" terdengar suara teriakan.


"Semuanya ratakan keluarga dang jangan sampai ada yang tersisa ingat jangan sampai membuat ketua sekte marah" teriak gamal yang sedang berdiri di atas atap rumah yang terbakar.


"Khirnya keluarga biadab ini binasa. Kalian telah melakukan banyak kesalahan yang mengakibatkan kota ini menderita. Kalian harus sekali perbuatan kalian" gumam gamal sembari melihat orang keluarga dang yang di bunuh oleh para murid sekte Red fiyer.


"Ya hancurkan mereka" teriak para warga yang sedang menonton pemusnahan keluarga dang.


"Aldi kita harus membawa kepala belia agar ketua senang" ucap Jun wang yang sedang berjalan bersama Aldi dan liona.


"Iya nanti kita bisa mendapat 100 kristal sihir tingkat tinggi. Dengan uang sebanyak itu kita bisa membeli pedang tingkat suci" jawab Aldi.


"Dasar bodoh jangan kita seharusnya berterimakasih pada ketua karena ia telah membunuh si bajingan ge dang aku masih marah jika mengingat saat ia memperkosa seorang wanita di alun alun kota bahkan ia tidak malu padahal banyak orang yang lewat di sana. Dan juga ia sering menyiksa semua orang" ucap Jun wang.


"Dan aku juga kesal dengan belia karena saat pertama kali masuk ke sekte dia selalu menghina ku bahkan di sering memfitnah diri ku" ucap liona dengan wajah yang terlihat sangat marah.


"Bruk" suara Aldi yang tiba tiba memukul tembok.


"Apa masalah mu hingga kau menghancurkan dinding itu" ucap Jun wang.


"Aku menemukanya" jawab Aldi sembari tersenyum dan ia menarik tangan ya yang telah memegang lehernya belia.


"Aaaaaaaaa penjaga tolong" teriak belia sembari memukul tangan Aldi.


"Ternyata kau ada di sana" ucap liona sembari melepaskan sarung pedang.


"Kalian jangan sombong awas saja paman ku pasti akan membalas ini paman ku adalah salah satu guru dari sekte huang Luo. Kalian tau sekte itu berada di tingkat 7 kalian semua akan mati" teriak belia.


...****************...


Bersambung.



Nama: Aldi


umur:28 tahun


ranah: guru bintang satu.