
Sasuke pun terbang dengan menunggangi dragon kearah ibukota karna males melanjutkan perjalanan nya dengan berjalan gara gara bandit.
" heyy..Ai kok mereka ( bandit) bisa melihat wajah aku sih...?"tanya Sasuke pada Ai.
[~ dasar tuan pikun, bodoh dari awal perjalanan setelah tuan tidur dihutan tuan sudah melepas topeng tuan.~]
" ohhhhh....pantes yaudh mending langsung pake ajalah.." ucap Sasuke langsung mengambil topeng dipenyimpanannya dan memakainya.
3 jam kemudian
mereka terus terbang tak terasa ibukota pun terlihat dari arah depan sasuke pun memutuskan untuk berhenti disini.
" dragon mari kita turun disini saja bisa gawat kalo kita bablas terus sampai ibukota." ucap Sasuke pada dragon
" siap tuan" ucap dragon.
dragon pun turun kebawah dan mendarat dengan mulus dan halus tanpa membuat pepohonan sekitar tumbang.
Sasuke pun turun dari atas leher dragon, setelah itu dragon pun langsung berubah menjadi naga kecil dan loncat ke pundak sasuke
mereka melanjutkan perjalanan ke gerbang ibukota Dragnar diperjalanan mereka sangat sunyi tidak ada yang berkata kata mereka pokus pada perjalanan.
tak lama mereka sampai didekat gerbang dan sasuke melihat banyak orang yang berjejer bergiliran untuk masuk ke ibukota Dragnar.
" huh...males bener nih kalo ngantri gini nih." ucap Sasuke mengeluh. " sabar tuan orang sabar disayang Tuhan." ucap dragon yang berada dipundak kanan sasuke.
" anj*ir .. nih naga lumayan juga bisa ceramah dia tau dimana ya kata kata itu hemm...lama lama otak gw meledak ini mah karna kebingungan." batin sasuke.
[~ya gabakal meledak lah kan tuan ga punya otak~]
" an*j*ing dada gw sakit.... Gusti aku menyesal minta sistem punya kesadaran sendiri...kata kata nya sungguh mantappp.." ucap Sasuke dalam hati sambil memegang dadanya.
setelah lama menunggu akhirnya giliran sasuke dan dragon diperiksa oleh penjaga gerbang.
" tolong tunjukkan kartu identitas kalian" ucap prajurit 1
Sasuke pun memberikan kartu identitas yang ia buat ketika dikota Flores.
" maaf apakah monster kecil yang ada dipundak anda berbahaya" tanya prajurit 2.
" tenang saja paman ini pamiliarku tidak berbahaya sama sekali karna sudah jinak hahaha" ucap Sasuke sembari tertawa kecil.
" emm.. baiklah kalau memang begitu...dan bisakah kami melihat wajah anda" ucap prajurit 2 sambil tersenyum.
Sasuke pun membuka topengnya dan membuat paman prajurit itu terkejut " tanpan kali kau anak muda berhati-hati lah dengan wajah mu hehehe" ucap prajurit 2
Sasuke hanya tersenyum Dan langsung memakai topeng nya dan masuk kedalam gerbang ibukota.
" gila.. mantap kali coyy beda banget sama kota Flores." ucap Sasuke takjub.
[~heh... dasar tuan bodoh masa ga bisa bedain kota sama ibukota ya pasti berbeda lah.. bodohh~]
" uhhh... seperti biasa ucapan mu Ai sungguh menakjubkan aku cuma pengen ngomong kaya gitu aja emang napa gaboleh?" ucap Sasuke kesal pada Ai.
.
.
-_-
.
-_-
Sasuke hanya menghela nafas dan langsung berjalan mencari penginapan terlebih dahulu... seperti biasa diperjalanan mereka menjadi pusat perhatian para orang yang berlalu lalang.
sebenarnya yang jadi pusat perhatian bukan Sasuke tapi dragon karna Sasuke memakai topeng..
mereka terus berjalan tanpa memperdulikan sekitar yang terus menatap mereka..tak lama ketika berjalan mata Sasuke tertuju pada sebuah gang...digang tersebut terdapat anak kecil yang disiksa oleh bapa bapak..
" cepat jalan brengsek kalo kaga gw pukul mau lo" ucap bapa2 itu pada anak kecil.
" m-maaf **-tuan kaki saya sedang sakit" ucap anak kecil itu sambil menahan tangisnya dan rasa sakitnya.
" alahhh.... alasan lo..gw nyesel beli lo lebih baik gw jual lo kepada bangsawan hehehe." ucap bapa2.
" t-tuan t-tolong jangan jual saya pada bangsawan tuann saya mohon tuan.." ucap anak kecil itu sambil memegang kaki bapa2 itu dan menangis.
bapa2 itu tidak peduli dengan perkataan anak kecil dan dan menendangnya hingga tersungkur.
Sasuke yang melihat itu langsung marah dan mengeluarkan niat membunuh yang sangat pekat membuat yang disekitar nya bergidig ngeri dan takut.
" bang*s*at jiwa lolicon gw bergetarrrr...." batin sasuke.
" ada apa dengan tuan kenapa tuan mengeluarkan niat membunuh yang sangat mengerikan " batin dragon ketakutan.
Sasuke pun menghampiri anak kecil itu dengan cepat dan langsung membantu membangunkannya.
" hey adik kecil apa kau tidak apa-apa " tanya Sasuke pada anak kecil itu.
" t- terima kasih tuan saya baik baik saja kok" ucap anak kecil itu.
" hey bang*sa*t siapa kau menjauhlah dari budak ku sialan." ucap bapa2 itu pada sasuke.akan tetapi sasuke tidak memperdulikan nya.
" dek siapa nama adek" tanya Sasuke dengan lembut pada anak kecil itu. " nama saya lili tuan" ucap anak kecil itu dengan lesu.
" hey sialan berani sekali kau mengabaikan ku TERIMA INI BANG*S*AT..." ucap bapa2 itu sambil menyerang sasuke hendak memukul sasuke dari belakang...akan tetapi sasuke berbalik dan dengan mudah menangkis dan menggenggam tangan bapa2 itu.
" hehh.... maksudmu lo apa?apa lo gasuka? " ucap Sasuke seraya tersenyum iblis dan menggenggam tangan bapa2 itu dengan kuat membuat tulangnya bersuara.
KREK
" AAAA...bang*s*a*t lepasin tangan gw AAAAA..." ucap bapa2 itu dengan kesakitan.orang orang yang melihat itu takut dan lebih baik tidak ikut campur urusan itu.
" hohh..sakit kah apakah kau ingin aku melepaskan nya?aku bisa melepaskan tanganmu asal kau membebaskan anak kecil itu" ucap Sasuke pada bapa2 itu sambil tersenyum iblis nya.
" bb-baiklah baiklah ss-s-saya akan membebaskan anak kecil itu" ucap bapa2 itu ketakutan ketika melihat tatapan dan senyuman dibalik topeng Sasuke walaupun tidak bisa melihat tapi bisa merasakan.
Sasuke pun melepaskan genggamannya dari tangannya lalu bapa2 itu langsung mengambil kertas denga tangan satunya lagi dikantungnya lalu dia merobek kertas tersebut
lalu tiba-tiba cahaya merah keluar dari anak kecil itu...
" s-s-saya ssudah membebaskannya tuan jjjadi yang mohon izin pamit..." ucap bapa2 itu dengan gemetar.
" heh...siapa yang menyuruh mu pamit hahh?aku belum selesai berbicara...ingat ini apabila kau menyebarkan ini dan melaporkan nya..lo beserta seluruh keluarga lo hanya tinggal nama saja ingat itu." ucap Sasuke dengan mengintimidasi dan senyum iblis.
" hiiik....bbbbaik tuan s-s-saya tidak akan melaporkan ini." ucap bapa2 itu dengan Ketakutan dan langsung lari menjauh.
_________________________________________________
segini dulu besok lanjutttt
maaf ok jarang up